25/09/2026
Kalau riba terasa begitu mudah, mengapa Allah memberikan peringatan yang begitu keras?
Di era sekarang, pinjaman berbunga, cicilan, dan berbagai fasilitas pembayaran semakin mudah diakses.
Bahkan, terkadang riba terlihat seperti jalan pintas:
๐ณ ingin membeli sesuatu โ ambil kredit
๐ ingin mengembangkan usaha โ ambil pinjaman berbunga
๐๏ธ ingin memenuhi kebutuhan โ bayar nanti
Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya:
Apa konsekuensinya di sisi Allah?
Allah ๏ทป berfirman:
ููุฃูุฐููููุง ุจูุญูุฑูุจู ู
ููู ุงูููููู ููุฑูุณูููููู
โMaka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.โ
๐ QS. Al-Baqarah: 279
Sebuah peringatan yang sangat tegas.
Bayangkanโฆ
Jika manusia saja tidak ingin berhadapan dengan sesuatu yang membahayakan dirinya, bagaimana mungkin kita menganggap ringan ancaman dari Allah dan Rasul-Nya?
Karena itu, jangan hanya bertanya:
โBerapa besar pinjamannya?โ
atau
โBerapa ringan cicilannya?โ
Tapi tanyakan juga:
โApakah transaksi ini halal dan diridai Allah?โ
Sebab keberkahan finansial bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang dari mana harta itu diperoleh dan bagaimana kita menggunakannya.
Semoga Allah mudahkan kita untuk meninggalkan riba dan memilih jalan muamalah yang halal. ๐คฒ
Sudahkah kita lebih berhati-hati dalam memilih cara mendapatkan dan menggunakan harta?