Strategi Bisnis Anti Rungkad

Strategi Bisnis Anti Rungkad Bisnis tanpa profit itu badan amal. Berhenti gila marketing.
๐Ÿ™…๐Ÿป

ส™แด€ษดษขแดœษด ๊œฐแดษดแด…แด€๊œฑษชแดแดœ แด€ษขแด€ส€ แด…ษชแด„ษชษดแด›แด€ษช แดœแด€ษดษข
๐Ÿ‘‡
s.id/linkTU

11/03/2026

Banyak yang masih bingung bedanya bahan utama dan bahan pendukung saat ngitung HPP.

Tenangโ€ฆ kamu nggak salah sendiri. Hampir semua UMKM awalnya bingung di bagian ini.

Bahan utama = bahan yang membentuk produk inti.
Bahan pendukung = bahan yang dipakai untuk menyempurnakan produk, bukan inti.

Makanya saus, topping, bumbu tambahan, minyak oles, dll tetap masuk bahan pendukung.
Bukan cuma packaging.

Kalau salah masukin kategori, hitungan modal kamu bisa ngaco dan harga jual jadi nggak akurat.

Di video ini aku jelasin biar kamu nggak salah lagi.
Pelanโ€‘pelan aja, yang penting ngerti alurnya.

Yang sudah punya Tools HPP, langsung praktikkan ya.
Yang belum punya, link ada di bio Teropong Uang.

07/03/2026

Ngitung HPP itu beda banget sama meracik masakan.

Nggak ada yang namanya โ€œrasio idealโ€ 30% bahan baku, 20% tenaga kerja, 10% overhead.
Itu semua mitos yang bikin banyak UMKM salah hitung dari awal.

HPP itu bukan soal persentase.
HPP itu soal data nyata yang kamu keluarin:
bahan berapa, gas berapa, kemasan berapa, tenaga kerja ada atau nggak.
Dan tiap UMKM pasti beda.

Selama kamu masih pakai tebak-tebakan, ya wajar kalau jualan laris tapi uangnya nggak pernah ngumpul.

Kuncinya cuma satu:
masukkan data yang benar, pakai angka real, bukan feeling.

Biar nggak salah hitung lagi, aku sudah siapin tools HPP yang tinggal kamu isi.
Link ada di video atau di bio.

Dulu, aku adalah tipe yang percaya bahwa harga harus pakai โ€œrasaโ€. Aku seorang crafter, membuat dompet kulit. Setiap kal...
19/02/2026

Dulu, aku adalah tipe yang percaya bahwa harga harus pakai โ€œrasaโ€. Aku seorang crafter, membuat dompet kulit. Setiap kali ada yang tanya, โ€œIni harganya berapa?โ€ aku selalu gelagapan. Aku hitung modal bahan, lalu ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ angka di atasnya, berharap pelanggan tidak kabur. Hasilnya? Terkadang aku dapat untung tipis, seringkali malah rugi, tanpa pernah benar-benar mengerti ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข.

Keadaan berubah saat seorang klien memesan 50 dompet untuk perusahaan. Saat membuat penawaran, aku ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ด. Aku tidak punya data yang solid untuk memberi harga paket. Jika aku salah hitung, bisakah aku menyelesaikan order besar ini tanpa bangkrut? Ketakutan akan kegagalan yang memalukan membuatku akhirnya duduk dan ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.

Aku buka semua catatan recehan: harga kulit per lembar, pemakaian benang, biaya listrik mesin jahit, ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ถ pengerjaan per produk, hingga nilai penyusutan alat. Untuk pertama kalinya, aku melihat bisnisku bukan sebagai โ€œkegemaran yang menghasilkan uangโ€, tapi sebagai ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด.

Angka akhir yang muncul membuatku tenang sekaligus tercengang. Itu jauh lebih tinggi dari tebakan-tebakanku selama ini. Tapi dengan angka itulah, untuk pertama kalinya, aku bisa menatap mata klien dan berkata, โ€œIni harga saya, dan inilah ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ,โ€ dengan percaya diri yang sebelumnya tak pernah ada.

