Menwa UMS

Menwa UMS Resimen Mahasiswa Mahadipa Batalyon 916 / Samber Nyowo UMS. Mencintai Negara Adalah Sebagian Dari Iman
http://menwaums.org

Komando Resimen Mahasiswa Mahadipa Jawa tengah Batalyon 916 Samber Nyowo UMS Solo bekerjasama dengan Skuadron Pendidikan...
15/04/2017

Komando Resimen Mahasiswa Mahadipa Jawa tengah Batalyon 916 Samber Nyowo UMS Solo bekerjasama dengan Skuadron Pendidikan 405 Pusat Pendidikan Polisi Militer TNI AU LANUD ADI SUMARMO SOLO menyelenggarakan.

PENDIDIKAN PROVOOST RESIMEN MAHASISWA MAHADIPA TINGKAT PROPINSI JAWA TENGAH ANGKATAN I TAHUN 2017.

Memperingati...SERANGAN OEMOEM 1 MARET 1949
01/03/2017

Memperingati...
SERANGAN OEMOEM 1 MARET 1949

26/02/2017

Memperingati HUT ke 1 DPK IARMI SOLO RAYA diadakan serangkaian kegiatan hari ini Minggu 26 Februari 2017.
Kegiatan diawali dengan aksi sosial berupa Donor Darah. Pengurus DPK IARMI SOLO RAYA menggandeng PMI Cabang Solo menggelar kegiatan ini di sela sela acara CFD (Car Free Day) disepanjang jalan Slamet Riyadi Solo.
Selain itu, sore hari dihari yang sama akan dilakukan kegiatan "Slup Slupan" yaitu acara pindahan/menempati Kantor Baru DPK IARMI Solo Raya.

Keluarga Besar Komando Resimen Mahasiswa Mahadipa Satuan 916 / Samber Nyowo Universitas Muhammadiyah Surakarta mengucapk...
26/02/2017

Keluarga Besar Komando Resimen Mahasiswa Mahadipa Satuan 916 / Samber Nyowo Universitas Muhammadiyah Surakarta mengucapkan...

SELAMAT ULANG TAHUN PERTAMA DPK IARMI SOLO RAYA.

Semoga terus sukses dan sukses terus serta berkontribusi pada Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya Wilayah Solo Raya

SELAMAT DAN SUKSESUPACARA PEMBUKAAN PENDIDIKAN DASAR RESIMEN MAHASISWA MAHADIPA YUDHA XL DI DEPO PENDIDIKAN BELA NEGARA ...
12/02/2017

SELAMAT DAN SUKSES
UPACARA PEMBUKAAN PENDIDIKAN DASAR RESIMEN MAHASISWA MAHADIPA YUDHA XL
DI DEPO PENDIDIKAN BELA NEGARA RESIMEN INDUK
KOMANDO DAERAH MILITER IV DIPONEGORO
MAGELANG.

557 Mahasiswa Terpilih dari Perguruan Tinggi di Jawa Tengah siap " digodok" menjadi kader kader Bela Negara Indonesia.

Dibawah asuhan pelatih pelatih yang ahli dibidangnya dari Guru Militer dan Akademisi diharapkan "menelorkan" calon pemimpin masa depan yang mempunyai kemampuan memadukan ilmu pengetahuan dan olah keprajuritan.

Setelah lulus Diksar ini maka dilanjutkan dwngan Pembaretan dan sejak itu maka para mahasiswa ini sudah memiliki NBP (Nomor Buku Pokok) dan resmi menjadi anggota MENWA Indonesia.

Setelah kembali ke kampus mereka menerapkan ilmu yg dipelajari di Satuan atau Batlyon masing masing. Batalyon Menwa di setiap Perti, saat ini berfungsi sebagai Laboratorium kepemimpinan yang mempunyai ciri khas yaitu Pemimpin yang mencintai negaranya diatas rata rata.

12/02/2017

Neraka Pasukan Gurkha

Kesatuan elite dari negara pemenang Perang Dunia II babak belur dihajar tentara Indonesia dan laskar dalam konvoi menuju Sukabumi.


