Nana Nana - Axa Financial Indonesia

Nana Nana - Axa Financial Indonesia AXA Insurance for you

Teman teman banyak orang menyarankan kepada kita untuk menabung berapapun nilai nya menabung sangat berarti bagi masa de...
21/09/2017

Teman teman banyak orang menyarankan kepada kita untuk menabung berapapun nilai nya menabung sangat berarti bagi masa depan kita kenapa karena dengan menabung kita akan punya dana masa depan yg bisa kita pakai untuk keperluan di masa depan...ada 3 macam tabungan yg mungkin selama ini anda kenal yaitu:
1. ATM tabungan yg jarang di isi tapi di tarik berkali kali...
2. Deposito adalah tabungan jangka menengah yaitu bisa dalam hitungan bulan atau tahun termasuk dalam hal ini adalah Arisan berjangka waktu..
3. Tabungan yg benar benar untuk masa depan adalah Asuransi , di tabungan ini kita di paksa untuk disiplin menabung untuk masa depan kita karena seperti yg kita ketahui banyak orang bisa dapat uang banyak tetapi tidak bisa mengelola dengan baik..
Ke tiga instrumen ini baik tergantung bagaimana kita memanfaatkan.. masing masing instrumen tabungan ini...kalau kita salah dalam menterjemahkan nya maka akan timbul masalah.bagaimana contoh nya: misal orang mengambil tabungan asuransi tetapi berpikir bahwa pola nya seperti ATM atau deposito dan atau arisan maka pasti akan timbul masalah..karena di instrumen asuransi di awal pembentukan nilai nya terkena biaya proteksi pengelolaan dan akuisisi jadi banyak orang akan berkata wah aku rugi nih sudah nabung setahun atau dua tahun uang nya ketika di tarik hasil nya tidak sesuai nilai nya..
Mari kita perhatikan ini adalah bentuk pandangan yg menyamaratakan tabungan berbentuk asuransi dengan tabungan biasa nya dan jadi nya tidak tepat karena tabungan asuransi itu bukan soal untung rugi tetapi mengalihkan resiko yg mungkin terjadi terhadap si pencari nafkah sekira nya terjadi musibah maka keluarga yg di tinggalkan tidak menjadi miskin atau kehilangan nafkah nya karena tersedia warisan dari tabungan asuransi.nah bicara untung rugi benar kalau kejadian nya di awal nasabah menutup tabungan asuransi nya tentu nya akan terkena biaya awal dan akuisisi serta biaya proteksi nya..maka nasabah akan merasa rugi , tapi kalau kondisi nya terbalik nasabah baru nabung sekali terus terjadi resiko berarti untung dong..tapi mau meninggal dulu..nah oleh karena itu tabungan asuransi bukan soal untung dan ruginya tapi pengalihan resiko hidup yg tidak bisa dilawan yaitu kematian sakit kritis serta cacat tetap total..karena semua resiko itu kalau datang tidak bisa dihindari tapi dampak resiko keuangan nya bisa di alihkan lewat tabungan asuransi..Karena asuransi bersifat jangka panjang dan tidak akan ada kata rugi kalau anda melihat nilai uang anda setidak nya 15 tahun ke depan karena nilai investasi akan bertumbuh dalam jangka panjang walaupun nilai nya naik turun tapi kalau kita konsisten menabung terus pasti pertumbuhan nya akan terus meningkat dan satu hal lagi ada orang berkata kalau menabung di asuransi di sumpahin cepet mati..sebenar nya itu sudah pasti tidak benar kenapa ??? Emang perusahaan mau sembarangan terima nasabah ? Semua ada mekanisme nya memenuhi standar perusahaan artinya sehat dan tidak terindikasi ada masalah kesehatan dll kenapa supaya perusahaan tidak membayar claim yg tidak tepat justru sebisa mungkin malah perusahaan akan mendoakan supaya nasabah nya panjang umur dan sehat sehingga tidak perlu claim..itu sekilas penjelasan mengenai persoalan yg sering timbul akibat kesalahan memahami bentuk , fungsi , dan manfaat setiap program nya..just sharing saja teman teman semoga bermanfaat..mau tanya tanya lebih dalam mengenai tabungan asuransi..silahkan hubungi
pH/wa : 085-6283-5555
PT AXA FINANCIAL Indonesia



bagaimanapun, kita bekerja keras untuk yg kita sayangi. demi masa depan mereka.. Saat ini keluar uang, besok juga keluar...
21/09/2017

bagaimanapun, kita bekerja keras untuk yg kita sayangi.
demi masa depan mereka..

