06/09/2017
: Membangun Ekonomi ber-Keadilan.
Ada tiga area yang bisa kita berbuat untuk memperbaiki ekonomi negeri ini, yang juga di contohkan langsung oleh uswatun hasanah kita dalam membangun ekonomi yang berkeadilan.
Pertama adalah membuka akses pasar seluasnya, pasar tidak boleh dikavling dan tidak boleh dibebani dengan biaya-biaya.
Yang pertama ini besar peluangnya untuk bisa direalisasikan di jaman ini melalui berbagai technology marketplace, social media yang menumbuhkan berbagai jenis komunitas dlsb. Selain juga bisa mulai dihidupkan pasar-pasar atau bazar-bazar fisik yang memberi akses pada seluas mungkin masyarakat setempat untuk bisa berjualan.
Yang kedua skills – ketrampilan. Islam turun di kalangan jago-jago berdagang suku Qurays, dibawa hijrah juga oleh para pedagang, dibawa sampai ke Nusantara lagi-lagi oleh para pedagang. Ketika Indonesia terjajah, yang merintis pemikiran untuk merdeka juga kaum pedagang (Syarikat Dagang Islam) – lantas dimana keahlian kita berdagang itu kini ?
Kepiawaian dalam berdagang ini bahkan melekat pada diri uswatun hasanah kita yang menjadi pedagang lintas negara sejak usianya yang masih sangat belia. Lantas mengapa umatnya yang hidup di jaman ini tidak berusaha sekuat tenaga untuk menjadi para pedagang yang tangguh ? mengapa mayoritasnya memilih ingin jadi priyayi saja ? Maka jangan salahkan orang lain kalau mereka merebut perdagangan dari umat, lha wong kitanya tidak banyak yang berminat !
Yang ketiga adalah masalah akses modal. System keuangan yang ada sekarang lebih cenderung berpihak pada yang kaya. Yang bisa mengakses dana masyarakat luas yang terkumpul di bank-bank, dana pensiun dlsb adalah perusahaan-perusahaan yang bankable, yang otomatis perushaan yang sudah jalan duluan.
Yang bisa go public adalah perusahaan-perusahaan besar yang sudah beberapa tahun menunjukkan kinerja yang kinclong, dan bahkan yang bisa mengkases instrumen permodalan Islam seperti sukuk-pun sejauh ini masih perusahaan-perusahaan besar. Walhasil solusi permodalan seperti apa yang bisa menjadi jalan bagi si kecil untuk bisa ikut menjadi besar ?
Solusi modal adalah dengan kekuatan ber-jamaah dan syrkah. Karena Allah menyukai umatnya yang bersungguh-sungguh berjuang di jalanNya dengan barisan yang teratur seperti bangunan yang tersusun kokoh (QS-61:4), sehingga yang kecil dan lemah menjadi kuat, dan yang kuat mengayomi yang lemah.
InsyaAllah kita akan menjadi umat solusi yang Rahmatan lil Alamin, aamiin.
www.eksportir-indonesia.com