27/01/2018
SATU KEBIASAAN MERUBAH DUNIA
Ibu saya pernah bercerita bahwa ada sebuah keluarga dimana ayah dan ibu beserta seorang anaknya tinggal didesa yg isinya mayoritas bekerja sebagai petani.
keluarga ini sangat menjaga kebersihan dan kerapian tempat tinggal mereka. sanga ayah memberi warna cat rumah dengan kombinasi warna layaknya kue spikuk dengan topping putih.
"bisa bayangin?"
beranda rumah selalu terlihat kinclong karena tiap pagi dipel oleh sang ibu secara manual menggunakan kain dari pakaian bekas yg sudah robek sana sini.
ibu itu membungkuk-kan badannya dengan posisi tubuh layaknya orang jalan jongkok merangkak dari sudut ruang tamu hingga beranda pelataran rumah.
ember peneuh air yg juga berada disamping tubuh si ibu selalu diseret-seret untuk membasahi dan sesekali membilas kain pel yg sudah kotor.
"prsszz..." terdengar bunyi dari kain pel yg diputer paksa dengan keras hingga mengering.
tapi bukan itu yg pengen saya sampaikan.
sang anak mempunyai satu kebiasaan yg mungkin tidak semua anak zaman now punya.
Panggil saja anak ini Aji.
Aji sudah bekerja di perusahaan ritel di kota, dia menyisihkan uang hasil kerja kerasnya untuk ditabung.
aji tidak menabung di bank manapun, dia menyimpannya dengan cara 'menggulung' uang kertas miliknya.
kemudian dia sisipkan gulungan tadi di dinding rumah, ditaruh dibawah dipan, di sembunyikan di kolong meja, di sela-sela lipatan pakaian yg tersusun rapi dalam lemari dikamarnya.
suatu hari, Aji pengen membeli yaa katakanlah satu sepeda motor yg harganya 22 juta-an.
lalu Aji berbicara pada ibunya
"Mama, Aji pengen beli motor merek viki-syion"
"duitnya ada gak nak, kalau mama sama bapakmu ini cuma petani. mau ngasih motor dari mana? ibu dan ayahnya balik bertanya
"ada kok. ini lho mama" kata Aji sambil mengeluarkan ratusan gulungan uang kertas berwarna merah dan biru dari dalam kamarnya
"tolong bantuin Aji membuka semua gulungan uang kertas ini sekalian nyusun supaya rapi lagi ya ma" pinta Aji.
TAMAT.