6 Keranjang 7 Langkah

6 Keranjang 7 Langkah Seri Keuangan Pribadi terbaik yg pernah ditulis di Indonesia. Semua orang bisa kaya! Penuhlah dengan Kuasa! Caranya dengan mempraktikkan 7 Langkah sederhana.

Prinsip pengelolaan keuangan berdasarkan pengalaman pribadi & benar-benar dapat dipraktikkan. Buah pikiran yang saya tawarkan kepada Anda melalui buku ini berdasar pada apa yang saya sebut 6 Keranjang Keuangan. Keenam Keranjang tersebut adalah tahapan yang perlu Anda lalui untuk memiliki kehidupan keuangan yang sehat. Siapa pun yg menerapkannya pasti bisa mencapai Financial Freedom. Bahkan lebih dari itu!

I am an Investor ๐Ÿ’ช
28/04/2018

I am an Investor ๐Ÿ’ช

  di Palangkaraya. Thanks for the hospitality BEJ Palangkaraya.
28/10/2017

di Palangkaraya. Thanks for the hospitality BEJ Palangkaraya.

Bagi teman2 yang di Palangkaraya semoga bisa hadir dalam acara ini. 100% gratis ๐Ÿ‘Saya akan berbagi tentang perencanaan k...
25/10/2017

Bagi teman2 yang di Palangkaraya semoga bisa hadir dalam acara ini. 100% gratis ๐Ÿ‘

Saya akan berbagi tentang perencanaan keuangan ala 6 Keranjang 7 Langkah dan bagaimana bisa pensiun dini ๐Ÿ˜…

Kisah inspiratif ini mungkin terlalu  bagus untuk tidak dibagikan... Arthur Ashe, pemain Wimbledon legendaris sekarat ka...
23/08/2017

Kisah inspiratif ini mungkin terlalu bagus untuk tidak dibagikan...

Arthur Ashe, pemain Wimbledon legendaris sekarat karena AIDS yang berasal dari darah yang terinfeksi ketika operasi jantung pada 1983.

Dia menerima surat dari para penggemarnya, salah satu dari mereka ada yang menyampaikan:

"Mengapa Tuhan memilih Anda untuk mendapatkan penyakit yang buruk seperti ini???"

Terhadapnya, Arthur Ashe menjawab:

Lima puluh juta anak mulai bermain tenis,
Lima juta dari mereka belajar serius bagaimana bermain tenis,
Lima ratus ribu belajar tenis secara profesional,
Lima puluh ribu bertanding dalam turnamen,
Lima ribu mencapai Grand Slam,
Lima puluh mencapai Wimbledon,
Empat mencapai semifinal, tapi hanya
Dua mencapai final.
Dan ketika saya menggenggam pialanya, saya tak pernah bertanya pada Tuhan, "Kenapa (harus) saya?"

Jadi ketika sekarang saya sakit, bagaimana bisa saya menanyakan kepada Tuhan, "Kenapa (harus) saya?"

Kebahagiaan membuatmu tetap manis.
Cobaan membuatmu kuat.
Kesedihan membuatmu tetap menjadi manusia.
Kegagalan membuatmu tetap rendah hati.
Kesuksesan membuatmu tetap berpijar.
Namun, hanya IMAN yang membuatmu tetap melangkah.

Kadang engkau merasa tidak puas terhadap kehidupanmu sementara banyak orang di dunia ini memimpikan bisa hidup sepertimu.

Anak kecil di ladang memandang pesawat terbang di atasnya, dan memimpikan bisa terbang, tetapi sang pilot di pesawat itu memandang ladang di bawahnya dan memimpikan bisa p**ang ke rumah dan bermain-main di tengah-tengah gandum yang menguning!

Begitulah hidup.

Jalani hidupmu dengan benar... ๐Ÿ™

Jika kekayaan adalah rahasia kebahagiaan, tentu orang-orang kaya akan menari-nari di jalanan.
Tapi? Hanya anak-anak miskinlah yang melakukannya ๐Ÿ‘!

Jika kekuatan memang menjamin keamanan, tentu orang-orang penting akan berjalan tanpa pengawalan.
Tapi? Hanya mereka yang hidup sederhana yang bisa tidur nyenyak.

Jika kecantikan dan kepopuleran memang membawa kita pada hubungan yang ideal, tentu para selebriti pasti punya perkawinan yang terbaik, nyatanya banyak dari mereka kawin cerai berulang-ulang.

