Bisnis Tanpa Riba, Bisnis Tanpa Modal dan Bisnis Dari Nol

Bisnis Tanpa Riba, Bisnis Tanpa Modal dan Bisnis Dari Nol Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Bisnis Tanpa Riba, Bisnis Tanpa Modal dan Bisnis Dari Nol, Paciran.

https://youtu.be/67ntFsqCH8w*TABIAT BURUK HUTANG DI DUNIA*1. hutang bikin kecanduan 2. dosis nya selalu bertambah 3. Beb...
04/04/2017

https://youtu.be/67ntFsqCH8w
*TABIAT BURUK HUTANG DI DUNIA*

1. hutang bikin kecanduan
2. dosis nya selalu bertambah
3. Beban hidup
4. Tidak punya masa depan
5. gelisah di malam hari,
6. terhina di siang hari
7. Utang itu jalan buntu
8. Berbuat kriminal
9. Bisa terjebak ke dosa besar syirik
10. Berdusta kalau bicara
11. Ingkar klo berjanji
12. Hilang fokus
13. Hilang kemesraan
14. Kehidupannya akan terus terpuruk
15. Bisa bunuh diri

*TABIAT BURUK HUTANG DI AKHIRAT*

1. TIDAK mendapatkan SYAFAAT RASULULLAH SAW
2. RUH nya akan tergadai
3. Amal perbuatan baik habis untuk membayar hutang kita
4. Dosa yang kita hutangi akan ditimpuk ke kita Bila kebaikan kita tdk cukup untuk bayar hutang kita
5. TIDAK akan MASUK SURGA walaupun mati SAHID
6. hampir semua hutang sekarang terkena RIBA

*SALAH SATU CARA MENGHINDARI HUTANG*

orang yang berhutang membuka pintu kefakiran
dasar agar tdk berani berhutang:

1. Qonaah dan bersyukur
2. Yakin akan pertolongan Alloh
3. Berusaha untuk mencari yg halal

27/03/2017

Palu Menghancurkan Kaca, Tetapi Palu Membentuk Baja.

Apa makna dari pepatah kuno diatas?

Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu/masalah menghantam,
kita akan mudah
putus asa,
frustasi,
kecewa,
marah, dan jadi
remuk redam.

Jika kita adalah kaca, maka
kita juga rentan terhadap benturan.
Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain.
Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

Jangan pernah jadi kaca,
tapi jadilah baja.
“Mental baja” adalah
mental yang selalu positif,
bahkan tetap bersyukur di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.

Mengapa demikian?
Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa
“masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik”.

Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu.

Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mereka yang bermental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.

Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup,
jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru!

Jika kita adalah “baja”,
kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita.

Sebaliknya jika kita “kaca” maka
kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita.

Semoga bermanfaat 😊

24/03/2017

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Siapa saja yang meminjam harta orang lain dengan niat mengembalikannya, niscaya Allah akan melunasi hutangnya. Siapa yang meminjam harta orang lain untuk dia habiskan, maka Allah akan MEMUSNAHKANNYA" [HR. Bukhari]

Definisi Riba Menurut Islam dan ContohnyaMacam-macam riba salam kehidupan sehari–hari – Aturan dan larangan yang Allah b...
23/03/2017

Definisi Riba Menurut Islam dan Contohnya

Macam-macam riba salam kehidupan sehari–hari – Aturan dan larangan yang Allah berikan senantiasa berdampak bagi individu maupun sosial sebagai bukti ada banyaknya fungsi iman kepada Allah SWT. Bagi siapa yang melanggarnya tentu kerugian ada pada diri sendiri dan juga imbasnya bagi masyarakat yang ada di sekitarnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ الرِّبَا أَضْعَافاً مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda, dan bertaqwalah kamu kepada allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Ali-Imran:130)

Hal ini sebagaimana juga disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadist, ” Rasulullah saw melaknat (mengutuk) orang yang makan riba, orang yang berwakil kepadanya, penulisnya dan dua saksinya.” (HR. Muslim)

Tentunya, sebagai umat islam kita harus memahami secara utuh mengenai apa pengertian dan dari Riba. Perilaku riba tentunya bukan hanya merugikan manusia di akhirat saja, melainkan membakar pahala-pahala yang diukumpulkan untuk akhirat. Sesuai dengan konsep manusia dalam islam tentu tidak ada manusia yang mau merugi hidupnya baik di dunia ataupun di akhirat.

