Cakra Pelita Investa

Cakra Pelita Investa Merupakan partner strategis dari Cakra Group Limited, sebuah perusahaan internasional yang berbasis di Hong Kong.

Merupakan partner strategis dari Cakra Group Limited. Cakra Group Limited adalah perusahaan internasional yang berbasis di Hong Kong, yang bergerak dibidang manajemen aset, sekuritas, keuangan, investasi, Hedge Fund dan Brokerage. Perusahaan kami disahkan oleh Financial Services Authority (FSA) dan mendapatkan lisensi dari International Business Corporation (IBC) dengan nomor pendaftaran 144549 ya

ng dikeluarkan oleh Hong Kong Special Administrative Region. Izin perusahaan dengan nomor pendaftaran 20096641 dan Business Registration Ordinance Certificate nomor 6334 1500-000-05-14-0. Dengan didukung oleh teknologi dan sumber daya manusia yang profesional, kami siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi Anda. Di samping itu, kelangsungan dan perkembangan investasi Anda menjadi prioritas kami. Kami memberikan nasihat, pilihan investasi dan merumuskan penanaman investasi Anda pada portofolio yang telah kami rancang dan berpedoman kepada kebutuhan Anda.

11/06/2015

Cakra Pelita Investa

Adalah konsultan dan perencana investasi yang berpengalaman. Kami memiliki beberapa rekomendasi investasi yang aman dan menguntungkan. Produk investasi yang kami tawarkan adalah produk yang aman dan transparan dan bertanggung jawab terhadap masa depan investasi bersama. Kami fokus dalam pengelolaan rekomendasi investasi dengan dukungan manajemen yang kuat dan solid. PT. Cakra Pelita Investa adalah affiliasi dari Cakra Group Limited, yaitu perusahaan yang mengelola portofolio aset dan menyediakan sistem serta sarana untuk kegiatan konsultasi dan investasi property.

For more info :
http://cakrapelitainvesta.com/

Cakra Pelita Investa adalah konsultan dan perencana investasi yang baik untuk anda

Cakra Pelita InvestaAdalah perwakilan dari Cakra Group Limited Hongkong. Cakra Group Limited adalah perusahaan yang meng...
18/05/2015

Cakra Pelita Investa

Adalah perwakilan dari Cakra Group Limited Hongkong.
Cakra Group Limited adalah perusahaan yang mengelola portofolio aset dan menyediakan sistem serta sarana untuk kegiatan konsultasi dan investasi property. Kami menyediakan produk-produk yang sangat bervariatif dengan imbal hasil yang tinggi serta berpedoman kepada transparansi dan komitmen serta keamanan dari investasi para customer.

Kami sangat menghargai kebutuhan dan keinginan para customer untuk mengembangkan aset dan dana yang dimilikinya, oleh karena itu kami memprioritaskan pelayanan konsultasi untuk memberikan dan merancang portofolio baik di dalam maupun luar negeri yang sesuai dengan kebutuhan para customer.

Dengan latar belakang sebagai perusahaan internasional, kami mempunyai akses dan pola konsultasi untuk investasi terbaik di seluruh dunia, sehingga menjamin perkembangan aset dan dana Anda. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan para customer dan partner.

Dengan berbekal akses investasi di seluruh dunia, profesionalisme dan komitmen yang kuat kami siap melayani Anda.

For more info :
http://www.cakragroupltd.com/

Cakra Group Limited adalah perusahaan yang mengelola portofolio aset dan menyediakan sistem serta sarana untuk kegiatan konsultasi dan investasi property. Kami menyediakan produk-produk yang sangat bervariatif dengan imbal hasil yang tinggi serta berpedoman kepada transparansi dan komitmen serta kea…

Cakra Property FundInvestasi langsung kepada Properti dengan menunjuk Cakra Group Limited sebagai pengelola Asset.Keuntu...
06/04/2015

Cakra Property Fund

Investasi langsung kepada Properti dengan menunjuk Cakra Group Limited sebagai pengelola Asset.