Saat order itu selesai dan pembayaran masuk, aku merasakan sesuatu yang berbeda. Uang itu terasaโ€ฆ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ. Bukan haram secara agama, tapi ๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ. Inilah yang disebut โ€œ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ช ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จโ€. Uang datang bukan karena keberuntungan, tapi karena kita telah menjadi ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ atas nilainya.

Pelajaran berdarah-darah itu mengajariku: Uang akan mencintaimu ketika kamu berani berdiri di belakang angka yang jujur. Itu adalah bahasa universal yang menghargai setiap detik usahamu.

Aku pernah berpikir kalau โ€˜uang itu jahatโ€™. Ia selalu datang sebentar, lalu lari ke orang lain. Dulu, setiap lihat orang...
17/02/2026

Aku pernah berpikir kalau โ€˜uang itu jahatโ€™. Ia selalu datang sebentar, lalu lari ke orang lain. Dulu, setiap lihat orang sukses, aku bisikin ke diri sendiri: โ€œAh, dia cuma beruntung aja.โ€ Sampai akhirnya bisnis kecil-kanku sendiri hampir tumbang.

Waktu itu, aku jualan brownies kukus. Harganya aku pasang ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จโ€”cuma ikut-ikut harga pasar. Yang penting murah, biar laku. Hasilnya? Ramai sih. Tapi setiap akhir bulan, aku malah bingung: โ€œ๐˜œ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข?โ€ Aku sibuk banget, tapi dompet tetap kempes. Uang seolah ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ dariku.

Suatu hari, aku ikut kelas finansial UMKM dan ditantang untuk bedah HPP browniesku. Saat itulah aku tersentak. Ternyata, setelah dihitung ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด, biaya per potongnya bukan Rp5.000 seperti kugira, tapi Rp7.300. Sedangkan aku jual cuma Rp6.000. Aku ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ณ๐˜ฑ2.300 ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ. Aku bukan pebisnis, aku ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ.

Dalam bahasa Teropong Uang: saat itu, ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ. Bukan karena aku orang jahat, tapi karena aku berlaku ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ pada angka. Aku menghina kerja kerasku sendiri dengan tidak mau paham detailnya. Uang itu seperti energiโ€”ia akan mengalir ke tangan yang mengenalinya dengan baik, yang menghormatinya dengan perhitungan yang jujur.

Sejak aku berdamai dengan angka, memelajari HPP sampai ke titik paling dasar, segalanya berbalik. Aku naikkan harga dengan percaya diri karena tahu nilainya. Pelanggan justru menghormatiku karena transparansi. Sekarang, uang itu ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ. Ia betah di rekeningku, karena aku tak lagi menyia-nyiakannya.

Ini bukan soal nasib. Ini soal ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ. Kamu memilih jadi pebisnis yang dicintai uang, dengan cara mau memahami bahasanya: angka. Atau kamu memilih dibencinya, dengan terus berdagang sambil memejamkan mata.

Aku pernah ada di fase ngerasa "sudah jadi orang" cuma karena liat angka omzet di mutasi rekening yang jumlahnya lumayan...
15/02/2026

Aku pernah ada di fase ngerasa "sudah jadi orang" cuma karena liat angka omzet di mutasi rekening yang jumlahnya lumayan. Tiap ada yang tanya bisnis gimana, aku jawab dengan bangga kalau penjualannya naik terus. Aku merasa paling produktif sedunia karena setiap hari sibuk operasional.

Tapi ada satu sore yang bikin aku terduduk lemas di depan laptop. Pas aku coba iseng bedah ๐—›๐—ฃ๐—ฃ lebih dalamโ€”bukan cuma harga bahan baku, tapi sampai ke biaya listrik yang naik, kuota internet buat balas chat pelanggan, sampai biaya parkir tiap ke supplierโ€”ternyata angka-angka kecil itu kalau dikumpulin jumlahnya mengerikan. Aku baru sadar kalau "keuntungan" yang selama ini aku pakai buat jajan kopi mahal sebenarnya adalah modal yang pelan-pelan terkikis.

