09/05/2012
Anak Sering Bertanya Banyak Hal? Ini Cara Jawabnya!
Saya selalu saja kehabisan akal menghadapi pertanyaan-pertanyaan aneh yang terlontar dari anak-anak saya. Seperti waktu putri saya, kala itu berusia 5 tahun, bertanya mengapa boneka babi kesayangannya tidak punya p***s. Padahal itu boneka babi jantan, kan? Saat itu, betapa jelas keterbatasan saya dalam memberikan jawaban yang memuaskan.
Hampir tiap hari saya selalu dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan yang bikin puyeng seperti itu, biasanya ketika saya sedang sibuk menyiapkan makan malam atau menyetir mobil. Apa makanan tikus got? Kenapa ibu punya nenen tapi ayah tidak? Setelah duapuluh-belas, ada angka berapa?
Terima sajalah. Kalau sudah bersama anak-anak, nyaris tidak ada topik yang tidak dibahas. Dan meski saya tak bisa menjawab soal duapuluh-belas (atau, soal kebiasaan makan tikus got), saya menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang mungkin pernah Anda lontarkan.
Kok, anak bertanya terus, sih?
Mereka tengah berusaha memahami dunia yang cukup mengherankan di mata mereka, jelas Carol Faulkner, Ph.D., psikolog anak di Bradley Hospital di Providence, AS. “Anak kecil itu tak ubahnya orang dewasa di negara asing,” katanya. “Mereka punya berbagai pengalaman dan sensasi baru setiap hari. Terkadang menyenangkan, tapi kadang juga membingungkan.”
Pertanyaan yang terus-menerus mengalir menunjukkan bahwa anak Anda tengah berkembang. Jenis pertanyaan-pertanyaan yang kemungkinan ia ajukan juga berhubungan dengan usianya.
Usia 2 tahun: Pemahaman bahasanya sedang berkembang, dan seringkali ia akan mengajukan pertanyaan yang bersifat mengidentifikasi sesuatu: “Itu apa?” Jawaban Anda akan memperkaya kosa katanya.
Usia 3 tahun: Seiring perkembangan otaknya, pertanyaannya juga akan berkembang ke “Mengapa” atau “Kenapa”. “Kenapa malam itu gelap?” Di usia ini, jawaban Anda membantunya memahami apa yang ia alami.
Usia 4 tahun ke atas: Ia mulai menyadari ada dunia di luar pengalaman sensoriknya sendiri...