Keuntungan :
- Menghasilkan keuntungan rata-rata 15%-20% p.a
- Properti yang diinvestasikan adalah properti pilihan dan potensial.
- Kerugian transaksi dalam investasi minimal.
- Dana dijamin oleh properti yang bersangkutan.
- Laporan Rekening dapat dilihat 24 jam
- Semua transaksi penarikan dan deposit aman karena Customer dapat langsung bertransaksi melalui platform web Cakra Group Limited secara langsung mengunakan password pribadi serta rekening atas nama Customer.

For more info:
http://cakrapelitainvesta.com/fixedincome

Cakra Pelita InvestaAdalah konsultan dan perencana investasi yang berpengalaman. Kami memiliki beberapa rekomendasi inve...
05/03/2015

Cakra Pelita Investa

Adalah konsultan dan perencana investasi yang berpengalaman. Kami memiliki beberapa rekomendasi investasi yang aman dan menguntungkan. Produk investasi yang kami tawarkan adalah produk investasi dari Cakra Group Limited disingkat CGL yang terdaftar di Hong Kong sebagai perusahaan manajemen aset, Cakra Group Limited fokus dalam pengelolaan investasi keuangan dengan dukungan manajemen yang kuat dan solid. Cakra Pelita Investa berusaha menjaga komitmen profesionalnya dalam membuat rekomendasi-rekomendasi produk investasi yang aman dan amanah.

SahamPengertian saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kep...
25/02/2015

Saham

Pengertian saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk “menjual” kepentingan dalam bisnis – saham (efek ekuitas) – dengan imbalan uang tunai. Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi.

http://cakrapelitainvesta.com/blog/category/pasar-modal/saham/

Cakra Pelita Investa adalah Konsultan dan Perencana investasi di semua sektor keuangan dan properti, kami didukung oleh praktisi dan profesional di bidang masing-masing. Cakra Pelita Investa juga merupakan anak perusahaan dari Cakra Group yang terdiri dari beberapa perusahaan, PT. Cakra Buana Sukses…

18/12/2014

Koridor Serpong - Tangerang Seperti TB Simatupang 15 Tahun Lalu

Kondisi aktual koridor Serpong, Alam Sutera, dan Tangerang serupa halnya dengan koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan, lima belas tahun silam. Kini, kondisi itu berubah total.

Saat itu, mulai bermunculan gedung-gedung perkantoran yang mengakomodasi kebutuhan perusahaan multinasional di sektor pertambangan minyak dan gas. Perusahaan-perusahaan asing tersebut merelokasi dari central business district (CBD) Jakarta ke koridor TB Simatupang.

Menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, gejala serupa terjadi di kawasan Serpong, Alam Sutera dan Tangerang. Embrio bisnis perkantoran di kawasan ini akhirnya lahir.

"Tak seperti di Simatupang. Bedanya, kalau di kawasan ini berupa low rise office. Sama dengan fenomena yang terjadi di negara maju, yaitu kawasan pinggiran dipenuhi low rise office, sedangkan high rise office-nya berada di pusat kota," ujar Hendra kepadaKompas.com, Rabu (17/12/2014).

Dia menuturkan, pangsa pasar perkantoran di koridor Serpong, Alam Sutera dan Tangerang merupakan limpahan dari Jakarta Barat, CBD Jakarta, dan juga Simatupang. Pasalnya, harga sewa di kedua kawasan tersebut sudah begitu tinggi.

Di CBD Jakarta, misalnya, harga sewa rerata sudah mencapai 40 dollar AS per meter persegi per. Sementara itu, di koridor Simatupang berada pada level 30-35 dollar AS per meter per bulan di luar biaya servis.

"Di koridor Serpong, Alam Sutera, dan Tangerang harga sewa masih murah sekitar Rp 120.000 sampai Rp 130.000 per meter persegi per bulan," kata Hendra.

Namuh, kendati masih rendah, prospek bisnis perkantoran di ketiga kawasan tersebut sangat cerah. Hendra mengatakan, tingginya kebutuhan itu berasal dari industri-industri Tangerang, beralihnya gaya bisnis di ruko dan pertokoan ke gedung perkantoran.

Pada gilirannya tingkat okupansi menguat di atas 90 persen. Sementara itu, pasokan yang berasal dari ketiga kawasan tersebut masih sangat sedikit, yakni hanya 135.000 meter persegi.

