25/07/2021
Dolar AS Menguat Setelah Euro Gagal Naik
Dolar AS menguat atas mata uang utama hari Kamis karena investor mencerna pernyataan dari presiden ECB. Dolar AS sempat jatuh setelah data klaim pengangguran AS naik menjadi 419 ribu, lebih besar dari perkiraan. Di sisi lain, euro menguat pada awalnya setelah ECB memenuhi ekspektasi dengan berjanji untuk mempertahankan suku bunga pada rekor terendah lebih lama lagi. Dalam konferensi pers-nya, Presiden ECB Christine Lagarde tidak mengatakan apa pun untuk mengubah pandangan kehati-hatian pasar terhadap zona euro. Lagarde mengatakan gelombang baru pandemi virus corona dapat menimbulkan risiko bagi pemulihan kawasan, meskipun dia memang menawarkan prospek ekonomi yang lebih seimbang. Euro akhirnya turun 0,2% $1,1767, tidak jauh dari level terendah 3,5 bulan di $1,1752 yang dicapai hari Rabu. Sedangkan Indeks dolar naik 0,1% menjadi 92,852, karena dampak dari data klaim pengangguran AS memudar.
Loonie Flat Menjelang Data Retail Sales Kanada
Dolar Kanada (loonie) cenderung flat pada hari Kamis, namun tetap mempertahankan kenaikan selama dua hari terakhir berkat kenaikan harga minyak dan menjelang data retail sales Kanada. Loonie diperdagangkan flat pada 1,2558 atas greenback, setelah bergerak di kisaran 1,2529-1,2594. Analis memperkirakan data penjualan ritel pada hari Jumat menunjukkan penurunan 3% di bulan Mei.
Emas Rebound Setelah Penurunan Yield Obligasi AS
Emas menguat hari Kamis setelah saham dan imbal hasil obligasi AS turun, mengimbangi penguatan dolar dan mendorong minat beli safe haven. Spot emas naik 0,1% menjadi $1,804,45 per ons. Benchmark Imbal hasil Treasury AS turun setelah mencapai level tertinggi satu minggu dan saham memangkas kenaikan awal karena sentimen risiko dibatasi oleh data yang menunjukkan klaim pengangguran AS naik di luar perkiraan.
Minyak Lanjutkan Kenaikan Berkat Ekspektasi Pasokan yang Ketat
Harga minyak menguat pada hari Kamis, memperpanjang kenaikan dalam tiga sesi terakhir di tengah ekspektasi pasokan yang lebih ketat hingga 2021 karena ekonomi pulih dari krisis virus corona. Minyak Brent naik 2,2% menjadi $73,79 per barel, sementara WTI) AS menetap di $71,91 per barel, atau 2,3%. OPEC+ minggu ini menyetujui kesepakatan untuk meningkatkan pasokan minyak sebesar 400.000 bph dari Agustus hingga Desember untuk mendinginkan harga dan memenuhi permintaan yang meningkat. Tetapi karena permintaan masih akan melebihi pasokan pada paruh kedua tahun ini, Morgan Stanley memperkirakan bahwa minyak Brent akan diperdagangkan pada $70-an per barel untuk sisa tahun 2021. Sementara itu, Persediaan minyak mentah AS naik di luar perkiraan sebesar 2,1 juta barel pekan lalu menjadi 439,7 juta barel, kenaikan pertama kalinya sejak Mei, menurut data Energy Information Administration (EIA) AS.
Wall Street Menguat Berkat Kenaikan Saham Teknologi
Wall Street melanjutkan kenaikan di hari ketiga berturut-turut higga Kamis. Namun kenaikannya mulai berkurang jika dibandingkan dengan penguatan kemarin. Saham-saham Big Tech mendorong kenaikan Wall Street karena data ekonomi yang lesu dan pendapatan perusahaan yang beragam mendorong poros kembali ke saham pertumbuhan. Indeks Dow Jones naik 0,07%, S&P 500 naik 0,20% dan Nasdaq menguat 0,36%.
Fokus Hari ini: PMI Global
Hari ini akan dirilis data PMI global, baik dari sektor manufaktur maupun jasa, yang akan menunjukkan optimisme pelaku sektor bisnis terhadap prospek perekonomian ke depan. Perkiraan dari angka PMI masih menunjukkan ekspansi di beberapa negara maju. Namun, jika terindikasi adanya perlambatan pada angka PMI tersebut kemungkinan bisa memukul mata uang berisiko dan membuat dolar kembali menguat.