14/02/2026
Kata Pak Purbaya, kurang lebih : the best time to buy is now.
Blue chips nya lagi murah, gara2 kena terpa isu ketidak percayaan asing.
Dedolarisasinya masih jalan.
Harga komoditasnya masih tinggi.
Valuasi2 sahamnya masih masuk akal.
Asingnya belum masuk.
Konglonya katanya pihak2 tertentu, gorengan.
Gaes, saya bantu kalian mendefinisikan saham gorengan, yang mana yang bukan gorengan.
Gorengan itu kan kalo saham naik buat dijual trus abis itu kelar.
Tidak ada perubahan apa2 sama sekali di perusahaannya. Atau ada, tetapi tidak signifikan.
Kalo perusahaannya mau ekspansi inorganic dan sebagai konsekuensinya ownernya butuh RI, repo, itu namanya sudah bukan goreng lagi, tapi capital raising.
Ketika capital raising ini terjadi, wajar kalo valuasi perusahaan dimajukan.
Contoh paling nyata? Rights issue.
Kalo perusahaan mau investor nebus, ya harga saham dibikin lebih tinggi dari harga tebus, sehingga kalo gak ditebus, rugi. Kalo owner maunya naikin kepemilikan, ya harga sahamnya dibikin lebih rendah dari harga tebus sehingga tidak ada yang nebus.
Kurang lebih, begitu.
Saham konglo itu bukan gorengan.
Ambisi konglonya buat ekspansi itu nyata, dan bukan manipulasi. Partisipasi dan minat investornya juga asli, dan tidak dimanipulasi.
Kalo gak bisa masuk MSCI gimana?
Ya gak papa. Masuk MSCI akan sangat membantu, tapi tanpa itu it's not the end of the world. Masih bisa rights issue, masih bisa obligasi. Masih bisa repo. Makanya ketika kalian berinvestasi, pahami dan cermati baik2 ownernya.
Some people invest solely using valuations, some people invest solely in people, although we should be doing both.
Yang tau2 aja 😇🫰
Ditulis oleh
Hauw2x