Saat ini keluar uang, besok juga keluar uang, bukan?

Kalau sama-sama keluar uang, kenapa ga dicicil aja mulai sekarang?
percaya deh, kita akan berterimakasih pada diri sendiri atas keputusan bijak yang kita ambil sekarang. Jadi jangan tunggu lama"

WA : 085-6283-5555
NANA

Asuransi Yang menjamin : 4 Kepastian1 Geratis Manfaat1 Fasilitas Bisnis # 4 KEPASTIAN: 1. Pasti Masa Bayarnya    (Ass La...
21/09/2017

Asuransi Yang menjamin :
4 Kepastian
1 Geratis Manfaat
1 Fasilitas Bisnis

# 4 KEPASTIAN:
1. Pasti Masa Bayarnya
(Ass Lain Ga pasti, Harus Top Up)
2. Pasti Preminya
(Ass Lain Tiba2 naik, Krena COI jalan trus)
3. Pasti Nilai Tunainya dan pasti cair
(Ass lain masih kira2, Asumsi)
4. Pasti Cair UP nya
(Ass lain kalau nasabah panjang umur, ga cair UP nya)

# GRATIS MANFAAT TAMBAHAN
Geratis Asuransi Kecelakaan
(Ass lain harus bayar lagi)

# DAPATKAN FASILITAS
Gratis Plafond Kredit, tanpa Jaminan dan Suku Bunga yang Ringan jauh dibawah Suku Bunga Bank (Cocok Untuk Anda Para Bisnisman)

Hanya AXA yang punya Program ini.
Hubungi Saya Untuk informasi Program yang akan mrnjamin kepastian masa depan Anda.

Best Regard
Nana
Agency Manager
PT AXA Financial Indonesia

MAU?Program WARISAN Rp 1 Milliar dibayar hanya Rp 129 juta, boleh dicicil 10x Plus:- GRATIS asuransi jiwa karena kecelak...
05/09/2017

MAU?
Program WARISAN Rp 1 Milliar dibayar hanya Rp 129 juta, boleh dicicil 10x

Plus:
- GRATIS asuransi jiwa karena kecelakaan Rp 500 juta
- GRATIS Dana Pensiun Rp 200 juta usia 65th.
Konsultasi bebas biaya:
Nana
pH /wa : 085-6283-5555
AXA Financial Indonesia

Jika Anda tidak siapkan tabungan pendidikan sajak sekarang kemungkinan besar Anda akan dipaksa keluar uang besar di masa...
05/09/2017

Jika Anda tidak siapkan tabungan pendidikan sajak sekarang kemungkinan besar Anda akan dipaksa keluar uang besar di masa depan..Kalau memang berencana sekolahkan anak setinggi tinggi nya mari tukarkan uang kecil Anda menjadi uang besar yg siap memastikan buah hati anda meraih mimpi mimpi nya..
Untuk info lebih lanjut silahkan tanya saya : Nana
pH/wa : 085-6283-5555
AXA FINANCIAL Indonesia...

MAESTRO PROTECTION CARE(Asuransi Kesehatan Pelengkap BPJS)Melengkapi Perlindungan Kesehatan Anda dan Keluarga dengan Jam...
05/09/2017

MAESTRO PROTECTION CARE
(Asuransi Kesehatan Pelengkap BPJS)

Melengkapi Perlindungan Kesehatan Anda dan Keluarga dengan Jaminan UANG KEMBALI.