maka dari itu janganlah kamu sekalian mendekatkan diri dengan memakan harta hasil riba, tentunya tau kosek wensinya jikalo memakan riba bukan? tentunya ayat suci (Qs ali imron 130} mengingatkan kita tentang bahayanya riba.

contoh riba dalam kehidupan sehari-hari
contoh riba dalam kehidupan sehari-hari
Pengertian Riba Menurut Bahasa dan Konteks Sejarah
Secara aspek bahasa riba artinya bertambah, berkembang, naik, atau meninggi. Istilah ini tentunya sangat terkait dengan konteks tertentu yaitu di dalam ekonomi. Pertambahan dalam riba bukan hanya sekedar bertambah yang sifatnya normal, melainkan ada hubunganya dengan konteks sosial masyarakat sebagaimana ketika ayat tersebut turun.

Dalam perkembangan islam kini, istilah riba sering dikaitkan dengan hukum bunga bank menurut islam dan hukum pinjam uang di bank dengan bunga, bahkan sampai tataran hukum bekerja di bank, yang ada di bank konvensional dan terdapat bunga bank.

Dalam sejarah dan konteks yang berkenaan dengan ayat tersebut, ada beberapa hal yang menjadi penting untuk memahami hakikat atau substansi mengenai larangan riba dan hukum riba dalam islam.

1. Konteks Pinjam-Meminjam Uang

Konteks ini dimana seseorang meminjamkan uangnya pada orang lain dalam jangka waktu tertentu. Syaratnya adalah jika sudah sampai pada jangka waktu tertentu maka si peminjam harus membayar uang tersebut dengan tambahan. Sehingga pengembalian lebih besar dibanding saat peminjaman.

Konteks Peminjaman/Hutang yang berlipat

Konteks ini sering disebut dengan tambahan berlipat. Hal ini misalnya saja, seorang peminjam tidak bisa mengembalikan pinjamannya dalam waktu tertentu yang sudah disepakati. Maka ia harus membayar hutangnya dengan tambahan lebih besar selama waktu tenggang tersebut hingga hutangnya selesai.

Dari pendekatan sejarah yang ada pengertian riba menurut islam bermakna bukan saja sebagai penambahan biaya. Riba adalah penambahan pembayaran terhadap orang yang berhutang, dengan kondisi dimana si penghutang tidak mampu melunasi hutangnya sesuai waktu dan jumlah yang ditentukan. Terhadap si penghutang yang tidak mampu melunasi tersebut, kemudian si pemberi pinjaman menambahkan kembali biaya untuk memberatkan pembayaran dari si penghutang.

Dalam hal ini tidak selalu yang terdapat penambahan sama dengan Riba. Misalnya saja orang yang menambahkan infaq pada orang yang tidak mampu, menambah anak, menambah bahan produksi, petugas zakat menambahkan dana zakat bagi mereka yang menyembunyikan dagangan, dsb. Tentu hal ini tidak sama dengan penambahan sebagaimana yang terdapat pada riba.

2. Konteks Jual-Beli

Konteks ini adalah di saat penjual menjual barang nya kepada orang lain dan bersedia menerima uang pada waktu yang telah ditentukan. Jika pembeli tidak sanggup membayar sesuai harga pada waktu yang ditentukan, maka ditambah lagi jangka waktunya dengan perjanjian bersedia membayar lebih. Artinya, si pembeli diminta untuk membayar lebih besar dari harga yang disepakati, ketika waktunya bertambah.

3. Dampak Sosial dari Perilaku Riba

Adanya perilaku riba bukan saja berdampak pada personal atau satu orang saja. Larangan Allah terhadapan manusia untuk melakukan riba tentu-nya memiliki alasan logis yang berdampak sosial juga. Untuk membuka dampak dari perilaku riba maka perlu membongkarnya dari pendekatan islam dan ilmu pengetahuan. Berikut adalah dampak sosial yang ditimbulkan dari perilaku riba.