Hiduplah sederhana.
Berjalanlah dengan rendah hati.
Jangan lupakan kasih karunia-Nya.
Dan belajarlah mengasihi Tuhan dan sesamamu dengan sungguh-sungguh!

Menarik nih, 2 dari 3 CEO sekuritas terbesar di Indonesia adalah wanita. Girl Power! Yes! ๐Ÿ’ชSiapa bilang ya wanita kalah ...
02/08/2017

Menarik nih, 2 dari 3 CEO sekuritas terbesar di Indonesia adalah wanita. Girl Power! Yes! ๐Ÿ’ช

Siapa bilang ya wanita kalah dari pria dlm hal berinvestasi? Yang setuju tunjuk jari ๐Ÿ‘†... ๐Ÿ˜‹

Beberapa bulan terakhir lagi asyik belanja segala sesuatu via online shopping. Baju, sepatu, elektronik, kue, buku, game...
27/07/2017

Beberapa bulan terakhir lagi asyik belanja segala sesuatu via online shopping. Baju, sepatu, elektronik, kue, buku, game, stik golop, tas, dsb via online shop. Asyik juga. Ngga perlu ke mana2, tinggal tunggu aja, barang dikirim (ngga pake lama) ke rumah.

Rupanya segala sesuatu udah bisa dibeli online. Tanpa sadar perilaku berbelanja saya berubah (padahal dulu ngga pernah nyangka bakal begitu hooked dgn beli secara online ini). Dulu mikirnya: kalo ditipu gimana? kalo barangnya ngga sesuai harapan gimana? apa asyiknya beli barang online? kan ngga bisa dicoba, ngga bisa banding2.. eh rupanya shopping online asyik juga... *sigh*

Dunia bergerak dgn begitu cepat ya. Pantesan banyak toko retail pada kebat-kebit. Harga sahamnya pada rontok...

Teman2 melakukan hal yang sama juga? Or jauh lebih dulu daripada saya ya (maklum kuper ini hehe)?

Baru selesai memberi pelatihan Keuangan Pribadi & Kewirausahaan sebagai persiapan pensiun kepada karyawan2 PT TCM dan BE...
16/05/2017

Baru selesai memberi pelatihan Keuangan Pribadi & Kewirausahaan sebagai persiapan pensiun kepada karyawan2 PT TCM dan BEKS di Bunyut, Melak, Kalimantan Timur. Perjalanan yg melelahkan, 10 jam lebih lewat darat dari Balikpapan. ๐Ÿ˜…

Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di Bulan Juli nanti utk pelatihan berikutnya. ๐Ÿ’ช

Kisah berikut sangat menginspirasi saya. Semoga saya bisa seperti beliau... ๐Ÿ˜…๐Ÿ’ช๐Ÿ”ฅ Kebetulan sy pernah berkesempatan foto d...
20/03/2017

Kisah berikut sangat menginspirasi saya. Semoga saya bisa seperti beliau... ๐Ÿ˜…๐Ÿ’ช๐Ÿ”ฅ Kebetulan sy pernah berkesempatan foto dgn beliau. Pasang lagi ah! ๐Ÿ˜ฌ Biar ketularan keberhasilan dan kesederhanaannya ๐Ÿ™ LKH adalah seseorang yg sgt bersahaja dan rendah hati ๐Ÿ‘

Ngomong2 sebrp banyak yg sdh berinvestasi saham?
-----
LO KHENG HONG

Sembari ongkang-ongkang kaki, lenggang kangkung, dan tidur p**as, Lo Kheng Hong bisa menjadi miliarder di pasar saham dan mengeduk gain hingga 150.000%. Itukah buah filosofi โ€˜menjadi kaya sambil tidurโ€™?

Asetnya di pasar saham disebut-sebut bernilai triliunan rupiah. Ia mengoleksi sejumlah saham yang mampu mencetak keuntungan investasi (capital gain) hingga ratusan, ribuan, bahkan ratusan ribu persen. Tapi, jangan bayangkan pria berusia 52 tahun ini punya karakter dan penampilan glamour, agresif, dinamis, meledak- ledak, atau beradrenalin tinggi.

Lo Kheng Hong adalah pribadi yang bersahaja, sabar, rendah hati, kalem, bahkan terkesan dingin. Boleh jadi, pembawaannya inilah yang menjadikan Kheng Hong sukses sebagai investor di pasar saham.