MANFAAT::::
1. DOUBLE CLAIM (tetap di bayarkan full sesuai Plan, meskipun sudah di bayar oleh asuransi lain termasuk BPJS)
2. Terdapat 4 Tipe Plan pengcoveran
3. Masa pembayaran 8 tahun.
4. Masa pengcoveran 8 tahun
5. Pengembalian premi di akhir tahun ke-8 fix sebesar 50% dari total premi yang dibayarkan, baik pernah klaim ataupun tidak.
6. Cover rawat inap 365 hari / tahun
7. Cover ICU 30 hari / th
8. Santunan Pembedahan 10 X rawat inap biasa (1 kali pertahun)
9. Santunan Duka 10 X rawat inap biasa.
satu tertanggung hanya bisa mengambil satu Plan saja
10. Diskon 10% untuk pengambilan minimal 3 anggota keluarga (maksimal plan, sama dengan tertanggung utama)
11. Terdapat dua tipe pembayaran (6 bulanan dan Tahunan)

MANFAAT TAMBAHAN:::
1. Santunan Tambahan untuk perawatan yang di sebabkan oleh JANTUNG, KANKER dan STROKE (max 30 hari dlm 1 tahun polis)
2. Ada Santunan meninggal karena kecelakaan

Lengkapi perlindungan kesehatan keluarga anda Bersama AXA MPC (Maestro Protection Care)

**Segera miliki Asuransi Kesehatan sebelum "TERLAMBAT"**

Ingat Sehat Ingat AXA

info lebih Lanjut:
Nana
085-6283-5555
PT AXA Financial Indonesia

01/09/2017

Akhir-akhir ini di media sosial sedang hangat didiskusikan dan diperdebatkan perihal universities disruption yang dipicu artikel Jim Clifton, ”Universities: Disruption is Coming”.

Isinya secara garis besar mempertanyakan dan mengkhawatirkan peran masa depan pendidikan tinggi dalam menyuplai tenaga kerja industri di dunia.

Pemicu ditulisnya artikel tersebut adalah iklan Google dan Ernst & Young yang akan menggaji siapa pun yang bisa bekerja dengannya tanpa harus memiliki ijazah apa pun, termasuk ijazah dari perguruan tinggi (PT).

Iklan dari Google dan Ernst & Young tersebut seperti halilintar di siang bolong.

Ia mengejutkan dan menyambar kemapanan yang telah dinikmati oleh PT di seluruh dunia dalam perannya sebagai penyuplai tenaga ahli, hasil riset, dan pemikiran-pemikiran yang dibutuhkan dunia industri.

Namun, peran penting PT saat ini seakan telah dinihilkan oleh Google dan Ernst & Young, yang sebentar lagi barangkali diikuti oleh perusahaan-perusahaan raksasa dunia yang lain.

Lonceng kematian PT seakan telah didentangkan oleh kedua perusahaan raksasa tersebut, menyusul artikel yang ditulis oleh Terry Eagleton, berjudul ”The Slow Death of the University” (2015).

Artikel Eagleton memberikan gambaran bahwa PT sedang melakukan bunuh diri massal melalui pengabaian pada tugas utamanya, yakni ”pendidikan”, karena telah bergeser lebih mengutamakan ”riset dan publikasi”. Lebih menyedihkan lagi, tradisi hubungan dosen dan mahasiswa yang seharusnya berbasis ”guru dan siswa” telah bergeser menjadi ”manager dan pelanggan”.
Khusus di Indonesia, fenomena bunuh diri massal ini ditambahkan oleh keluhan bahwa para dosen saat ini lebih mementingkan meng-update LKD (laporan kinerja dosen) karena berkaitan dengan tunjangan kinerja dosen daripada meng-update materi kuliah yang diampunya.

Pertanyaan menarik untuk diajukan adalah apakah eksistensi pendidikan tinggi akan segera berakhir ataukah tetap akan ada tetapi arahnya akan berbelok tajam tidak mengikuti garis linier lagi?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kiranya perlu:

(1) melihat lagi ke belakang sejarah kaitan antara pengetahuan, sains, dan teknologi;

(2) tahap-tahap perkembangannya;

(3) esensi dan sifat dasar kaitan ketiganya dalam perspektif kekinian; dan

(4) pengaruhnya pada arah pendidikan tinggi kita di masa depan.