Jika seseorang memiliki rasa kepedulian dan keikhlasan membantu, di atas kemampuan hartanya dia akan lebih sering memberikan bantuan bukan justru dihidupkan dari kesulitan orang lain. Orang yang peduli tidak akan pernah tega untuk menyusahkan dan membuat orang lain sengsasara. Begitupun dengan keikhlasan adalah mampu merelakan bantuannya tanpa mengharapkan apapun kembalinya dari orang yang dibantu, melainkan hanya mengharapkan ridho dan pahala yang Allah berikan saja. Tentu itulah keutamaan adil terhadap diri sendiri termasuk juga terhadap orang lain.

Jogorekso.com menganjurkan agar kita selalu memupuk moral tersebut, akan lahir para muslim yang kuat hartanya, kuat jiwanya, serta mau membantu dan pedulu bagi mereka yang kesulitan. Mereka menghidupi yang lemah bukan malah menindas dan hidup di topang oleh orang-orang lemah.

Semoga bermanfaat. wassalam….
Sumber : http://www.jogorekso.com/definisi-riba-menurut-islam-dan-contohnya/

Tetap Istiqomah di Jalan AllahJogorekso.com – Seprti kita ketahui bahwasanya agama islam sangatlah identik kepada perbai...
23/03/2017

Tetap Istiqomah di Jalan Allah

Jogorekso.com – Seprti kita ketahui bahwasanya agama islam sangatlah identik kepada perbaikan diri,dan keyakinan hati dalm melakukan hal apapun di dalam kehidupan sehari hari. Dalam islam kita wajib mengenal istiqomah, Allah SWT menciptakan manusia dan makhluk lainnya dimuka bumi untuk beribadah kepada Allah SWT. Ibadah sendiri diartikan sebagai suatu perbuatan menjalankan kewajiban yang ditentukan oleh ALLAH SWT dan jika dikerjakan mendapatkan pahala (baca hakikat penciptaan manusia dan tujuan penciptaan manusia). Ibadah dalam agama islam ada yang bersifat wajib seperti shalat fardhu, puasa ramadhan (baca puasa ramadhan dan cara pelaksanaannya), zakat (baca syarat penerima zakat dan hukum zakat pendapatan dalam islam), haji (baca syarat wajib haji) dan ada juga yang sifatnya sunnah seperti bersedekah (baca keutamaan sedekah), membaca Alqur’an, shalat sunnah, puasa sunnah dan lain sebagainya.

umat islam senantiasa diperintahkan untuk tetap beribadah dengan istiqomah dan ikhlas hanya mengharapkan ridha Allah SWT saja.Terlepas dari bentuk-bentuk ibadahpengertian istiqomah dalam beribadah yang sesungguhnya dan bagaimana cara agar istiqomah dalam beribadah?

Pengertian Istiqomah di Jalan Allah
Sering kita mendengar kata istiqomah diucapkan oleh seorang muslim tapi terkadang istiqomah memang mudah diucapkan tetapi pada hakikatnya istiqomah dalam beribadah adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Hal ini terkait dengan manusia yang dalam keimanan dan ketaqwaannya sering mengalami pasang surut dan akibat banyaknya godaan yang muncul dalam kehidupannya.seperti egoisnya yang tingi tidak pernah mau memahami hati seorang muslim lainya. Secara bahasa istiqomah artinya lurus dan secara istilah adalah suatu perbuatan dan sifat yang senantiasa mengikuti jalan yang lurus yakni jalan yang diridhai Allah SWT. (baca juga istiqomah dalam islam)

sebagai suatu sikap untuk senantiasa menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT sebagai suatu ibadah. Perintah untuk beristiqomah tatkala beribadah sejalan dengan perintah untuk selalu berada di jalan yang lurus. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam ayat berikut

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Qs Hud : 112)

Cara Agar Istiqomah di Jalan Allah
Meskipun dalam ibadahnya terkadang seorang islam mengalami rasa malas atau gangguan lainnya setidaknya ada beberapa cara yang bisa membantu seorang muslim untuk tetap istiqomah.Senantiasa istiqomah dalam beribadah memang tidak semudah yang dibayangkan tapi seorang muslim yang baik adalah mereka yang selalu berusaha untuk istiqomah dan berada dalam jalan yang benarDiantara cara agar tetap istiqomah di jalan allah .