Rasanya nyesek banget. Kayak kamu lagi bawa ember bocor, kamu pikir embernya penuh karena kamu terus-terusan isi air, tapi ternyata bagian bawahnya sudah mau jebol. Aku malu sama diri sendiri karena selama ini aku cuma fokus ke "berapa yang masuk", tapi buta sama "berapa yang sisa".

Pelajaran pahit ini bikin aku paham kalau bisnis itu bukan tentang siapa yang omzetnya paling gede, tapi siapa yang paling ๐—ท๐˜‚๐—ท๐˜‚๐—ฟ sama angkanya. Ternyata, tahu HPP sampai ke satuan terkecil itu bukan soal pelit atau perhitungan, tapi soal cara kita menghargai waktu dan tenaga yang sudah kita buang buat bisnis ini.

Sekarang aku lebih milih punya omzet kecil tapi aku tahu persis ke mana perginya setiap rupiah, daripada kelihatan sibuk tapi sebenarnya cuma lagi nunggu waktu buat bangkrut pelan-pelan.

Aku pernah melewati fase di mana aku mengira "kesibukan" sama dengan "produktivitas". Setiap hari dari pagi sampai malam...
13/02/2026

Aku pernah melewati fase di mana aku mengira "kesibukan" sama dengan "produktivitas". Setiap hari dari pagi sampai malam aku terjun langsung ke semua operasional: dari belanja bahan, produksi, packing, sampai kirim barang. Rasa capek di penghujung hari kupakai sebagai bukti kalau bisnisku lagi on fire.

Lalu ada satu momen yang bikin semuanya runtuh. Saat ada pelanggan setia tanya, "Kak, kapan ada diskon lagi? Kemarin kan diskon 30%." Aku cek catatan, dan jantungku langsung berdebar kencang. Ternyata, diskon "gila-gilaan" yang aku kasih bulan lalu untuk serukan "Ramai-ramai" malah bikin aku jual rugi. Aku hitung ulang HPP-nya, dan ternyata harga setelah diskon itu bahkan nggak nutup biaya tenaga kerjaku sendiri. Aku selama ini bukan sedang "berjualan", tapi sedang "membeli pelanggan" dengan cara membakar modal.

Rasanya seperti ditampar keras. Selama ini aku pikir aku pinter memancing pelanggan dengan diskon, tapi tanpa sadar aku justru memberikan umpan yang lebih mahal dari ikannya. Aku sibuk, produksi jalan, tapi uang di rekening bisnis malah menipis pelan-pelang. Aku terjebak dalam ilusi "keramaian" yang justru menggerogoti pondasi.

Dari situlah aku belajar satu prinsip yang sekarang jadi pegangan: dalam bisnis, ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ itu penting, tapi yang lebih vital adalah ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ yang sehat. Sekarang, sebelum buat strategi promo apapun, aku selalu tanya ke diri sendiri: "Apakah ini bikin bisnismu tetap hidup dalam jangka panjang, atau cuma bikin kamu keliatan sibuk dan populer sebentar?"

Karena sekarang aku paham, tujuan berbisnis bukan untuk jadi pahlawan yang memberi harga murah ke semua orang, tapi untuk membangun ekosistem yang adil: dimana pelanggan dapat nilai terbaik, dan kita sebagai pelaku usaha juga bisa terus bernapas lega untuk berinovasi dan memberi layanan yang lebih baik.

Aku punya confession yang mungkin kamu rasakan juga: dulu, aku sering iri sama orang yang keliatan "sukses mendadak". Ka...
11/02/2026

Aku punya confession yang mungkin kamu rasakan juga: dulu, aku sering iri sama orang yang keliatan "sukses mendadak". Kayak yang bisnisnya langsung viral, atau yang karirnya melesat cuma dalam setahun. Aku mikir, "kok bisa ya, gue di sini berjuang pelan banget?"