JEMBATAN usang itu terpuruk seperti orang sakit. Selain kanan-kirinya tak bertangan lagi, badan jalannya bolong di sana-sini. Sekitar 30 meter di bawahnya, sungai Cisokan yang berwarna coklat tengah dihinggapi belasan perahu kecil milik para penambang pasir.

Tak banyak orang tahu, jika 72 tahun lalu, di jembatan ini banyak prajurit Inggris meregang nyawa akibat serangan pejuang Indonesia dari tebing-tebing bukit sekitar Sungai Cisokan. Mereka berasal dari Batalion 3/3 Gurkha Riffles Divisi ke-23 The Fighting C**k (Divisi Ayam Jago), sebuah batalion elite Angkatan Darat Kerajaan Inggris yang termasyhur dengan pisau khukrinya.

Cerita berawal dari tertahannya Batalion Jats (termasuk dalam Divisi Ayam Jago) di Sukabumi pada 9-10 Desember 1945, akibat gempuran TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dan laskar. Untuk membantu kedudukan pasukan tersebut, pada 11 Desember 1945 bergeraklah konvoi pasukan penolong itu. “Mereka terdiri dari pasukan 3/3 Gurkha Riffles yang dikawal sejumlah tank Sherman, panser Wagon dan brencarrier,” ujar Letnan Kolonel (Purn) Eddie Soekardi dalam Pertempuran Konvoi Sukabumi-Cianjur 1945-1946.

Namun, radiogram markas besar Sekutu yang memerintahkan pengiriman pasukan penolong itu bocor ke pihak Republik. Atas dasar informasi tersebut, Resimen III TKR Sukabumi memerintahkan Bataliton III pimpinan Kapten Anwar Padmawidjaya menghadang konvoi itu mulai dari jembatan Cisokan sampai Gekbrong.

Sejak pagi, Kompi II di bawah Kapten Dasuni Zahid dan pasukannya menyiapkan posisi stelling di sekitar jembatan Cisokan. Mereka berlindung di balik pepohonan dan di atas tebing di kedua sisi jalan dekat jembatan Cisokan.

Sekitar pukul 09.00, konvoi pasukan Gurkha mulai memasuki zona merah. Mereka bergerak lambat dengan dipandu satu pesawat pengintai. Begitu tiba di bagian tengah jembatan, tanpa ampun mereka dihajar hamburan peluru dan granat dari pasukan Kompi II. Mereka kocar-kacir dan beberapa kendaraan tempur meledak karena menggilas ranjau darat.

“Beberapa prajurit Gurkha yang nekad keluar dari kendaraannya langsung menjadi sasaran para penembak runduk Kompi II,” kisah Eddie kepada Historia.

Kendati dihujani peluru dan granat, konvoi pasukan Gurkha berhasil lolos. Namun, kerugian tak bisa dihindari. Selain korban jiwa, menurut almarhum Idris Priatna, eks Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia cabang Cianjur, mereka juga harus kehilangan satu pesawat pengintai yang hancur menubruk puncak pohon kelapa karena terbang terlalu rendah.

Di kawasan Cikijing, konvoi pasukan Gurkha kembali diserang pejuang Cianjur. Akibatnya, satu truk yang mengakut pasukan meledak bersama para penumpangnya. Untuk menghindari ranjau darat, sejumlah kendaraan tempur berjalan agak ke pinggir.

Konvoi terus mempercepat perjalanannya. Tetapi di wilayah Belendung, lagi-lagi satu truk menggilas ranjau darat hingga meledak dan melontarkan belasan penumpangnya ke udara. Menghadapi situasi kritis itu, pasukan Gurkha hanya bisa berteriak kebingungan sambil menembak dengan sasaran membabi buta.

Memasuki kota Cianjur, konvoi Gurkha dijadikan mainan oleh pasukan gabungan dari berbagai laskar (Barisan Banteng pimpinan Suroso, Hizbullah, Pemuda Sosialis Indonesia dan Sabilillah). Mereka dibuat bingung dengan serangan pararel yang dilancarkan dari balik tembok toko-toko yang berderet sepanjang jalan dan dari gang-gang sempit. Di Cikaret, aksi penembak runduk dari Kompi III pimpinan Kapten Musa Natakusumah cukup merepotkan kedudukan konvoi Gurkha.