Yang pasti, Kheng Hong tak hanya lihai memilih saham-saham yang mampu menghasilkan gain besar. Ia juga mahir memosisikan diri di lantai bursa, baik saat pasar bearish maupun bullish. Tapi Kheng Hong bukan tipe investor yang sepanjang hari memelototi pergerakan harga saham atau setiap saat mencermati perkembangan isu, rumor, dan berita di lantai bursa, dengan kewaspadaan ekstra tinggi. Ia juga tidak melengkapi diri dengan handphone canggih, laptop terkini, notebook, iPad, atau perangkat paling mutakhir sejenisnya.

Kheng Hong memang lebih memosisikan diri sebagai investor jangka panjang ketimbang investor jangka pendek atau trader. Mungkin, itulah sebabnya, kalangan praktisi pasar saham menjulukinya sebagai โ€˜Warren Buffett Indonesiaโ€™.

โ€œInvestor di pasar saham kebanyakan ikut-ikutan dan tidak mengerti saham apa yang dibeli. Kebanyakan orang panik karena mereka tidak tahu apa yang mereka beli. Semakin cepat panik seorang investor, semakin menunjukkan bahwa ia tidak tahu apa-apa,โ€ kata Lo Kheng Hong kepada wartawan Investor Daily Nurfiyasari dan Abdul Aziz serta pewarta foto Eko S Hilman di Jakarta, baru-baru ini.

Bagi ayah dua anak ini, lebih menguntungkan menjadi investor jangka panjang dibanding menjadi trader. โ€œKalau trading, dapatnya receh dan bisa bikin stres. Kalau pegang saham dalam jangka panjang, dapat uangnya besar,โ€ ujar Kheng Hong.

Kematangan, kecerdasan, ketenangan, dan kesabaran telah menjadikan Lo Kheng Hong sebagai pemain saham sejati. Berkat itu p**a ia berhasil lolos dari krisis moneter 1997- 1998, bahkan kemudian menangguk keuntungan hingga 150.000%. โ€Waktu krisis 2008, saya sempat jatuh. Malah sewaktu krisis 1997-1998, saya sempat jatuh hingga uang saya tinggal 15%. Tapi uang itu saya tukar ke saham. Akhirnya uang saya meningkat 150.000% sampai saat ini,โ€ tuturnya.

Yang unik, aset kekayaan Lo Kheng Hong hampir seluruhnya dalam bentuk saham sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia sama sekali tidak tergoda untuk mendiversifikasi investasinya ke instrumen lain, seperti emas, properti, atau kendaraan Bahkan, mantan kepala cabang Bank Ekonomi ini sama sekali tak tertarik untuk mendirikan perusahaan, termasuk perusahaan sekuritas.

โ€œSaya hanya punya 15% dana cash untuk jaga-jaga supaya kalau terjadi krisis saya masih punya uang untukmembeli saham. Saya tidak bekerja, tidak punya perusahaan, tidak punya pelanggan seorang pun, tidak punya karyawan seorang pun, dan tak punya bos. Hanya punya seorang sopir dan dua pembantu,โ€ papar Lo Kheng Hong yang sudah 22 tahun bermain saham.

Apa saja tips Lo Kheng Hong hingga ia mampu mengeduk keuntungan besar dari pasar saham? Bagaimana harus bersikap saat pasar mengalami bullish, bearish, atau crash? Berikut petikan lengkap wawancara dengan pria yang mengaku berasal dari keluarga tak mampu dan kelak berniat menyumbangkan kekayaannya kepada fakir miskin tersebut.

Kenapa Anda tertarik bermain saham?
Saya tertarik bermain saham karena saham dapat memberikan keuntungan yang besar dan tidak capek seperti di sektor riil.

Apa enaknya menjadi investor saham?
Pertama, seorang pemain saham dapat menjadi orang yang terkaya di dunia, seperti Warren Buffett. Banyak orang yang tidak tahu dan tidak percaya. Mereka hanya tahu banyak orang yang rugi, orang kaya jadi miskin karena bermain saham, bahkan ada yang bunuh diri karena saham.

Kedua, seorang pemain saham punya banyak waktu, bebas, dan tidak dipusingkan oleh urus-mengurus karyawan, pelanggan, dan lain-lain. Di perusahaan, status investor saham adalah sleeping partner, sehingga waktu luangnya bisa diisi dengan hal-hal yang dis**ai.

Ketiga, semua keuntungan perusahaan menjadi milik pemegang saham, padahal yang bekerja keras adalah direksi, komisaris, manajer, dan seluruh karyawan, tetapi mereka hanya menerima gaji dan bonus. Mereka tidak punya hak untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Memiliki perusahaan yang untung besar seperti memiliki mesin pencetak uang.

