Bives Channel

Bives Channel Self Development Channel

25/04/2026

Ciri saham KOMO sudah dipucuk (berdasarkan pengalaman saya)

1. EPS kuartalan tertinggi sudah terefleksi di LK, next kuartalnya declining atau flat (INI indikator terpenting versi saya)

2. Harga komoditasnya sudah jeblok… turun >30% dari ATH

3. Banyak sekuritas mulai cover re rating.

Jadi selama EPS blm kerefleksi, harga komonya masih bagus, Sekuritas blm mulai cover…

Sebenernya kalian itu takut dikarungin siapa? Mengarungi ketakutan kalian karena terlalu takut beli? Atau emang punya mindset terlalu bobrok aja?

Random tag
$BULL $AADI $ESSA

By: itokireng

25/04/2026

Mayoritas saham MULTIBAGGER selalu berawal dari ekspektasi perbaikan EPS dan diakhiri dengan Realita LONJAKAN EPS yang luar biasa.

$DEWA 2025 harga saham naik >7x lipat, core EPS naik >7x lipat

$ARCI 2025 harga saham naik >8x lipat, EPS naik 5x lipat

Silahkan dicari lagi apa saham yang mungkin menghasilkan kenaikan EPS multibagger tanpa mengandalkan One off.

Pedoman sy berinvestasi selama ini selalu menggunakan “driver” ini. Ini acuan conviction termudah yg bisa saya dapatkan tanpa mengandalkan Info A1, Rumor stora story atau apapun itu.

Driver utamanya bisa dirasakan dan dilihat serta dihitung setiap saat, sehingga ketika sy rugi, sy yakin 100% itu semua karena keputusan saya.

Happy Weekend.

$IHSG

By: itokireng

29/03/2026
09/03/2026

08/03/2026

Yakin mau all in?

07/03/2026

From Zero to Survive

05/03/2026

Lu Miskin, Lu Goblok? Afa iyah?

04/03/2026

Gap Knowledge = Mudah Percaya

04/03/2026

14/02/2026

Kata Pak Purbaya, kurang lebih : the best time to buy is now.

Blue chips nya lagi murah, gara2 kena terpa isu ketidak percayaan asing.
Dedolarisasinya masih jalan.
Harga komoditasnya masih tinggi.
Valuasi2 sahamnya masih masuk akal.
Asingnya belum masuk.

Konglonya katanya pihak2 tertentu, gorengan.
Gaes, saya bantu kalian mendefinisikan saham gorengan, yang mana yang bukan gorengan.

Gorengan itu kan kalo saham naik buat dijual trus abis itu kelar.
Tidak ada perubahan apa2 sama sekali di perusahaannya. Atau ada, tetapi tidak signifikan.

Kalo perusahaannya mau ekspansi inorganic dan sebagai konsekuensinya ownernya butuh RI, repo, itu namanya sudah bukan goreng lagi, tapi capital raising.
Ketika capital raising ini terjadi, wajar kalo valuasi perusahaan dimajukan.

Contoh paling nyata? Rights issue.
Kalo perusahaan mau investor nebus, ya harga saham dibikin lebih tinggi dari harga tebus, sehingga kalo gak ditebus, rugi. Kalo owner maunya naikin kepemilikan, ya harga sahamnya dibikin lebih rendah dari harga tebus sehingga tidak ada yang nebus.

Kurang lebih, begitu.

Saham konglo itu bukan gorengan.
Ambisi konglonya buat ekspansi itu nyata, dan bukan manipulasi. Partisipasi dan minat investornya juga asli, dan tidak dimanipulasi.

Kalo gak bisa masuk MSCI gimana?
Ya gak papa. Masuk MSCI akan sangat membantu, tapi tanpa itu it's not the end of the world. Masih bisa rights issue, masih bisa obligasi. Masih bisa repo. Makanya ketika kalian berinvestasi, pahami dan cermati baik2 ownernya.

Some people invest solely using valuations, some people invest solely in people, although we should be doing both.
Yang tau2 aja 😇🫰

Ditulis oleh
Hauw2x

Address

Jepara

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bives Channel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share