Hendra mengatakan, fenomena menjamurnya gedung dan proyek perkantoran di kawasan pinggiran dipicu oleh kondisi di Jakarta yamg disesaki 20 juta orang. Dengan kondisi itu, tak mungkin bagi Jakarta untuk hanya punya satu CBD dan mendominasinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pusat-pusat pertumbuhan baru. Karena itulah, muncul south and west CBD dan sekarang ada kota satelit.

"Di luar koridor Simatupang dan S Parman, kawasan yang paling maju perkembangannya adalah Tangerang. Kawasan ini sangat strategis untuk bisnis, ada toll road pabrik dan industri hingga lima juta pop**asi," terang Hendra.

Perusahaan-perusahaan tersebut membuka kantor pendukung seperti back officeperbankan dan asuransi dengan harga lebih murah.

Kompas.com

www.cakrapelitainvesta.com

Mengenal Investasi Di Instrument ObligasiObligasi adalah surat hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh sebuah perusa...
17/12/2014

Mengenal Investasi Di Instrument Obligasi

Obligasi adalah surat hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan atau pemerintah dengan nilai nominal serta penetapan jatuh tempo dalam jangka waktu tertentu. Berbeda dengan saham yang memberikan hak kepemilikan secara fisik kepada para pemegangnya, Obligasi merupakan suatu nilai pinjaman yang anda berikan kepada suatu perusahaan atau pemerintah, yang mana dananya dipergunakan sebagai dana peruntukan bagi pengembangan perusahaan tersebut atau bahkan sebagai dana penunjang perekonomian di suatu negara.

Dikarenakan ini merupakan sebuah pinjaman kepada perusahaan atau pemerintah, maka para peminjam akan wajib untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut dalam jangka waktu tertentu dengan adanya tambahan bunga selama jangka waktu peminjaman.

Obligasi merupakan suatu jenis investasi jangka panjang. Modal yang dikeluarkan untuk investasi jenis ini relatif cukup besar nilainya bagi individu yang menjadi investornya. Sementara masa berlaku dari obligasi tersebut tergantung dari kebijakan lembaga atau badan usaha yang menerbitkannya, biasanya bekisar antara 5 sampai 10 tahun.

Jangka waktu berlakunya obligasi tersebut biasanya akan memberikan pengaruh kepada tingkat suku bunga yang berlaku di negara penerbitan obligasi tersebut. Semakin pendek jangka waktu dari obligasi maka akan semakin kecil pengaruhnya kepada tingkat suku bunga, sementara semakin panjang jangka waktunya maka nilai dari obligasi tersebut akan semakin berpengaruh kepada perubahan tingkat suku bunga.

Obligasi kupon (coupon bond) dengan tingkat bunga tetap (fixed) selama masa berlaku merupakan salah satu jenis obligasi yang diperdagangkan di pasar modal Indonesia saat ini.

Pada umumnya, semakin panjang waktunya maka akan semakin tinggi tingkat bunga yang ditawarkan untuk menutupi resiko tambahan yang dikarenakan jangka waktu investasi yang sangat panjang. Hubungan antara tingkat suku bunga yang dibayarkan suatu obligasi (jangka pendek maupun jangka panjang) dengan tanggal atau tahun jatuh temponya disebut k***a hasil (Yield Curve).

Yield adalah apa yang sebenarnya investor dapatkan dari hasil menananmkan uangnya pada obligasi. Kebanyakan kolom obligasi menyatakan yield saat ini (current) dalam presentase. Para investor menggunakan current yield untuk membandingkan nilai relatif suatu obligasi.

Biasanya, Obligasi diterbitkan dengan ciri-ciri sebagai berikut :

Tanggal jatuh tempo (maturity date) obligasi, yaitu tanggal yang sudah ditetapkan oleh peminjam untuk melunasi hutangnya. Walaupun ada tanggal jatuh tempo yang tercantum dalam suatu obligasi bukan berarti Anda harus memegang obligasi tersebut hingga jatuh tempo, karena Anda dapat memperjualbelikannya pada pasar obligasi.

Tingkat bunga (coupon rate) obligasi, yaitu tingkat bunga yang akan dibayarkan kepada Anda secara periodik. Tingkat bunga yang diberikan dapat tetap (bunga yang dibayarkan kepada Anda adalah tetap setiap tahun) atau tingkat bunga mengambang (bunga yang dibayarkan akan disesuaikan secara periodik).