Sampai suatu ketika, aku ngobrol sama salah satu founder yang sering disebut "overnight success" itu. Dan ceritanya bikin aku malu sama pikiranku sendiri. Ternyata, sebelum "mendadak" itu, dia sudah gagal tiga kali dalam bisnis sejenis. Yang viral itu adalah produk keempatnya. Dia punya folder penuh dengan desain yang ditolak, riset pasar yang salah, dan prototype yang jelek. Itu belum termasuk tabungannya yang nyaris habis dan hubungannya yang sempat renggang karena sibuk berjuang.

Di situlah aku sadar: ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ "mendadak". Yang keliatan cuma puncak gunung esnya, sementara 90% badan es yang beku dan beratnya ada di bawah permukaan, tidak terlihat. Kita hanya menyaksikan "achievement", tapi buta terhadap "proses" yang berantakan dan mahal.

Makanya sekarang, tiap kali aku lihat kesuksesan orang, aku tanya ke diri sendiri: "Apa yang bisa aku pelajari dari ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ yang mereka tempuh, bukan cuma dari ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด๐˜ช yang mereka capai?" Mindset ini yang bikin aku lebih tenang menjalani prosesku sendiri. Aku gak lagi merasa tertinggal, karena aku tahu yang sedang aku jalani adalah bagian dari "badan es" yang suatu hari akan menopang puncakku sendiri.

Pesan utamaku cuma satu: Jangan sampai kita terpesona oleh panggung yang terang, sampai lupa betapa gelap dan sunyinya ruang latihan yang harus dilewati untuk sampai ke sana. Fokuslah membangun "badan es" muโ€”kokoh, massif, dan siap menopang apa pun yang akan kamu puncaki nanti.

09/02/2026

Harga kompetitor bukan acuan.
Kamu nggak tahu HPP mereka, margin mereka, atau kondisi mereka.
Bisa jadi mereka murah karena kuatโ€ฆ
bisa jadi karena mereka nggak sadar lagi rugi.

Harga jual yang sehat selalu lahir dari angka kamu sendiri.
Bukan angka orang lain.

"๐—ž๐—ฎ๐—บ๐˜‚ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐—ฎ๐—ต ๐—ž๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ ๐—ž๐—ผ๐—บ๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—ง๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ-๐—ง๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ ๐—ก๐—ฎ๐—ถ๐—ธ?" Aku ingat betul wajahnyaโ€”campur aduk antara lelah dan bingung. Di ...
09/02/2026

"๐—ž๐—ฎ๐—บ๐˜‚ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐—ฎ๐—ต ๐—ž๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ ๐—ž๐—ผ๐—บ๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—ง๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ-๐—ง๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ ๐—ก๐—ฎ๐—ถ๐—ธ?"

Aku ingat betul wajahnyaโ€”campur aduk antara lelah dan bingung. Di layar laptopnya, toko online-nya ๐—น๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐˜. Tapi setiap akhir bulan, dia malah bertanya, "๐—จ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ, ๐˜€๐—ถ๐—ต?"

Dia punya usaha snack homemade yang estetik banget. Setiap hari, notifikasi order berdering tanpa henti. Tapi ada satu hal yang bikin dia selalu deg-degan: *setiap kali buka dashboard Shopee, kebijakan berubah.* Komisi naik dikit. Promosi wajib ikut. Biaya admin berubah lagi.

"Awalnya komisi cuma 5%," katanya sambil geleng. "Sekarang bisa tembus 15% kalau lagi promo ๐—•๐—ถ๐—š ๐—ฆ๐—”๐—Ÿ๐—˜. Aku jualan ๐—ด๐—ฎ๐—ธ ๐—ท๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜€ untungnya berapa, karena HPP aja aku hitungnya asal."

Dan itu ๐—ฟ๐—ฒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—บ๐—ฎ-๐—ป๐˜†๐—ฎ: "๐—ฌ๐—ฎ๐—ต, ๐—น๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ด ๐—ฝ๐—ฎ๐˜€๐˜๐—ถ."
Tapi lama-lama, dia mulai ngeh. Setiap ada flash sale, dia malah *ketar-ketir*. Bukan karena takut sepi, tapi karena takut rugi tanpa sadar.