Tidak berhenti di Cikaret, di Rancagoong, Warungkondang, Gekbrong dan Sukaraja, neraka tetap mengikuti konvoi tersebut. Di tikungan Rancagoong, mereka kehilangan satu tank Sherman yang menginjak ranjau darat lantas oleng terperosok ke jurang dangkal.

Setelah berulang kali diserang, pasukan Gurkha dalam kondisi babak belur berhasil mencapai kota Sukabumi menjelang malam. Dalam buku The Fighting C**k, The Story of the 23rd Indian Division karya Letnan Kolonel AJF Doulton diceritakan bagaimana kagetnya prajurit-prajurit Batalion Jats begitu menyaksikan pasukan penolongnya dalam kondisi yang sama dengan mereka.

Sudut PraDiksar Menwa Batalyon 916 / UMS Solo di Batu Seribu Pecinan Sukoharjo Jateng.Pradiksar adalah pendidikan awal b...
28/01/2017

Sudut PraDiksar Menwa Batalyon 916 / UMS Solo di Batu Seribu Pecinan Sukoharjo Jateng.

Pradiksar adalah pendidikan awal bagi calon Menwa yang berisi pengenalan dasar keprajuritan sebelum calon anggota dikirim ke Depo Pendidikan Bela Negara Rindam IV Diponegoro Magelang untuk mengikuti Pendidikan Dasar Kemiliteran sebagai syarat sah diakuinya keanggotaan Resimen Mahasiswa Indonesia.

Pradiksar dilaksanakan oleh Satuan Tugas Pradiksar yang dibentuk oleh Komandan Batalyon 916.

Selain mendapat dukungan dari Universitas dan Skomen Mahadipa, Satgas juga mendapatkan dukungan dari Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Kom. UMS dalam bentuk konseling dan tenaga pendidik (gadik).

Tampak personil dari Polsek Bulu Res Sukoharjo dan DPK IARMI Solo Raya ikut melakukan supervisi untuk memastikan pendidikan dilaksanakan sesuai SOP dan Kurikulum agar tidak terjadi tindakan kekerasan dan melampui batas oleh para senior

Salam Bela Negara

09/12/2016

_*"*_ _*IARMI*_ _*&*_ _*MENWA*_ _*PEDULI*_ _*"*_

DPN IARMI & Konas Menwa Indonesia Membuka Posko Peduli Bencana Gempa Bumi Kab. Pidie Jaya Aceh Sekitarnya,

Mari Kita Peduli & Berbagi..
* Bantuan Berupa Uang Bisa Di Transfer Ke :
- Bank Mandiri : 111.00.0669807.0
- Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia

* Bantuan Berupa Barang Bisa Diantar Ke Posko : Jl. Danau Poso E 2/82 Pejompongan Jakarta 10210.

* Contak Person :
Dasril : 081363317281
Sarbunis : 085359626033
* Informasi ini Mohon Di Sebarluaskan....

TTD :
- Ketum DPN IARMI
Dr. (HC) H. Zulkifli Hasan, SE. MM
- Dankonas Menwa Indonesia
Ir. A. Riza Patria, MBA

30/08/2016

Copas dari fb .... B**G KARNO DAN RESIMEN MAHASISWA.

Pada sekitar awal tahun 1960, B**g Karno melakukan kunjungan kerja ke Bandung untuk menyampaikan kuliah umum kepada para Mahasiswa Bandung di halaman depan Kampus ITB Jl. Ganesha.

Setiba di Lapangan Udara Andir (Husein Sastranegara) Presiden/Panglima Tertinggi Soekarno disambut oleh Penguasa Perang Daerah/Panglima Kodam VI Siliwangi Kol. R.A. Kosasih. Setelah menyalami para penyambutnya kemudian Presiden dipersilakan untuk memeriksa Pasukan Jajar Kehormatan bersenjata dengan sangkur (penghormatan senjata dengan pasang sangkur menurut ketentuan hanya diberikan kepada Sang Saka Merah Putih dan Presiden RI). Dengan didampingi oleh Pangdam Siliwangi, Presiden/Panglima Tertinggi diiringi Korps Musik memeriksa Pasukan Jajar Kehormatan yang memberikan penghormatan militer. Setelah itu, sebelum memasuki mobil yang akan mengantarnya ke Kampus ITB, Presiden bertanya kepada Panglima: "Kos, itu tadi pasukan dari mana, kok enggak pakai tanda pangkat?". Pak Kosasih menjawab: "Itu tadi adalah pasukan Resimen Mahasiswa yang sedang dipersiapkan untuk membantu "Operasi Pagar Betis" menumpas gerombolan DI/TII Kartosuwirjo".