Nilai nominal (face value atau par value) obligasi yaitu sejumlah uang tertentu yang dipinjamkan kepada perusahaan tersebut, jumlah ini yang akan menjadi pokok pinjaman.

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, obligasi dapat dikeluarkan baik oleh perusahaan maupun pemerintah.

Obligasi pemerintah memiliki tingkat keamanan tertinggi (savereign risk) karena pemerintah memiliki kemampuan untuk membebankan pajak dan mencetak uang. Obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah biasa dikenal sebagai obligasi ritel /ORI.
Tapi ketika Anda hendak memutuskan untuk memilih obligasi perusahaan, pilihlah selalu dari obligasi yang memiliki peringkat tertinggi terlebih dahulu. Peringkat ini mencerminkan resiko kegagalan dalam membayar bunga atau pokok.
Selain resiko kegagalan yang terkandung di obligasi perusahaan, ada beberapa resiko yang juga terdapat di investasi obligasi ini, antara lain ;

Resiko suku bunga

Harga Obligasi bergerak berlawanan arah (berkorelasi negatif) dengan pergerakan suku bunga. Ketika suku bunga naik, harga obligasi turun. Misalkan Anda memiliki obligasi pemerintah senilai Rp. 5.000.000,- dengan tingkat bunga 10%. Anda membeli obligasi tersebut awal tahun 2005. Namun sejak tahun 2008 pemerintah menerbitkan obligasi baru dengan tingkat bunga 15%.

Bunga yang Anda terima tetap 10% sementara orang lain mendapatkan bunga yang lebih tinggi dari hari ini yaitu 15%. Dengan demikian berapa harga yang akan pemodal tawarkan kepada Anda sebagai pemegang obligasi tersebut ?. 聽Sudah tentu harganya akan lebih rendah dari Rp. 5.000.000,- karena obligasi yang Anda miliki memberikan bunga yang lebih rendah dari tingkat bunga obligasi di pasar.

Semakin panjang tanggal jatuh tempo obligasi, semakin tinggi resiko suku bunga yang terdapat dalam obligasi tersebut karena fluktuasi suku bunga lebih tinggi dalam jangka panjang.

Resiko inflasi

Resiko berikutnya adalah resiko inflasi. Anda harus memperhatikan kondisi ekonomi dari waktu ke waktu untuk dapat mengamati pergerakan laju inflasi. Jika Anda melihat kemungkinan akan naiknya inflasi, maka juallah obligasi yang Anda pegang secepatnya karena bila inflasi meningkat maka suku bunga juga akan meningkat.
Sebab jika Anda memegang obligasi yang memberikan tingkat kupon yang lebih rendah, Anda akan kehilangan daya beli dari bunga yang Anda terima.

Resiko lainnya

Resiko lainnya adalah resiko kesempatan investasi kembali (reinvestment risk) Anda tidak dapat berharap kondisi investasi saat itu sama dengan ketika Anda membeli obligasi tersebut pertama kali, khususnya bila Anda membeli obligasi untuk jangka panjang, karena perubahan ekonomi dan politik dapat mempengaruhi tingkat suku bunga pada saat Anda hendak menginvestasikan kembali kupon-kupon dari obligasi tersebut.

Dan ada juga beberapa jenis obligasi yang memiliki fitur call, yang berarti perusahaan penerbit obligasi tersebut berhak untuk membeli kembali (buy back) obligasi pada harga tertentu (call price) sebelum obligasi tersebut jatuh tempo.
Untuk obligasi yang berdenominasi mata uang asing (non-rupiah), gejolak fluktuasi nilai tukar valuta asing terhadap rupiah menjadikan resiko ini harus diperhatikan dengan baik, agar investasi Anda terlindung dari kerugian akibat selisih kurs.

http://blog.cakrapelitainvesta.com/mengenal-investasi-di-instrument-obligasi/

mengenal investasi di instrumen obligasi

Resiko-resiko Yang Menghantui Bisnis PropertiPengetahuan mengenai adanya resiko dalam suatu investasi, merupakan salah s...
11/12/2014