Meningkatkan kualitas ibadah sedikit demi sedikit
Mungkin bagi seorang muslim beribadah terus menerus sepanjang hari dan terus beribadah dengan kualitas yang lebih baik tidak begitu mudah akan tetapi hal ini tetap dapat dilakukan untuk menjaga istiqomah dalam beribadah. Agar senantiasa dapat beribadah secara istiqomah maka hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas ibadah sedikit demi sedikit. Sebagai seorang muslim yang baik tentunya kita akan senantiasa meluangkan waktu untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah itu sendiri.

Bergaul dengan orang-orang shaleh
Hubungan manusia tidak terlepas dengan manusia lainnya dan perilaku seorang manusia juga biasanya dipengaruhi oleh orang-orang disekitarnya. oleh sebab itu jika ingin selalu istiqomah dalam beribadah maka banyaklah bergaul dengan orang shaleh karena mereka bisa menjadi kawan saat beribadah dan senantiasa menjagamu dalam kebaikan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini (baca pergaulan dalam islam)

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.”

Berdoa dan berzikir kepada Allah SWT
Allah adalah maha pembolak balik hati seseorang dan atas kuasaNya lah Allah menetapkan apakah Ia akan memberi seseorang hidayah ataukah menutup hati seseorang. Oleh sebab itu kita dianjurkan untuk senantiasa berzikir dan berdoa kepada Allah agar tetap istiqomah di jalan yang benar. Adapun doa yang bisa dipanjatkan agar diberi kekuatan untuk beristiqomah adalah sebagai berikut (baca keutamaan berzikir kepada Allah SWT)

امقلب القلوب ثبت قلبي على دينك

Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” [HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792]

4. Meluruskan niat

Sebelum seseorang melaksanakan ibadah ia tentunya harus berniat dalam hati. Dengan memiliki niat yang lurus dan hanya mengharapkan ridha Allah SWT maka seseorang akan lebih mudah menjalankan ibadahnya dan tidak mudah tergoda pada hal-hal yang bisa menghalangi ibadahnya. Niat juga merupakan penentu suatu ibadah dan ia mendapatkan pahala atau ganjaran sesuai dengan niat ibadah dalam hatinya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini.

إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. (HSR. Bukhary-Muslim dari ‘Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhu)

5. Memahami makna syahadat

Seorang muslim tentunya mengetahui dan mengenal dua kalimat syahadat tapi tidak semua orang mengetahui makna sebenarnya dari dua kalimat syahadat. Untuk bisa istiqomah dalam beribadah maka seorang muslim harus bisa memaknai arti syahadat dan mengetahui bahwa dengan mengucapkan syahadat ia memiliki kewajiban sebagai seorang muslim termasuk dalam beribadah. Ibadah itu sendiri adalah suatu konsekuensi dari ucapan syahadat seorang muslim dan sifatnya mengikat.

Memperbanyak bacaan Alqur’an
Membaca Alqur’an setiap hari secara rutin adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dan membantu seorang muslim untuk lebih istiqomah beribadah di jalan Allah SWT. Alqur’an sendiri adalah kitab suci umat islam yang bisa meneguhkan hati seorang muslim sehingga ia tidak mudah tergoyahkan oleh hal-hal yang mampu merusak imannya. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini (baca juga manfaat membaca Alqur’an dalam kehidupan dan keajaiban Alqur’an di dunia nyata)

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)“. (QS An Nahl :102)

Berbagai cara agar tetap istiqomah dijalan allah tergantung pada kemauan dan niat masing-masing. Semoga kita senantiasa bisa menjadi muslim yang istiqomah dalam beribadah kepada Allah SWT.

Semoga bermanfaat, wassalam …

Jogorekso.com – Seprti kita ketahui bahwasanya agama islam sangatlah identik kepada perbaikan diri,dan keyakinan hati dalm melakukan hal apapun di dalam kehidupan sehari hari. Dalam islam kita wajib mengenal istiqomah, Allah SWT menciptakan manusia dan makhluk lainnya dimuka bumi untuk beribadah kep...

Semoga bermanfaat.. Silahkan SHARE jika sangat bermanfaat untuk Anda Bagikan..Hukum Riba..HARAMHukum Riba dalam hutang p...
23/03/2017

Semoga bermanfaat.. Silahkan SHARE jika sangat bermanfaat untuk Anda Bagikan..

