10/02/2019
*MASIH MAU MENINGGALKAN SHOLAT?*
Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi.
_*“Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik p**a amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk p**a amalnya.”*_ *(HR. Ath-Thabarani)*
Sayangnya, masih banyak kaum Muslim yang tidak mau melaksanakan shalat karena alasan dalam perjalanan.
Padahal, Allah telah memberi keringanan _rukhsoh_ kepada orang yang dalam perjalanan dengan boleh menjamak atau menjamak _qashar._
Artinya, shalat sama sekali tidak boleh ditinggalkan dalam situasi dan kondisi apapun. Bahkan, jika tidak mampu duduk, berbaring pun boleh.
Lebih jauh lagi, hanya dengan gerakan mata pun, shalat itu boleh. Asalkan memang benar-benar tidak mampu mendirikannya secara normal.
Dengan kata lain, sebenarnya, sama sekali tidak ada ruang, seorang Muslim meninggalkan shalat. Mau dalam perjalanan, sakit, tidak bisa berdiri, pusing, bahkan lumpuh sekalipun.
Shalat tetap wajib karena ibadah ini bersifat mutlak, keringanan yang Allah berikan pun sangat-sangat memudahkan kita untuk tetap bisa mendirikannya dengan baik dan benar.
Akan tetapi, masalah shalat, bukan semata terletak pada kondisi fisik. Tetapi jauh dari itu adalah masalah iman.
Oleh karena itu, mereka yang berani meninggalkan shalat, sudah bisa dipastikan, mereka tidak takut dengan kerugian yang akan mereka terima.
Padahal, kerugian meninggalkan shalat, sangatlah menyengsarakan dunia-akhirat.
Karena meninggalkan shalat, termasuk dosa besar.
Dan, Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya “Al-Kaba’ir” (Dosa-dosa Besar) memasukkan orang-orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja sebagai jenis perbuatan dosa besar yang keempat dari tujuh puluh enam macam dosa besar yang membinasakan.
Dengan demikian, tidak sepatutnya seorang Muslim meringankan apalagi meninggalkan shalat, baik secara tidak sengaja atau sengaja.
Karena hal itu tidak akan mendatangkan, melainkan kerugian yang amat besar dalam hidup kita dunia-akhirat.