Sejak kelahirannya pada abad ke-17, sains modern telah melahirkan tradisi berpikir yang mengikuti garis linier hubungan antara pengetahuan, sains, dan teknologi. Pengetahuan adalah basis dibangunnya premis-premis atau dalil-dalil umum sains, yang untuk selanjutnya sains akan berperan sebagai ibu kandung dari kelahiran teknologi.

Pengetahuan tentang benda-benda di langit yang didasarkan pada pengamatan yang berulang, pada akhirnya telah melahirkan prinsip-prinsip serta dalil-dalil di bidang sains. Kemudian disusul oleh terciptanya peralatan-peralatan yang mampu digunakan untuk membuktikan dengan akurat hipotesis yang dibangun oleh abstraksi sains.
Pendek kata, keberadaan dan perilaku-perilaku alam merupakan sumber berpikir atau guru bagi terbangunnya pengetahuan manusia. Kelak di kemudian hari, pengetahuan tersebut dapat digeneralisasi dalam formula-formula yang dapat menuntun manusia untuk menciptakan alat-alat bantu yang dapat memudahkannya melakukan kegiatan-kegiatan yang sulit dan rumit.

Puncak dari tradisi berpikir yang mengikuti garis linier ini adalah masa yang disebut dalam sejarah sebagai revolusi industri, yang usianya sampai saat ini baru sekitar 200 tahun, tetapi pengaruhnya pada perubahan alam dan perubahan perilaku manusia sungguh sangat luar biasa.

Perkembangan Selanjutnya

Revolusi industri ternyata bukan saja hasil puncak dari perkembangan sains modern, melainkan juga awal terciptanya alam (buatan) baru. Tradisi cara berpikir manusia kemudian berubah dari linier jadi siklikal karena produk-produk teknologi yang dihasilkan manusia tidak saja hanya dilihat sebagai ”hilir” dari pengetahuan dan sains, tetapi juga sebagai ”hulu” pengetahuan untuk melahirkan sains dan produk-produk teknologi baru.

Pergeseran cara berpikir ini dapat kita kenali dari berubahnya cara berpikir yang semula disebut sebagai discovery menjadi innovation.

Cara berpikir ”inovasi” telah meremas pengetahuan, sains, dan teknologi ke dalam satu genggaman tangan untuk kemudian dibentuk jadi bentukan-bentukan baru yang lebih mudah dipahami, lebih canggih, lebih mudah untuk memudahkan manusia, dan tentu saja lebih memesona.
Namun, yang sangat mengejutkan, ternyata dalam waktu hanya sekitar 15 tahun terakhir ini cara berpikir manusia modern sudah bergeser dari ”inovasi” menjadi ”hiper-inovasi” atau tepatnya ”hiper-siklikal”. Artinya, inovasi tidak lagi sekadar dijalankan di atas ”produk tunggal” untuk menambah nilai kebaruan dari produk tersebut, tetapi inovasi dilakukan di atas ”banyak produk” (multiproduk) untuk dilipat jadi satu produk. Alhasil, ia bukan saja melahirkan nilai kebaruan pada produk lama, melainkan sekaligus melahirkan produk-produk baru atau benda-benda baru yang sebelumnya belum pernah ada.

Cara berpikir seperti ini kemudian melahirkan panggung-panggung perlagaan di dunia industri untuk saling bunuh dan saling mengalahkan.

Akhirnya, kita banyak menyaksikan perusahaan-perusahaan raksasa dunia terjungkal tanpa membuat kesalahan manajemen maupun produksi hanya karena munculnya benda-benda industri baru yang mengambil teritori pasarnya lantaran para pelanggannya dengan sukarela meninggalkan produk-produknya karena dianggap kuno alias tidak gaul lagi. Dalam payung berpikir seperti itu (hiper-inovatif), baik produsen maupun konsumen hidup dalam perlagaan-perlagaan yang sangat ketat, sibuk, dan cepat karena ”kegaulan” produk-produk teknologi saat ini jadi berusia amat pendek.