Hukum Riba..
HARAM

Hukum Riba dalam hutang piutang :
Sebarang manfaat daripada apa-apa jenis barang untuk tuan punya hutang yang dikenakan ke atas orang yang berhutang sebagai lebihan daripada jumlah hutang yang wajib dibayar adalah riba seperti sabda Rasulullah S.A.W :

"Setiap hutang yang membawa mandat (material) kepada tuan punya hutang adalah riba"

JANGAN MENGEJAR DUNIA...Seorang kawan datang ke rumah saya dengan mobil barunya. Putih mulusss, keluaran terbaru. Hargan...
23/03/2017

JANGAN MENGEJAR DUNIA...

Seorang kawan datang ke rumah saya dengan mobil barunya. Putih mulusss, keluaran terbaru. Harganya 350 juta dibelinya cash! Tanpa kredit, tanpa nyicil, tanpa depe-depean, tanpa asuransi-asuransian.

Anehnya ketika datang dia tidak membahas sama sekali soal mobilnya, beda dengan orang yang biasanya euforia punya mobil baru, biasanya akan menunjukkan setiap detail lekuk bodynya luar dalam, menjelaskan keunggulan mobilnya, akselerasinya, irit bensinnya, kedap suaranya dan lain-lain.. Walaupun barang kreditan pokoknya pamer harus selalu terdepan..

Saya yang penasaran malah bertanya duluan, ketika menuju masjid ke dusun sebelah sengaja saya ambil kuncinya, saya pengen nyoba mobil barunya..

Mmm... empuk, antep gak goyang, setirannya ringan, kedap suara, gasnya enteng, interior yang masih bau harum khas mobil baru..

"Ini semua cobaan buat saya mas... Astagfirullah.. astagfirullah..." kawan saya berkata itu..

Lho! Punya mobil baru kok malah istighfar?

"Allah seperti ngasih bonus dunia ini buat saya, padahal selama ini saya hanya ngikut aturan ALLAH. Saya kejar perintahnya, semua saya lakukan, sholat selalu tepat waktu jamaah di masjid, amalan sunnah semua saya lakukan, pokoknya saya ingin ALLAH ridho pada hidup saya.. dunia ini apalah artinya" lanjutnya..

Yayaya... saya ingat,

Dia sudah 4 tahun bareng saya ngurusi di Jogja. Di sela waktunya ngurusi bisnis, dia wakafkan waktunya mendata laporan-laporan kurir di lapangan agar tertib. Pernah sampai larut malam ngontak saya bertanya beberapa laporan dan pengajuan dana yang belum beres. Tanpa digaji, tanggungjawab tetap teratasi..

Bisnisnya sebagai suppliyer kain, benang dan juga produsen batik. Dia masuki kantor-kantor menawarkan pesanan massal untuk seragam kantor, mendatangi para pengrajin batik dan dia tawarkan kain polosan.

Sholatnya masya ALLAH.. pernah berkata kepada saya: "Selama bunyi adzan masih terdengar di telinga, maka saya akan cari dan datangi masjid itu untuk sholat.. tidak ada alasan uzur untuk saya sholat di rumah atau menunda-nundanya"

Di rumah dia takmir masjid, belajar ilmu hingga bisa jadi pengisi khutbah Jumat dan kajian-kajian ringan lainnya.

Dia memantaskan diri di depan ALLAH untuk meraih keberkahan dunia. Sebagai hamba yang layak dicurahi rejeki yang buanyaaak, halal dan berkah..

Ketika dua tahun lalu dia meninggalkan riba, semua pinjaman di bank dan kartu kreditnya dilunasi, satu demi satu selesai.. dalam kondisi kepepet butuh modal, dia bersikukuh tidak mau utang bank lagi, yang dia lakukan BERDOA terus menerus! Sampai ALLAH tunjukkan jalannya dia bertemu suppliyer yang bisa menjadi mitranya tanpa modal di depan.

Berjalan berbulan-bulan kerjasama itu lancar, sampai akhirnya si mitra memintanya membuatkan nota-nota palsu untuk jadi syarat utang baru ke bank.. dia memilih mundur, tidak mau lagi terlibat di akad-akad itu apalagi sampai bikin surat palsu. Berjalan lagi sendiri dengan keyakinan hati, hingga pertolongan ALLAH terus datang dari kanan kiri.. pesanan datang berkali-kali dalam jumlah massal yang bikin omzet meninggi.

