16/05/2015
malam ini kita akan berbicara tentang masalah usaha atau iktisab ,,,,sebelum kita memasuki pembahasan kita mestilah tau bahwa sebenarnya bila di tinjau dari segi tauhid usaha seseorang itu tak luput dari kudrah dan iradah Allah,,,oh ya ,,,sahabat disini saya akan mencoba mengungkap bahwa iktisab seseorang memang sudah di tentukan apakah itu benar,,,!
nah untuk lebih jelas ntar sahabat mohon di kaji ulang apakah ini pembahasan yang sesuai dengan itiqad kita,,,tentu itu juga harus di kaji dengan pendekatan ilmu tauhid yang mendalam ,,,oh ya saya mulai dengan kemanusianya ,, manusia sebenarnya punya kudrah dan iradah juga ,,itu di sebut dengan kudrah dan iradah haditsah yaitu kudrah dan iradah yang berasal dari Allah yang maknanya kudrah iradah yang ada pada manusia ini tidak luput dari kudrah dan iradah Allah,,,nah disini apakah benar iktisab ini yang maksudnya sudah di tentukan ,,,ketentuan itu semua disebut ketetapan yang semuanya ditetapkan oleh Allah,,,di dalam azali semuanya sebenarnya telah ditentukan oleh allah ,,dan itu tidak bisa di ganggu gugat lagi ,,,ketetapan ini lah yang sedang kita jalani dan akan kita habiskan sehari demi sehari,,,apapun yang terjadi ini semua telah Ada dalam Azali Allah,,,,nah bagaimana dengan usaha kita apakah bila kita berusaha dalam bekerja dan berbisnis ini pun sudah di tentukan Allah,,,maha besar Allah ,,,lankah rezeki pertemuan dan maut itu sudah ditetapkan oleh Allah,,,!
namun ikhtiyar juga harus ada pada manusia ,,,kita juga diwajibkan oleh allah berusaha ,,,karna allah juga akan membalas dan memberi sesuai dengan usaha kita masing2,,,,jadi dalam berusaha di bisnis ,dagang ,dan berwira usaha lainnya semuanya memang sudah ditetapkan apakah itu kerja, hasil dan lainnya ,,, namun kita butuh ikhtiyar ,,,dan insyaallah semua yang telah di tetapkan adalah yang terbaik bagi kita di sisi allah,,,!
Wallahu a'lam bisshawab,,,,!