Sejak kapan Anda bermain saham?
Saya bermain saham sejak 1989, 22 tahun yang lalu. Saya dilahirkan dari keluarga yang berpenghasilan rendah. Orangtua hanya pegawai kecil. Saat tamat SMA, saya belum punya biaya untuk kuliah. Kemudian saya jadi pegawai tata usaha di bank, waktu itu saya disuruh-suruh untuk fotokopi dan lainnya. Kemudian saya bisa bekerja sambil kuliah. Saya pilih kampus yang murah sesuai kemampuan keuangan. Saat bekerja di bank itulah, saya mulai main saham. Saya sempat menjadi kepala cabang. Saya kemudian keluar dari bank dan fokus main saham.

Anda saat ini punya saham apa saja?
Saya punya saham sekitar 30 emiten, antara lain di Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI), dengan kepemilikan 8,29% lebih. Saham saya banyaknya bukan di LQ45. Kepemilikan saya di saham lain di bawah 5%. Saya tipe investor jangka panjang.

Kalau trading, dapatnya receh, kalau jangka panjang dapat uangnya besar. Saya pegang saham ini sudah enam tahun. Saya beli tahun 2005 seharga Rp 250 dan harganya sempat menyentuh Rp 31.500. Belum saya jual, padahal gain-nya sudah 12.600%.

Cara Anda memilih saham?
Saya lihat manajemen. Apakah menerapkan good corporate governance (GCG) atau tidak. Saya cari dari kompetitornya, biasanya mereka tahu. Saya cari tahu agar tidak beli kucing dalam karung, karena ini menyangkut harta saya. Jangan membeli sesuatu yang tidak kita tahu. Lihat manajemen, apakah pengelolanya jujur atau tidak. Jangan sampai pengelolanya s**a ambil uang perusahaan, sehingga saya sebagai sleeping partner dirugikan.

Istilahnya, yang menjadi pertimbangan pertama adalah manajemen, kedua manajemen, ketiga manajemen, baru yang lain. Kemudian lihat sektor usahanya, bagus atau tidak. Ada sektor yang kurang menarik, misalnya sepatu, tekstil, dan garmen. Tetapi ada juga yang menarik, seperti kelapa sawit dan pakan ayam.

Orang banyak makan ayam karena ayam merupakan sumber protein termurah dan dampak negatifnya terhadap kesehatan lebih rendah dibanding yang lain. Perhatikan juga apakah emiten bersangkutan mengalami pertumbuhan atau tidak.

Kriteria pertumbuhan, konkretnya seperti apa?
Ada empat tipe perusahaan. Pertama, perusahaan yang rugi terus, ada yang kadang untung, dan kadang merugi. Kemudian, perusahaan yang untung besar terus, tapi stagnan. Ada juga perusahaan yang growing secara berkala, misalnya dari Rp 2 triliun, Rp 5 triliun, dan seterusnya. Ini perusahaan yang baik dan yang saya cari. Lihat kinerjanya lima tahun ke belakang. Lihat masa lalunya.

Bagaimana jika lima tahun pertama tumbuh, tetapi lima tahun berikutnya ternyata turun?
Biasanya kalau lima tahun ke belakang tumbuh, ke depannya akan mengalami hal yang sama. Kalau sudah lima tahun berturut-turut growing, tandanya itu super company.

Setelah melihat fundamental emiten, apa lagi yang Anda perhatikan?
Harga. Saya lihat dari price to earning ratio (PER)-nya. Jangan bilang saham A karena harganya Rp 250 dibilang murah, dan saham B yang harganya Rp 70.000 dibilang mahal. Maksudnya, saham yang harganya Rp 70.000 bisa lebih murah dibanding saham yang harganya Rp 250. Kita lihat kemampuan emitennya dalam membukukan keuntungan.

Berapa PER yang ideal saat membeli suatu saham?
Saya pikir, yang reasonable untuk dibeli yaitu yang PER-nya di bawah lima kali, itu sangat menarik dan potensial. Tapi biasanya perusahaan yang sudah baik dan manajemennya bagus, PER-nya sudah di atas 10 kali.

Soal timing, kapan saat yang paling tepat untuk masuk pasar?
Yang paling bagus membeli saham adalah saat sedang krisis seperti di Yunani, Eropa, dan AS. Ada pepatah lama yang tidak perlu dilupakan, buy on weakness. Dan, harus be greedy when others are fearful dan sebaliknya, be fearful when others greedy.