Kisahnya pernah saya tulis di buku "Kembali Ke Titik Nol" ketika waktu itu dia bisa lepas dari utang riba.

Sepulang dari masjid saya serahkan kunci padanya, gantian saya disopiri...

Mobil berjalan pelan, saya bertanya:

"Kenapa semua ibadah ini kau kerjakan sungguh-sungguh..?"

"Karena saya tidak tau, dari ibadah yang mana ALLAH mengabulkan doa-doa saya.. rejeki saya berlimpah saat ini, saya pun takut kalau oleh ALLAH saat ini saya sedang diuji..."

Saya menyaksikan, mulutnya terus mengucapkan istighfar sepanjang mobil berjalan pulang..

Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah p...
23/03/2017

Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok, yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar . Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba, namun secara umum terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.

Riba dalam pandangan agama[sunting | sunting sumber]
Riba bukan cuma persoalan masyarakat Islam, tapi berbagai kalangan di luar Islam pun memandang serius persoalan riba. Kajian terhadap masalah riba dapat dirunut mundur hingga lebih dari 2.000 tahun silam. Masalah riba telah menjadi bahasan kalangan Yahudi, Yunani, demikian juga Romawi. Kalangan Kristen dari masa ke masa juga mempunyai pandangan tersendiri mengenai riba.

Riba dalam agama Islam

Dalam Islam, memungut riba atau mendapatkan keuntungan berupa riba pinjaman adalah haram. Ini dipertegas dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 275 : ...padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba....

Pandangan ini juga yang mendorong maraknya perbankan syariah dimana konsep keuntungan bagi penabung didapat dari sistem bagi hasil bukan dengan bunga seperti pada bank konvensional, karena menurut sebagian pendapat (termasuk Majelis Ulama Indonesia), bunga bank termasuk ke dalam riba. bagaimana suatu akad itu dapat dikatakan riba?

Hal yang mencolok dapat diketahui bahwa bunga bank itu termasuk riba adalah ditetapkannya akad di awal. jadi ketika kita sudah menabung dengan tingkat suku bunga tertentu, maka kita akan mengetahui hasilnya dengan pasti. berbeda dengan prinsip bagi hasil yang hanya memberikan nisbah bagi hasil bagi deposannya.

Dampaknya akan sangat panjang pada transaksi selanjutnya. yaitu bila akad ditetapkan di awal/persentase yang didapatkan penabung sudah diketahui, maka yang menjadi sasaran untuk menutupi jumlah bunga tersebut adalah para pengusaha yang meminjam modal dan apapun yang terjadi, kerugian pasti akan ditanggung oleh peminjam.

Berbeda dengan bagi hasil yang hanya memberikan nisbah tertentu pada deposannya. maka yang di bagi adalah keuntungan dari yang didapat kemudian dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati oleh kedua belah pihak.

contoh nisbahnya adalah 60%:40%, maka bagian deposan 60% dari total keuntungan yang didapat oleh pihak bank.

Jenis-Jenis Riba

Secara garis besar riba dikelompokkan menjadi dua.Yaitu riba hutang-piutang dan riba jual-beli.Riba hutang-piutang terbagi lagi menjadi riba qardh dan riba jahiliyyah. Sedangkan riba jual-beli terbagi atas riba fadhl dan riba nasi’ah.

1. Riba Qardh
Suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang (muqtaridh).

2. Riba Jahiliyyah
Hutang dibayar lebih dari pokoknya, karena si peminjam tidak mampu membayar hutangnya pada waktu yang ditetapkan.

3. Riba Fadhl
Pertukaran antarbarang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda, sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi.

4. Riba Nasi’ah
Penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. Riba dalam nasi’ah muncul karena adanya perbedaan, perubahan, atau tambahan antara yang diserahkan saat ini dengan yang diserahkan kemudian.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Riba

saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok, yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara

23/03/2017

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‎ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الدَّائِنِ حَتَّى يَقْضِىَ دَيْنَهُ مَا لَمْ يَكُنْ فِيمَا يَكْرَهُ اللَّهُ “Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” [HR. Ibnu Majah no. 2400]

Address

Paciran
62264

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bisnis Tanpa Riba, Bisnis Tanpa Modal dan Bisnis Dari Nol posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share