23/10/2016
Pendirian
BUMDesa harus didasarkan pada
kebutuhan dan potensi desa, sebagai
upaya peningkatan kesejahteraan
masyarakat. Berkenaan dengan
perencanaan dan pendiriannya,
BUMDesa dibangun atas prakarsa
(inisiasi) masyarakat, serta mendasarkan
pada prinsip-prinsip kooperatif,
partisipatif, (‘user-owned, user-
benefited, and user-controlled’),
transparansi, emansipatif, akuntabel,
dan sustainabel dengan mekanisme
member-base dan self-help. Dari semua
itu yang terpenting adalah bahwa
pengelolaan BUMDesa harus dilakukan
secara profesional dan mandiri.
BUMDesa merupakan pilar kegiatan
ekonomi di desa yang berfungsi sebagai
lembaga sosial (social institution) dan
komersial (commercial institution).
BUMDesa sebagai lembaga sosial
berpihak kepada kepentingan
masyarakat melalui kontribusinya dalam
penyediaan pelayanan sosial.
Sedangkan sebagai lembaga komersial
bertujuan mencari keuntungan melalui
penawaran sumberdaya lokal (barang
dan jasa) ke pasar. Dalam menjalankan
usahanya prinsip efisiensi dan efektifitas
harus selalu ditekankan.
Terdapat beberapa kesalahan yang bisa
menyebabkan BUMDesa gagal dalam
membangun bisnis. Kesalahan pertama
adalah memilih ide bisnis yang
sembarangan. Banyak BUMDesa hanya
ikut-ikutan atau latah dalam memilih ide
bisnis, misalnya memilih ide bisnis yang
sudah ketat persaingannya, sudah jenuh
pasarnya, memilih ide hanya karena
sudah punya produknya. Perlu diingat
bahwa keuntungan akan mendatangi ide
yang hebat dan inovatif.
Kesalahan kedua adalah kegagalan
dalam mengakses sumber daya yang
sebenarnya sudah tersedia tetapi tidak
tahu cara mengakses sumber daya
(potensi) tersebut. Kesalahan ketiga
adalah mengambil keputusan atau
bertindak yang salah, tidak bekerja
cerdas, dan tidak bertindak secara
efektif (mengarah pada tujuan).
Kesalahan keempat tidak mampu
mengelola bisnis dengan baik dan benar
mulai dari masalah keuangan, produksi,
kualitas, dan sumber daya manusia.
Kesalahan terakhir adalah bersaing
tetapi kalah bersaing.
Beberapa strategi membangun bisnis
BUMDesa agar tidak gagal atau
memperkecil resiko gagal dapat
diterapkan. Secara konsep, BUMDesa
tidak akan gagal jika mengikuti strategi
berikut ini. Pertama, memilih jenis usaha
yang relatif kecil persaingannya
terutama bagi BUMDesa yang baru
berdiri. Banyak peluang-peluang bisnis
yang persaingannya rendah namun
harus jeli menangkap peluang tersebut.
Kedua, memilih ide usaha/bisnis yang
brilian. Risiko kegagalan bisnis
BUMDesa akan kecil jika ide bisnisnya
benar-benar brilian. Ketiga, betul-
betul mengetahui apa yang dibutuhkan
oleh masyarakat dan mengetahui
bagaimana cara memenuhinya. Keempat,
tidak bimbang, fokus, bertindak tanpa
henti dan penuh determinasi. Berani
dan jangan berhenti bertindak,
mencoba, dan selalu memperbaiki
kesalahan. Terakhir, mengelola sumber
daya sebaik mungkin. Arahkan semua
sumber daya yang ada ke arah tujuan
BUMDesa yang sudah ditetapkan.