Cara Berpikir Asembling

Untuk melahirkan benda-benda baru serta jasa-jasa baru tersebut di atas dalam payung berpikir ”hiper-inovasi”, sesungguhnya kita telah mereduksi cara berpikir kita dari discovery ke innovation lalu ke asembling. Cara berpikir yang terakhir ini adalah cara berpikir yang menggunakan ilmu gathuk (Jawa). Meng-gathuk-kan orang yang punya sepeda motor atau mobil dengan orang yang memerlukan jasa transportasi melalui IT. Meng-gathuk-kan orang yang perutnya lapar dengan pemilik produk makanan dengan pemilik sepeda motor yang mau disuruh dengan upah melalui IT. Dengan ”ilmu gathuk”, saat ini banyak orang bisa mendapatkan rezeki tanpa harus bekerja di kantor atau di pasar, dan juga banyak orang malas tetapi punya duit yang dimudahkan.
Saat ini, cara-cara berpikir dengan ”ilmu gathuk” telah tumbuh dengan pesat dan subur serta telah melahirkan karya-karya jasa ataupun produk benda-benda yang sangat nyata dan dibutuhkan oleh masyarakat. Ilmu semacam ini dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa harus memiliki ijazah apa pun, termasuk ijazah dari PT. Cara berpikir seperti inilah barangkali salah satu yang dibaca dan ditangkap Google dan Ernst & Young untuk berani merekrut siapa pun tanpa ijazah apa pun untuk bekerja dengannya.

Sistem Pendidikan Asembling

Atas dasar kondisi seperti itulah barangkali Jim Clifton merasa gelisah dan khawatir akan masa depan eksistensi PT dalam perannya sebagai penyedia tenaga kerja industri. Keahlian ilmu gathuk seperti itu ternyata ”tak pernah” dan ”tak perlu” diajarkan PT. Ilmu seperti itu dapat dipelajari siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.
Kekhawatiran Jim Clifton barangkali ”sangat berguna” untuk mendefinisikan ulang peran pendidikan tinggi dalam perubahan-perubahan alam dan kehidupan manusia di masa depan. Paling tidak, ada dua arus utama pendidikan tinggi yang dapat ditawarkan kepada masyarakat.

Pertama, pendidikan tinggi yang diselenggarakan atas dasar semangat discovery.

Artinya, pendidikan tinggi semacam ini mengorientasikan kegiatannya untuk dapat meraih ”penemuan-penemuan” besar yang berguna bagi perubahan-perubahan kehidupan manusia di masa depan. Riset-risetnya dilakukan atas dasar ”kerja kolektif” untuk diarahkan pada ”penyelesaian masalah-masalah besar” dan ”penemuan-penemuan besar” sehingga PT semacam ini jumlahnya memang harus dibatasi, termasuk jumlah mahasiswanya juga dibatasi pada mereka yang memang memiliki kemampuan dasar luar biasa (melalui seleksi yang ketat). Untuk perguruan tinggi semacam ini, idealnya diselenggarakan atas basis subsidi, dalam arti mahasiswa tidak dipungut biaya alias gratis karena mereka kelak akan jadi pemandu perubahan kehidupan manusia. Setelah lulus mereka tidak dibiarkan mencari pekerjaannya sendiri, tetapi sudah dikaitkan dengan tugas-tugas besar yang harus dilakukan.

Kedua, pendidikan tinggi yang diselenggarakan atas semangat berpikir asembling, atau pendidikan yang diselenggarakan untuk melembagakan cara berpikir ”perakit”, sehingga tugas utamanya melahirkan sebanyak-banyaknya tenaga ahli perakit yang sangat dibutuhkan oleh industri.

Pendidikan seperti ini mungkin mirip pendidikan vokasi, tetapi bedanya terletak pada ”cara berpikir” yang luas, melintas disiplin, dan kompetensi yang dihasilkannya mampu melahirkan produk-produk baru, baik berupa barang maupun jasa. Mungkin pendidikan semacam ini tepat disebut ”pendidikan vokasi plus”.

