07/04/2024
Jodoh Sempurna - Ocha Ruby #🍒34 #
🍒Cuplikan bab
🌱Happy Reading
Kana benar-benar terkesiap dengan perubahan drastis sikap Dylan yang mendadak. Tadi pria itu bicara lembut padanya tapi kenapa saat dia memberikan hadiah jam tangan, sikapnya berubah drastis? Malahan pria itu menyentak dengan sorot mata api berkobar yang siap melahapnya.
"Kenapa kamu tidak mau jam tangan ini, Mas?" tuntut Kana. Menurutnya jam dengan pilihannya itu model terbaru, tentu modelnya juga bagus. Apa yang salah dengan pilihannya?
"Apakah itu tidak sesuai dengan seleramu?" Dylan menggelengkan kepala.
"Sebagus apapun jam tangan itu jika yang membelikannya adalah wanita itu, maka jangan pernah berikan itu padaku!"
"Tapi ... ini aku yang memilihnya untukmu. Meski Ibu bilang padaku untuk menyenangkan diri sendiri, aku tidak melakukan itu. Aku hanya membeli ini saja untukmu."
Kana tak hanya syok, tapi juga kecewa. Niat baiknya tak berarti apapun bagi Dylan. Selain masih bicara dengan nada tinggi padanya, Dylan juga bersikeras dengan pendiriannya, tak bisa ditekuk. Sia-sia sudah ceritanya memilih jam tangan itu. Diterima saja tidak. Padahal dia memilihnya dengan sepenuh hati tadi.
"Tetap saja. Meski kamu yang memilih itu tetaplah pemberian dari wanita itu. Aku tak sudi untuk memakainya," urai Dylan.
Sebenarnya ini kali pertama bagi Kana melihat kondisi Dylan yang semarah ini. Padahal dia sudah menaruh harapan tinggi sejak pria itu menjalani terapi pijat dengan kondisi mental lebih sehat, tidak seperti sebelumnya. Tapi rupanya ia salah. Persepsi itu salah. Dylan tetap menakutkan seperti di awal ia bertemu dengannya.
"Baik, jika kamu tidak mau memakainya silakan. Kamu bisa berikan ini pada pelayanan yang ada di sini atau siapa saja, atau kamu juga boleh membuangnya." Kana menaruh
jam tangan itu ke atas nakas.
Dia kecewa berat pada Dylan. Tanpa menatap Dylan, juga tanpa suara, ia keluar dari kamar dengan sesak memenuhi dada. Sepasang netranya nampak berembun. Rasanya dia tak dihargai di sini oleh Dylan. Apa bedanya dia dengan pelayan yang ada di rumah ini? Hanya status aja yang membedakan mereka tapi sebenarnya bahkan dia lebih rendah posisinya daripada pelayanan yang ada di rumah ini.
Terdengar suara pintu kamar dibanting dengan keras.
Dylan kemudian menatap pintu yang sudah tertutup rapat itu. Ini juga kali pertamanya bagi pria itu melihat sikap Kana seperti ini. Sebelumnya gadis itu selalu bersikap lembut. Tapi kenapa tiba-tiba sampai membanting pintu kamar begini?
"Ada apa dengannya? Apakah dia marah padaku karena aku tak mau pakai jam tangan itu? Sepenting itukah arti jam tangan itu baginya? Itu hanya sebuah jam tangan biasa." Dylan tak habis pikir.
Bersambung....
Baca kelanjutan kisahnya hanya di Dreame-Innovel.
GRATIS ‼️
Link cerita 👇👇👇
https://m.dreame.com/novel/4179057408?auto_jump=false&link_type=1&utm_campaign=app_share_copyLink&utm_source=sns_id_apppromo&directedId=4179057408
Fb-Mencuri Hati Mafia