Kemudian kepada Kol. R.A. Kosasih, B**g Karno berpesan agar dibina dengan baik karena mereka adalah calon-calon pemimpin. Diantara anggota Resimen Mahasiswa tersebut yang di kemudian hari menjadi tokoh nasional adalah Ir. Siswono Yudo Husodo.

Ketika PKI (Partai Komunis Indonesia) gagal membentuk Angkatan V (Buruh dan Tani yang dipersenjatai) karena ditentang oleh TNI (Menpangad Jend. Ahmad Yani), D.N. Aidit mengadu ke B**g Karno sambil mengajukan protes mengapa TNI diijinkan membangun Resimen Mahasiswa, sambil menunjukkan Radiogram Menko Hankam/Kasab No. AB/3046/64 tertanggal 21 April 1964 yang ditujukan kepada semua Panglima Daerah untuk membentuk dan menyeragamkan Resimen Mahasiswa yang ada di setiap Kodam.

Karena yang menandatangani Radiogram tersebut adalah Jend. A.H. Nasution sendiri, maka Pak Nas dipanggil oleh B**g Karno untuk klarifikasi. Kepada B**g Karno, Pak Nas menjelaskan tentang maksud dan tujuan Radiogram tersebut yakni:
1. Menertibkan dan menyatukan bermacam-macam Resimen Mahasiswa yang timbul sebagai akibat adanya Instruksi Menteri PTIP Nomor 1 Tahun 1962 tanggal 15 Januari tentang Pembentukan Korps Sukarelawan di lingkungan Perguruan Tinggi dalam rangka Trikora Pembebasan Irian Barat.
2. Sebagai titik awal untuk merintis Program Pendidikan Perwira Cadangan melalui Perguruan Tinggi (ROTC: Reserve Officer Training Corps).
3. Dalam upaya melestarikan tradisi semangat bela negara dan patriotisme di kalangan intelektual muda seperti yang telah dibuktikan dalam perang kemerdekaan oleh Tentara Pelajar/Corps Mahasiswa.
Sebelum meninggalkan Istana, Pak Nas bertanya kepada B**g Karno, bagaimana kelanjutannya untuk mengikuti petunjuk Beliau. Jawaban B**g Karno amat singkat: "Teruskan!".

Sebagai akibat "instruksi" Presiden maka muncullah Resimen-Resimen Mahasiswa di setiap Kodam. Di Jawa Barat, Menteri PTIP Prof. Toyib Hadiwijaya memberi nama "Resimen Mahawarman". Di Jakarta Pak Nas memberi nama "Resimen Mahajaya". Di Yogyakarta Jenderal Ahmad Yani memberi nama "Resimen Mahakarta" dan seterusnya.

Di akhir tahun 1965, terdesak oleh demonstrasi-demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam KAMI dan terpengaruh oleh siaran Radio Australia yang menyiarkan berita bahwa TNI akan menggerakkan Resimen Mahasiswa, D.N. Aidit kembali mengadu ke B**g Karno di Istana dengan permintaan agar B**g Karno sesegera mungkin membubarkan Resimen Mahasiswa yang "ternyata" adalah tentaranya Nasution yang dibiayai oleh CIA. Ternyata setelah itu B**g Karno tidak membubarkan Resimen Mahasiswa tetapi malah membubarkan KAMI, bahkan HMI pun tidak dibubarkan.

Kisah-kisah tersebut dikisahkan sendiri oleh alm. Letjen. TNI. (Purn) R.A. Kosasih kepada Tjipto Soekardono sewaktu Tjipto Soekardono menjabat sebagai Kepala Staf Resimen Mahasiswa Mahawarman Jawa Barat pada tahun 1970.