Taiwan, Korea, dan China tampaknya telah memberi perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan semacam ini.

Dengan menyelenggarakan dua arus utama pendidikan tinggi semacam itu (discovery dan asembling), kekhawatiran atas kemungkinan bangkrutnya pendidikan tinggi tidak beralasan lagi. Selain eksistensi pendidikan tinggi tetap dapat dipertahankan, maka pendidikan tinggi dikembalikan lagi perannya sebagai pemandu atau penuntun peradaban manusia, bukannya sebagai pembebek (pengekor) apa saja yang telah dilakukan oleh dunia industri.

Sumber: Prof Sudaryono (Guru Besar UGM) pada kompas 29 Agustus 2017



01/09/2017

"DETEKSI KESOMBONGAN"

SOMBONG adalah PENYAKIT yang sering menghinggapi kita semua. Siapa saja dan apapun status ataupun jabatan kita.

★ Ditingkat Pertama

SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR MATERI, dimana kita merasa:
Lebih kaya,
Lebih berkuasa,
Lebih tinggi jabatan,
Lebih rupawan, dan
Lebih terhormat daripada orang lain.

★★ Ditingkat ke Dua

SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR KECERDASAN, kita merasa:
Lebih rajin,
Lebih pintar,
Lebih kompeten,
Lebih berpengalaman,
Lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

★★★ Ditingkat ke Tiga

SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR KEBAIKAN, kita sering menganggap diri:
Lebih bermoral,
Lebih pemurah,
Lebih banyak amalnya,
Lebih bersemangat berjuang dan beribadah,
Lebih banyak kontribusinya untuk umat.
Lebih besar dari orang lain berdasarkan apa yang sudah dicapai, seraya meremehkan orang lain dengan menganggapnya orang kecil.
Lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, Semakin TINGGI TINGKAT KESOMBONGAN kita, semakin sulit p**a kita mendeteksinya.

SOMBONG karena MATERI mudah terlihat. Namun, SOMBONG karena PENGETAHUAN, apalagi SOMBONG karena KEBAIKAN, SULIT TERDETEKSI. Karena, seringkali hanya berbentuk benih-benih halus didalam batin kita.

Sahabat The A-team, cobalah setiap hari, kita INTROSPEKSI diri kita. Kadang kita butuh orang lain untuk mengintropeksi diri, kita butuh kritikan dan masukan orang lain. Sadarilah, bahwa setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan hendaklah kita banyak-banyak bersyukur supaya kita tidak menjadi buta dengan kepongahan dan kesombongan itu sendiri.

Sahabat The A-team, KESOMBONGAN hanya akan membawa kita pada KEJATUHAN yang semakin dalam, dan disamping itu KESOMBONGAN juga tidak disukai baik oleh PENGHUNI BUMI maupun PENGHUNI LANGIT.

Tetaplah BERSABAR dan RENDAH HATI. Sebab, kadang orang yang kita hadapi ternyata lebih hebat dari kita.





Selamat hari raya Idhul Adha bagi teman teman yg merayakan...
01/09/2017

Selamat hari raya Idhul Adha bagi teman teman yg merayakan...

25/08/2017

HENY BUDI UTARI, PhD.

*Cara Menghilangkan Formalin pada Mie, Tahu dan Ikan*

Formalin adalah bahan kimia berbahaya yang kerap dicampurkan ke makanan oleh pedagang curang. Sebagai konsumen kita pun jadi waswas, takut bila tanpa sengaja membeli makanan berformalin dan meracuni diri dan keluarga sendiri. Untungnya, ada cara untuk menghilangkan kadar formalin dari makanan.

*1. Ikan Asin*

Ikan asin yang berformalin perlu direndam selama 60 menit agar formalinnya terlepas dari ikan dan terlarut ke air rendamannya. Level formalin akan berkurang sebanyak 61.25% bila ikan asin direndam dalam air biasa. Sebaiknya, perendaman ikan asin dilakukan di air garam karena dapat menghilangkan level formalin hingga 89.5%.

