14/02/2017
Selamat pagi dan semangat pagi.
Renungan pagi *Aqidah islam*
بسم الله الرحمن
الرحيم
*```Kedahsyatan Neraka```*
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, sahabatnya dan orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba'd:
Berikut ini merupakan ringkasan tentang kedahsyatan siksa neraka, merujuk kepada kitabullah dan sunnah Rasulullah yang shahih atau hasan –insya Allah-. Semoga apa yang disebutkan di dalamnya membuat kita menjauhi segala perbuatan yang dapat memasukkan kita ke dalamnya, baik berupa kekufuran maupun kemaksiatan.
*Besar dan dalamnya neraka*
Pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu sadarlah manusia, namun tidak berguna lagi kesadaran itu baginya." (Terj. Al Fajr: 22-23)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زِمَامٍ مَعَ كُلِّ زِمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا
"Neraka Jahannam akan didatangkan pada hari itu (kiamat) dengan memiliki 70.000 tarikan, masing-masing tarikan dipegang oleh 70.000 malaikat, mereka semua menariknya." (HR. Muslim)
Apabila sebuah batu dijatuhkan dari atas neraka Jahannam, maka ia akan sampai ke dasarnya setelah melalui waktu yang lamanya 70 tahun.
Kedahsyatan neraka
Neraka memiliki 7 pintu (lapisan), setiap pintu telah disiapkan untuk golongan tertentu dan ditutup rapat pintu-pintu itu untuk orang-orang kafir.
Apinya diberi kekuatan 69 kali api di dunia. Bahan bakarnya adalah manusia dan batu.
Penghuni neraka tidak akan merasakan kesejukan di luar badannya dan di dalamnya, di luarnya dikepung oleh api dan di dalam badannya diberikan minuman, berupa air mendidih.
Makanan penghuni neraka adalah pohon Zaqqum, mayangnya seperti kepala setan, kalau seandainya diteteskan satu tetes saja pohon Zaqqum ke bumi tentu penghidupan penduduk bumi akan rusak, lalu bagaimanakah jika menjadi makanannya?. Selain Zaqqum, ada juga makanan mereka yang lain, yaitu pohon Dhari’ (pohon berduri).
Adapun minuman mereka, yaitu ghisliin (nanah bercampur darah yang keluar dari tubuh penduduk neraka), hamim (air yang mendidih), ghassaq (Ar Rabi’ bin Anas mengatakan “Ia adalah kump**an nanah penghuni neraka, keringat, air mata dan darahnya, yang sangat dingin sekali dan sangat bau”) dan shadid (nanah bercampur darah).
Dari kejauhan orang-orang kafir mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara, hampir-hampir neraka itu meledak karena marah, setiap kali ada sekump**an orang-orang kafir dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga neraka bertanya kepada mereka, "Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?".
Para penjaga neraka tersebut adalah para malaikat yang sangat keras dan kasar.
Pakaian penghuni neraka dari qathiran (pelangkin/ter), mereka diberi tikar dan selimut api. Di neraka, para penghuninya merintih dan menjerit serta melolong seperti keledai yang meringkik karena kerasnya siksa neraka. Mereka memohon agar dapat dikeluarkan dari neraka, bahkan berjanji akan beramal shalih jika dikembalikan ke dunia, namun harapan mereka sia-sia, malaikat akan berkata, “Sesungguhnya kalian akan tetap berada di sini (neraka)”.
Mereka juga meminta agar diringankan siksaan itu meskipun sehari saja, namun permintaan mereka sia-sia –nas'alullahas salaamah wal 'aafiyah-, dan siksaan berat lainnya.
Setiap kali kulit mereka hangus, Allah menggantinya dengan kulit yang lain agar mereka merasakan azab. Di sana mereka tidak hidup dan tidak mati.
Tebal kulit orang kafir di neraka nanti membesar menjadi 42 hasta, besar gigi taringnya seperti gunung Uhud, sedangkan tempat duduknya di neraka Jahannam sejauh antara Makkah dan Madinah.
Akan keluar sebuah leher dari dalam neraka, dia memiliki dua mata yang dapat melihat dan dua telinga yang dapat mendengar serta memiliki satu lidah yang berbicara, dia pun berkata, “Aku ditugaskan untuk tiga golongan manusia:
(pertama) orang yang sombong lagi membangkang, (kedua), orang yang menyembah selain Allah dan pelukis (makhluk bernyawa).
Orang yang paling keras azabnya adalah para pelukis (makhluk bernyawa), di mana mereka akan disuruh menghidupkan.
Pada hari itu orang Yahudi atau Nasrani akan diserahkan kepada orang muslim untuk menjadi penebus dirinya agar tidak masuk neraka.
_bersambung_
Maraji’: Tafsir Ibnu Katsir (Imam Ibnu Katsir), Indahnya Surga dan Dahsyatnya neraka (Syaikh Ali Hasan, terj), Rintangan setelah kematian (Ust. Zainal Abidin), Shahihul Jami' dll.
Follow this link to join