Dahulu di Jawa Barat, anggota Resimen Mahasiswa sebelum menerima penyematan baret pada acara pelantikan, harus terlebih dahulu mengucapkan atau bersumpah yang disebut "Panca Dharma SatyaResimenMahasiswa".

Panca Dharma Satya mengandung lima nilai kesetiaan, yakni:
1. Setia kepada Sang Saka Merah Putih.
2. Setia kepada Pancasila.
3. Setia kepada Konstitusi (UUD 1945).
4. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
5. Setia kepada cita-cita dan nilai-nilai kejuangan Bangsa Indonesia.
Menurut Pak Sutikno Lukitodisastro (mantan Sekretaris Militer Presiden), Panca Dharma Satya itulah yang membuat B**g Karno tidak mau membubarkan Resimen Mahasiswa karena menganggap Resimen Mahasiswa merupakan salah satu wujud dari Nation and Character Building
Sumber : Menwa Info. ( tgl. 24 Agust.2016 ).

Sumedang, 6 November 1908HARI itu.. tepat 11 Desember 1906, Bupati Sumedang, Pangeran Aria Suriaatmaja kedatangan tiga o...
05/06/2016

Sumedang, 6 November 1908

HARI itu.. tepat 11 Desember 1906, Bupati Sumedang, Pangeran Aria Suriaatmaja kedatangan tiga orang tamu. Ketiganya merupakan tawanan titipan pemerintah Hindia Belanda. Seorang perempuan tua renta, rabun serta menderita encok, seorang lagi lelaki tegap berumur kurang lebih 50 tahun dan remaja tanggung berusia 15 tahun. Walau tampak lelah mereka bertiga tampak tabah. Pakaian lusuh yang dikenakan perempuan itu merupakan satu-satunya pakaian yang ia punya selain sebuah tasbih dan sebuah periuk nasi dari tanah liat.

Belakangan karena melihat perempuan tua itu sangat taat beragama, Pangeran Aria tidak menempatkannya di penjara, melainkan memilih tempat disalah satu
rumah tokoh agama setempat. Kepada Pangeran Suriaatmaja, Belanda tak mengungkap siapa perempuan tua renta penderita encok itu. Bahkan sampai kematiannya, 6 November 1908 masyarakat Sumedang tak pernah tahu siapa sebenarnya perempuan itu.

Perjalanan sangat panjang telah ditempuh perempuan itu sebelum akhirnya beristirahat dengan damai dan dimakamkan di Gunung Puyuh tak jauh dari pusat kota Sumedang. Yang mereka tahu, karena kesehatan yang sangat buruk, perempuan tua itu nyaris tak pernah keluar rumah. Kegiatannyapun terbatas hanya berdzikir atau mengajar mengaji ibu-ibu dan anak-anak setempat yang datang berkunjung. Sesekali mereka membawakan pakaian atau sekadar makanan pada perempuan tua yang santun itu, yang belakangan karena pengetahuan ilmu-ilmu agamanya disebut dengan Ibu Perbu.

Waktu itu tak ada yang menyangka bila
perempuan yang mereka panggil Ibu Perbu itu adalah "The Queen of Aceh Battle" dari Perang Aceh (1873-1904) bernama Tjoet Nyak Dhien. Singa betina dengan rencong ditangan yang terjun langsung ke medan perang. Pahlawan sejati tanpa kompromi yg tidak bisa menerima daerahnya dijajah.

Hari-hari terakhir Tjoet Nyak Dhien memang dihiasi oleh kesenyapan dan sepi. Jauh dari tanah kelahiran dan orang-orang yang dicintai. Gadis kecil cantik dan cerdas dipanggil Cut Nyak dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat di Lampadang tahun 1848. Ayahnya adalah Uleebalang bernama Teuku Nanta Setia, keturunan perantau Minang pendatang dari Sumatera Barat ke Aceh sekitar abad 18 ketika kesultanan Aceh diperintah oleh Sultan Jamalul Badrul Munir.

Tumbuh dalam lingkungan yang memegang tradisi beragama yang ketat membuat gadis kecil Cut Nyak Dhien menjadi gadis yang cerdas. Di usianya yang ke 12 dia kemudian dinikahkan orangtuanya dengan Teuku Ibrahim Lamnga yang merupakan anak dari Uleebalang Lamnga XIII.