Bukankah itu sulit diterapkan?
Saya banyak baca buku tentang Warren Buffett. Saya belajar dari orang yang sudah terbukti berhasil investasi di pasar saham. Dia sudah membuktikannya, bahkan menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Nggak mungkin kan kalau saya belajar dari Bernard Madoff? Ha, ha, ha, ha...

Ternyata orang seperti Madoff, mantan bos bursa Nasdaq tapi tidak bisa mengelola uang nasabah. Ini menunjukkan bahwa dia hanya tahu semua peraturan di bursa saham, tetapi tidak mengetahui bagaimana cara menjadi kaya di pasar saham.

Berarti, kuncinya ada di mental?
Mental bisa bagus saat kita tahu apa yang kita beli. Kebanyakan orang panic karena mereka tidak tahu apa yang mereka beli. Ini pelajaran penting. Saya berikan ilustrasi. Waktu itu saya ke Harvard University, saya tanya biaya kuliah di sana berapa? Ternyata bisa sampai US$ 40.000, keluar dari sana semua jadi orang pintar. Dengan belajar seharga US$ 40.000, kita bisa menjadi orang pintar.

Tapi di pasar saham, kita sudah habiskan puluhan miliar rupiah belum tentu jadi pintar, malah bisa tambah bingung, seperti Madoff yang sudah menghabiskan uang masyarakat sebesar US$ 60 miliar, apakah dia menjadi pintar? Bisa saja di penjara dia berpikir, kenapa saham yang dibeli turun dan yang dijual justru naik.

Jadi, intinya pintar saja tidak cukup. Untuk menjadi investor yang kuat, kita harus mengetahui perusahaan satu per satu. Semua orang bisa seperti itu, asalkan mau baca. Bacalah laporan keuangan emiten satu per satu.

Jadi, Anda tipe investor fundamental?
Saya 100% fundamental karena lihat manajemennya atau pertumbuhan perusahaan. Kalau teknikal, hanya grafik, semuanya diabaikan. Saya yakin itu tidak benar. Tapi memang harus selektif. Dari 400-an saham yang ada di bursa domestik, cukup banyak yang fundamentalnya bagus. Terkadang, ada yang terjebak.

Anda tidak memantau pergerakan harga saham setiap saat?
Kenapa kita pusing? Karena kita beli saham yang tidak kita ketahui. Ada yang tidak bisa tidur karena PER sahamnya 100 kali atau 200 kali. Lalu, kenapa kita tidak bisa tidur kalau PER-nya hanya lima kali?

Bukankah investor sering terbawa arus karena faktor nonfundamental?
Saya lihat investor di pasar modal kebanyakan ikut-ikutan. Saat market mengalami booming, semua masuk. Saat market buang-buang saham, mereka ikut-ikutan. Mayoritas hanya ikut-ikutan dan tidak mengerti apa yang dibeli. Jadi, belajarlah dari orang yang memang sudah berhasil dan ikuti langkahnya. Jangan percaya saat ada iklan yang bilang dapat untung besar saat indeks turun. Kalau bisa seperti itu, hebat sekali. Bahkan, orang sekelas Warren Buffett saja, saat pasar saham AS turun, dia juga mengalami kerugian.

Anda berinvestasi pada instrument selain saham?
Tidak, hanya saham. Hampir semua uang saya ada di pasar modal. Dana tunai saya hanya 15%, sisanya portofolio saham. Kenapa saya sisakan segitu? Itu untuk antisipasi kalau pasar modal kita jatuh, sehingga saya masih bisa beli saham lagi.

Dari mana Anda membiayai kebutuhan hidup sehari-hari?
Saya bisa hidup dari dividen yang saya terima. Misalnya harga saham suatu emiten yang saya beli bulan lalu Rp 610, sekarang harganya Rp 2.375, kemudian saya jual. Awalnya saya berniat menahannya untuk jangka panjang. Tapi kalau untungnya sudah sampai 300% dalam sebulan, saya lepas. Untuk emiten yang bagus sekali, tetap saya keep untuk jangka panjang. Kalau emitennya kurang meyakinkan dan naiknya signifikan, lebih baik saya lepas.

Saat krisis moneter 1997-1998 dan krisis finansial 2008, Anda mengalami kerugian juga?
Saya sempat mengalaminya juga. Waktu krisis 2008, saya sempat jatuh, tapi tetap be greedy when others are fearful. Malah sewaktu krisis 1997-1998, saya sempat jatuh hingga uang saya tinggal 15%. Tapi uang itu saya tukar ke saham, karena saya tahu pasar modal akan naik lagi. Dan, itu terbukti. Akhirnya uang saya meningkat 150.000%.