*2. Tahu*

Tahu yang berformalin pun bisa dinetralkan dengan cara yang mudah. Cara terbaik adalah dengan merebusnya sampai mendidih kemudian menggorengnya. Teknik ini terbukti dapat menghilangkan hampir semua kandungan formalin di dalam tahu tersebut. Cara lain juga bisa dilakukan dengan mengukusnya atau merendamnya di air panas. Namun, kedua cara ini hanya dapat mengurangi kandungan formalinnya, bukan menghilangkannya secara total.

*3. Mie Basah*

Untuk mie basah, caranya lebih mudah lagi. Cukup rendam saja mie dalam air panas selama 30 menit. Teknik sederhana ini terbukti dapat menghilangkan kandungan formalinnya hingga 100%. Jangan lupa, cuci kembali mie dengan air biasa setelah perendaman untuk memastikan tidak ada sisa formalin yang masih menempel.

*4. Ikan Segar*

Ikan segar yang diberi formalin juga bisa dinetralkan kembali sehingga aman untuk dikonsumsi. Campurkan cuka ke dalam air hingga konsentrasinya mencapai 5%. Kemudian, rendam ikan di larutan tersebut selama 15 menit. *****************
Silahkan di share ke teman2 biar terhindar dari bahaya formalin...

Proud of AXA
23/08/2017

Proud of AXA







21/08/2017

KACA MATA

Bila di siang hari yang terik kita memakai mata hitam, kelihatannya dunia menjadi lebih teduh. Lalu kalau Anda memakai kacamata warna hijau, tiba-tiba semua menjadi lebih hijau. Dan Anda ganti dengan kacamata warna jingga, dunia di sekitar Anda berubah warnanya. Ternyata tiap orang memakai kacamata yang berbeda warna untuk memandang dunia mereka. Contohnya, dua orang melihat seorang ibu menangisi suaminya yang meninggal. Yang satu berkata, “Kasihan, mereka sudah begitu lama berdua, tentu sedih berpisah.” Yang lain berkata, “Setelah meninggal, baru disesali, kenapa tidak dari dulu merawat suaminya.” Yang pertama memiliki orangtua dengan pernikahan yang bahagia, yang satu lagi hidup dalam keluarga yang penuh konflik.

AGREE TO DISAGREE
Dua orang mengamati hal yang sama, memiliki kesimp**an yang berbeda. Ternyata kita tidak memandang dunia apa adanya, tetapi menginterpretasikan sesuai masa lalu, pengalaman, dan kepercayaan kita. Jadi, kalau seseorang punya pendapat yang berbeda dengan kita, kadang yang bisa kita lakukan adalah mengerti dan menerima saja kenyataan bahwa kita memang berbeda, “agree to disagree.”

TANYA MENGAPA
Karena beda persepsi, seringkali kita salah menilai motivasi orang lain. Ini banyak terjadi dalam pernikahan. Daripada salah sangka, lebih baik bertanya, “Aku tidak mengerti kenapa kamu begitu?” Mengerti bahwa kita memakai kacamata berwarna membantu kita untuk lebih berhati-hati sebelum menilai.

UBAH PERSEPSI
Walaupun tidak semudah mengganti kacamata kuning dengan biru, tetapi ternyata cara pandang seseorang bisa berubah. Ketika ia terbuka terhadap informasi yang baru, dan bertanya “mengapa demikian?” Dan ternyata seseorang bisa memilih cara pandangnya.

Sahabat The A-team, dengan dasar apa Anda menyusun cara pandang Anda?
Apakah itu merugikan atau menguntungkan Anda?

KITA TIDAK MELIHAT HAL-HAL SEPERTI APA ADANYA MEREKA, TETAPI SEPERTI APA ADANYA KITA
~ Anais Nin

We don’t see things as they are, we see them as we are
~ Anais Nin





Address

Solo
Solo

Telephone

08156575010

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nana Nana - Axa Financial Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Nana Nana - Axa Financial Indonesia:

Share