Suasana perang yang meggelayuti atmosfir Aceh pecah ketika tanggal 1 April 1873 F.N. Nieuwenhuyzen memaklumatkan perang terhadap kesultanan Aceh. Sejak saat itu gelombang demi gelombang penyerbuan Belanda ke Aceh selalu berhasil dipukul kembali oleh laskar Aceh, dan Tjoet Nyak tentu ada disana. Diantara tebasan rencong, pekik perang wanita perkasa itu dan dentuman meriam, dia juga yang berteriak membakar semangat rakyat Aceh ketika Masjid Raya jatuh dan dibakar tentara Belanda...

“..Rakyatku, sekalian mukmin orang-orang Aceh ! Lihatlah !! Saksikan dengan matamu Masjid kita dibakar !! Tempat Ibadah kita dibinasakan !! Mereka menentang Allah !! Camkanlah itu! Jangan pernah lupakan dan jangan pernah memaafkan para kaphe (kafir) Belanda !!". Perlawanan Aceh tidak hanya dalam kata-kata (Szekely Lulofs, 1951:59).

Perang Aceh adalah cerita keberanian, pengorbanan dan kecintaan terhadap tanah lahir. Begitu juga Tjoet Nyak Dhien. Bersama ayah dan suaminya, setiap hari.. setiap waktu dihabiskan untuk berperang dan berperang melawan kaphe-kaphe Belanda. Tetapi perang juga lah yang mengambil satu-persatu orang yang dicintainya, ayahnya lalu suaminya menyusul gugur dalam pertempuran di Glee Tarom 29 Juni 1870.

Dua tahun kemudian, Tjoet Nyak Dhien menerima pinangan Teuku Umar dengan pertimbangan strategi perang. Belakangan Teuku Umar juga gugur dalam serbuan mendadak yang dilakukan Belanda di Meulaboh, 11 Februari 1899.

Tetapi bagi Tjoet Nyak, perang melawan Belanda bukan hanya milik Teuku Umar, atau Teungku Ibrahim Lamnga suaminya, bukan juga monopoli Teuku Nanta Setia ayahnya, atau para lelaki Aceh. Perang Aceh adalah milik semesta rakyat.. Setidaknya itulah yang ditunjukan Tjoet Nyak, dia tetap mengorganisir serangan-serangan terhadap Belanda.

Bertahun-tahun kemudian, segala energi dan pemikiran putri bangsawan itu hanya dicurahkan kepada perang mengusir penjajah.. Berpindah dari satu tempat persembunyian ke persembunyian yang lain, dari hutan yang satu ke hutan yang lain, kurang makan dan kurangnya perawatan membuat kondisi kesehatannya merosot. Kondisi pasukanpun tak jauh berbeda.

Pasukan itu bertambah lemah hingga ketika pada 16 November 1905 Kaphe Belanda menyerbu ke tempat persembunyiannya.. Tjoet Nyak Dhien dan pasukan kecilnya kalah telak. Dengan usia yang telah menua, rabun dan sakit-sakitan, Tjoet Nyak memang tak bisa berbuat banyak. Rencong pun nyaris tak berguna untuk membela diri. Ya, Tjoet Nyak tertangkap dan dibawa ke Koetaradja (Banda Aceh) dan dibuang ke Sumedang, Jawa Barat.

Perjuangan Tjoet Nyak Dhien menimbulkan rasa takjub para pakar sejarah asing hingga banyak buku yang melukiskan kehebatan pejuang wanita ini. Zentgraaff mengatakan, para wanita lah yang merupakan de leidster van het verzet (pemimpin perlawanan) terhadap Belanda dalam perang besar itu.

Aceh mengenal Grandes Dames (wanita-wanita besar) yang memegang peranan penting dalam berbagai sektor, Jauh sebelum dunia barat berbicara tentang persamaan hak yang bernama emansipasi perempuan.

Tjoet Nyak, "The Queen of Aceh Battle", wanita perkasa, pahlawan yang sebenarnya dari suatu realita jamannya.. berakhir sepi di negeri seberang.