Bagaimana Anda menyikapi perkembangan harga saham saat ini, terutama yang terkait dengan krisis utang di Eropa dan krisis finansial di AS?
Saat IHSG terkoreksi, wajar saja kalau nilai portofolio saya ikut turun. Tetapi ketika turun, saya sama sekali tidak ikut-ikutan menjual, bahkan saya membeli dan menambah saham saya, karena saya yakin satu hari saham-saham saya akan naik kembali, bahkan dapat lebih tinggi dari sebelumnya.

Apa filosofi hidup Anda?
Filosofi hidup saya adalah bagaimana saya bisa menjadi kaya sambil tidur. Karena di perusahaan status saya adalah sleeping partner, saya tidur tetapi saham-saham perusahaan saya bekerja buat saya secara dahsyat. Getting rich while sleeping. Saya pakai waktu saya delapan jam untuk tidur, selebihnya saya pakai untuk bersenang-senang dan mengerjakan apa yang saya s**ai.y yang

Bersama Pak Iwan Sunito (ada yang tahu ngga siapa beliau? ๐Ÿ˜‹). So blessed dgn sharingnya. Keren banget! Satu yang paling ...
01/03/2017

Bersama Pak Iwan Sunito (ada yang tahu ngga siapa beliau? ๐Ÿ˜‹). So blessed dgn sharingnya. Keren banget!

Satu yang paling nancep adalah ini. Beliau ditanya 1 pertanyaan terakhir oleh moderator, "Pesan terakhir utk semua hadirin yang ingin sukses seperti Bapak." Pak Iwan menjawab seperti ini (versi singkat saya ya): Beberapa waktu yang lalu saya ke China, saya diberi kenang2an 5 Naga. Kalian tahu arti 5? Dalam kitab suci saya 5 artinya Kasih Karunia (Grace). Kasih karunia artinya kita menerima apa yang tidak layak kita terima. Jadi pesan saya utk teman2 semua, jangan ngoyo kejar kesuksesan. Jangan ngotot kejar kekayaan. Bersyukur saja utk apa yg sudah dianugerahkan Tuhan bagi kita. Kerjakan bagian kita sebaik mgkn. Satu jadi dua. Dua jadi empat. Empat jadi delapan... Saya 5 tahun pertama saat memulai bisnis beli mobil saja ngga sanggup. 10 tahun jalanin bisnis, beliin rumah buat anak dan istri blm sanggup. Kalau saya bisa punya apa yang saya punya saat ini, itu semata kasih karunia.

Mewek saya wkt mendengar itu. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ Syukuri apa yg sudah kita punya saat ini. Kerja bagus. 1 jadi 2. 2 jadi 4. 4 jadi 8. Dst... Selebihnya itu tergantung (kasih karunia) yang di atas... ๐Ÿ˜‡

Note: Buku beliau judulnya (diterbitkan dan bisa dibeli di Gramedia). ๐Ÿ‘

"Saya melakukan investasi pertama pada usia sebelas tahun. Sebelumnya saya hanya menyia-nyiakan waktu."Menemukan panggil...
05/02/2017

"Saya melakukan investasi pertama pada usia sebelas tahun. Sebelumnya saya hanya menyia-nyiakan waktu."

Menemukan panggilan hidup sejak dini adalah baik, dan dalam bidang investasi ini memungkinkan kesempatan yang tidak pararel untuk memanfaatkan keajaiban pelipatgandaan uang. Saatnya berjudi bukanlah ketika masih muda, ketika ada begitu banyak waktu ke depan untuk menarik manfaat dari keputusan yang bijak.

Saham yang dibeli Warren Buffet ketika dia berusia sebelas tahun adalah sebuah perusahaan minyak bernama City Services. Dia membeli tiga lembar saham dengan harga $38, hanya untuk melihatnya terpuruk menjadi $27.

Dia bertahan dan setelah pulih kembali, dia menjualnya dengan harga $40 per saham. Tidak lama setelah itu, nilainya melesat menjadi $200 per saham dan dia mempelajari pelajaran pertamanya dalam bidang investasi: KESABARAN.

Hal-hal baik terjadi pada orang-orang yang bersedia menunggu, asalkan anda memilih saham yang tepat.

Address

Palangkaraya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when 6 Keranjang 7 Langkah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share