Aku nggak akan menyuruh kamu buka spreadsheet rumit. Tapi coba bayangin ini:
- HPP per toples snack: Rp 18.000
- Harga jual di Shopee: Rp 25.000
- ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ ๐—ธ๐—ผ๐˜๐—ผ๐—ฟ: Rp 7.000, pikirnya.

Tapi itu belum dipotong:
- Komisi platform (yang s**a mendadak naik)
- Biaya promo (wajib, kalau nggak ikut, produkmu tenggelam)
- Biaya kirim (kadang ditanggung seller)
- ๐—ช๐—ฎ๐˜€๐˜๐—ฒ produk rusak saat pengiriman

Setelah dihitung ulang, laba kotornya ๐—ฐ๐˜‚๐—บ๐—ฎ ๐—ฅ๐—ฝ ๐Ÿญ.๐Ÿฑ๐Ÿฌ๐Ÿฌ. Bahkan kadang minus. Dia jualan ๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ต, bukan ๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ถ๐—ธ๐—ถ๐—ฟ.

Dia cerita, "๐—”๐—ธ๐˜‚ ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—ต๐—ถ๐˜๐˜‚๐—ป๐—ด ๐Ÿญ๐Ÿฌ๐Ÿฌ ๐—ผ๐—ฟ๐—ฑ๐—ฒ๐—ฟ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ, ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐—ฎ๐—ธ๐˜‚ ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—ธ ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐˜‚๐—ฟ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ ๐—ธ๐—ต๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ฟ ๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ต๐—ฎ๐—ฏ๐—ถ๐˜€ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฏ๐—ถ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ด๐—ฎ๐—ธ ๐—ฎ๐—ธ๐˜‚ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—บ."

Momen universalnya di sini: berapa banyak dari kita yang ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ฐ๐˜‚ ๐—ผ๐—ฟ๐—ฑ๐—ฒ๐—ฟ ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ฝ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—บ๐—ถ ๐—ฏ๐—ถ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ธ ๐—น๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ฟ? Platform digital itu seperti lautโ€”kadang tenang, kadang gelombangnya ๐—ฑ๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฟ๐—ผ๐˜†๐—ฒ๐—ธ๐˜€๐—ถ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฐ๐—ถ๐—น ๐—ธ๐—ถ๐˜๐—ฎ.

Prosesnya dimulai dari satu langkah sederhana: dia akhirnya ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ถ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐—ฎ๐˜ ๐˜๐—ฎ๐—ฏ๐—ฒ๐—น ๐—›๐—ฃ๐—ฃ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฟ๐—ฒ๐—ฎ๐—น.
Bukan cuma bahan baku, tapi ๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฎ ๐—ฏ๐—ถ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐—ป๐˜†๐—ถ: listrik untuk oven, kemasan tambahan agar tidak rusak, bahkan waktu yang dia habiskan untuk packing.

Dari situ, dia baru bisa bernapas. Bukan karena tiba-tiba kaya, tapi karena dia ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐—ฒ๐—ด๐—ผ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ฐ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฐ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฑ๐—ฎ๐˜€. Kapan ikut promo, kapan menahan diri. Kapan bisa nawar dengan kurir, kapan harus tegas dengan harga minimum.

Pelajarannya?
๐—•๐—ถ๐˜€๐—ป๐—ถ๐˜€ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ท๐˜‚๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป๐—น๐—ฎ๐—ต ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—น๐˜‚ ๐—น๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€, ๐˜๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฎ๐—ต๐˜‚ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ถ๐˜€ ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—ต๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ ๐˜๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐—ฝ๐˜‚๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐—น๐˜‚๐—ฎ๐—ฟ.