05/06/2016

Staff Komando CyberMenwa Samber Nyowo Mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Rukun Islam ke 3...Shaum di Bulan Ramadhan...
Semoga mencapai kemenangan dalam berperang melawan hawa nafsu 30 hari kedepan...

23/05/2016

Ijin melaporkan pada hari Senin tgl 23 Mei 2016 giat aksi unras oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) di Kantor BNN Jl. MT Haryono Cawang Kec. Kramatjati Jaktim. A. Pukul 07.30 Wib massa Menwa tiba di kantor BNN Cawang langsung dan lansung menyanyikan Yel - yel di Trotoar Kantor BNN B. hasil Koordinasi dengan Pimpinan aksi bahwa aksi untuk menyampakan surat yang berisi tentang keberatan sehubungan penyataan yang di sampaikan oleh Kepala Humas BNN (Kombes Pol SLAMET PRIBADI) yang di tayangkan di stasiun TVRI pada hari sabtu tanggal 21 Mei 2016 yang menyatakan menwa merupakan sarang Narkoba.

Adapun yg dapat dilaporkan :

a. Sekitar pukul 08.15 Wib perwakilan Menwa sebanyak 10 orang pimpinan Raden Umar di terima oleh KABIRO UMUM BNN, Brigjen Pol BUDI SUSILO.

b. Dalam pertemuan tersebut KAROUM BNN di dampingi oleh Kasat Intel Polres Jakarta Timur (AKBP HARUN HURDANA)

c. Hasil pertemuan sbb :

1). Karoum BNN
- Menyesalakan pernyataan Kabag Humas BNN (Kombes Pol SLAMET PRIBADI) dan saya atas nama Pribadi dan atas nama KA BNN menyatakan permohonan minta maaf.
- Pernyataan Kombes Selamet salah ucap dan tidak mengkresditkan atau menjelekan korp Menwa dan mungkin itu kata - kata untuk membangun agar Mahasiswa selalu Waspada terhadap Bahaya Narkoba.

2). ERWIN (Wakil Nasional Menwa)
- Kami intinya bersilaturahmi dan memyampaikan Surat kepada KA BNN - kami terkejut ada pernyataan Kombes Slamet Pribadi yang Live di TVRI pada hari sabtu tanggal 21 Mei 2016 yang menyatakan bahwa Menwa sebagai Pengedar Narkoba. -tetap sebagai kelembagaan tidak terlepas dari Institusi dan makanya maka kami memberika surat dan bukti ke KA BNN - kami minta penjelasan langsung ke Kombes Pol Slamet Pribadi apa maksud penyataan dari beliau dan meminta Kombes Slamet Pribadi mohon minta maaf langsung.

3). YANCE (Wakil Komandan Jayakarta)
- Agar Kombes slamet Pribadi menyatakan permohonan maaf secara terbuka

4). SIDIK ENY (Perwakilan Kalimantan Barat)
- Kasus ini tidak masalah sepele tetapi dampaknya sangat luar biasa terutama di luar daerah.

5). RADEN UMAR (Komandan Menwa Jayakarta) .
- Mendukung kerja BNN
- Organisasi Kami di dididik bukan untuk menjadi pengedar Narkoba.

6). Kasat Intel jakarya Timur ( AKBP Harun Hurdana)
- Saya mengucapkan kepada perwakilan Menwa untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
- Bahwa kabag Humas sebagai Corong BNN
- Kita selalu mendukung Program BNN dan jika ada mahasiswa maupun alumni yang terlibat agar di tindak secara Hukum.
- Saya berharap kedepan tidak ada lagi terulang.

d. Sekitar pukul 09.10 wib pertemuan perwakilan Menwa dengan Karo Um BNN selesai dan dan di lanjutkan Foto bersama / Ramah Tamah.

e. Sesuai Informasi pada hari Kamis tanggal 26 Mei 2016 akan ada pertemuan perwakilan Menwa dengan Kombes Slamet Pribadi di Kantor BNN.

f. Sekitar pukul 09.25 Wib masa Menwa meninggalkan kantor BNN dalam situasi aman lancar. Demikian UMP.

Address

Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Surakarta

Telephone

0271717417

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Menwa UMS posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share