Jadi, kalau kamu lagi merasa "๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ธ๐—ธ๐—ฎ๐—ป" ๐—ผ๐—น๐—ฒ๐—ต ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—น๐—ฎ๐˜๐—ณ๐—ผ๐—ฟ๐—บ, coba tanya satu hal dulu:
"๐—”๐—ฝ๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐˜๐˜‚๐—น-๐—ฏ๐—ฒ๐˜๐˜‚๐—น ๐—ฎ๐—ธ๐˜‚ ๐˜๐—ฎ๐—ต๐˜‚ ๐—ฏ๐—ถ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ต๐—ถ๐—ฑ๐˜‚๐—ฝ ๐—ฝ๐—ฟ๐—ผ๐—ฑ๐˜‚๐—ธ๐—ธ๐˜‚ ๐˜€๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ?"

Karena pondasi itu nggak terlihat, sampai gelombang datang.
Dan yang selamat bukan yang paling cepat berenang, tapi yang paling paham kedalaman airnya sendiri.

07/02/2026

Harga jual itu bukan tentang kamu. Bukan tentang perasaanmu. Bukan tentang โ€œkayaknya segini cukupโ€. Harga jual itu lahir dari HPP. Dari angka yang bisa kamu pertanggungjawabkan. Kalau kamu jual di bawah harga minimal, kamu bukan lagi jualan. Kamu sedang nyumbang ke pelangganmuโ€ฆ tanpa mereka tahu. Dan bisnis yang nyumbang terus nggak akan pernah bertahan lama. Besok kita belajar cara nentuin harga jual yang bener. Tetap di sini.

Aku pernah lihat temen deket benar-benar hancur karena bangkrut, cuma dalam 6 bulan buka coffee shop. Parahnya, tempatny...
07/02/2026

Aku pernah lihat temen deket benar-benar hancur karena bangkrut, cuma dalam 6 bulan buka coffee shop. Parahnya, tempatnya itu ๐—ฟ๐—ฎ๐—บ๐—ฒ, ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ฝ๐—ถ. Tapi dia sibuk ngurusi estetika feed Instagram, nyari playlist yang aesthetic, sampai lupa ngitung yang paling dasar: ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ด, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ?

Di sinilah HPP (Harga Pokok Penjualan) main. Dia itu ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ต๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ฒ๐—ฏ๐—ผ๐—ต๐—ผ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป terbaik kamu. Dia tunjukin semua "tulang rusuk" bisnismu yang patah: harga biji kopi, susu, sewa tempat, listrik, bayaran karyawan, hingga plastik sedotan per gelasnya. Tanpa ngerti ini, kamu cuma lagi ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ฝ. Itu bukan bisnis, itu judi yang pake kostum.

Makanya, Teropong Uang selalu gebukin satu poin: ๐—ž๐—จ๐—”๐—ฆ๐—”๐—œ๐—ก ๐—›๐—ฃ๐—ฃ ๐——๐—จ๐—Ÿ๐—จ. Bukan buat bikin kamu takut, tapi biar kamu ๐—ด๐—ฎ๐—ธ ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—ธ๐—ฎ๐—ด๐—ฒ๐˜-๐—ธ๐—ฎ๐—ด๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ป. Pas kamu pegang itu angka sakti, baru kamu bisa ngambil keputusan dengan otak, bukan cuma modal nekat. Mau kasih diskon? Bisa. Mau nawarin buy 1 get 1? Tau risikonya. Semuanya jadi hitungan, bukan cemburu buta sama competitor.

Intinya, ngerti HPP itu tanda kamu ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ต๐—ผ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—บ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐˜†๐—ฎ sendiri. Kamu kasih fondasi, bukan cuma tempel wallpaper cantik di tembok yang retak. Jangan sampe kamu sibuk naik level, tapi ternyata main game yang salah dari awal.

Address

Surabaya

Opening Hours

Monday 09:00 - 18:00
Tuesday 09:00 - 18:00
Wednesday 09:00 - 18:00
Thursday 09:00 - 18:00
Friday 09:00 - 18:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Strategi Bisnis Anti Rungkad posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share