Resiko-resiko Yang Menghantui Bisnis Properti

Pengetahuan mengenai adanya resiko dalam suatu investasi, merupakan salah satu hal terpenting bagi para investor maupun calon investor. Adapun dalam setiap pengambilan keputusan, sebelumnya investor harus mencermati dua hal penting, yaitu pendapatan yang diharapkan (expected return) dan resiko (risk), yang mana kesemuanya itu tergantung dari jenis investasi yang sedang dijalankannya. Apabila investor mengharapkan ekspektasi keuntungan yang tinggi, maka investor tersebut juga harus menyadari bahwa tingkat resiko yang dihadapinya juga ada dilevel yang tinggi.

Begitu juga dengan investasi dibisnis properti, yang mana banyak masyarakat beranggapan bahwa sektor properti menjanjikan keuntungan yang sangat tinggi dikarenakan harganya yang cenderung mengalami kenaikan. Apa yang menjadi anggapan dari masyarakat awam tersebut memang ada benarnya, akan tetapi jangan lupa bahwa dalam setiap instrumen investasi, setiap proyeksi keuntungan akan berjalan beriringan dengan potensi kerugian yang ada.

Kenaikan harga properti cenderung naik disebabkan karena harga tanah yang cenderung naik, supply tanah bersifat tetap sedangkan demand-nya akan selalu bertambah besar seiring dengan pertambahan jumlah penduduk serta bertambahnya kebutuhan manusia akan tempat tinggal, perkantoran, pusat perbelanjaan, taman hiburan dan lain-lain. Dalam sektor properti itu sendiri terdapat dua sub sektor yang memiliki nilai keuntungan dan resiko yang berbeda p**a, yaitu sub sektor Real Estate & Properti serta sub sektor konstruksi. Adapun resiko yang terkandung di dalam masing-masing sub sektor tersebut terbagi atas resiko sistematis dan resiko non sistematis.

1. Resiko sistematis merupakan resiko yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi di luar pasar secara keseluruhan, misalnya perubahan suku bunga, inflasi, resesi ekonomi, kebijakan pemerintah serta perubahan sentimen yang terjadi di pasar.

2. Resiko non sistematis merupakan resiko yang tidak mempunyai keterkaitan dengan perubahan pasar secara keseluruhan, dan biasanya hal ini terjadi dikarenakan adanya keterkaitan karakteristik dari perusahaan atau institusi terkait, misalnya kemampuan manajemen, kebijakan perusahaan, nilai investasi, serta kondisi dan lingkungan kerja dari perusahaan terkait.

Investasi disektor properti dan sektor konstruksi pada umumnya bersifat jangka panjang dan pertumbuhannya sangat sensitif terhadap indikator makro ekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, tingkat suku bunga dan nilai tukar rupiah.

Resiko sistematis biasanya sedikit sulit untuk dihindari, dikarenakan sifatnya yang lebih luas. Namun hal tersebut bisa diminimalisir oleh beberapa faktor terkait, seperti misalnya pemilihan lahan properti yang strategis dapat membantu untuk meminimalisir resiko yang berhubungan dengan inflasi serta perubahan sentimen yang terjadi di pasar. Dengan pemilihan lokasi yang lebih strategis tentunya hal ini akan tetap menarik animo dari para pembeli lahan properti tersebut, dikarenakan semakin strategis lokasinya maka waktu penjualannya dapat lebih cepat direalisasikan dan semakin cepat waktu penjualan maka tentu saja semakin cepat p**a para investor mendapatkan keuntungan yang diharapkan.

Sedangkan untuk resiko non sistemastis, hal ini berp**ang kepada pemilihan dari perusahaan jasa pengelola investasinya itu sendiri. Pemilihan ini berdasarkan legalitas perusahaan tersebut, track record dari perusahaan itu dalam mengelola suatu investasi di sektor properti serta keberadaan sumber daya manusia yang akan sangat menentukan seberapa besar keuntungan serta seberapa cepat keuntungan tersebut dapat diraih oleh para investor.

http://blog.cakrapelitainvesta.com/resiko-resiko-yang-menghantui-bisnis-properti/

Model Investasi Cakra Group LimitedBanyaknya perusahaan-perusahaan yang menawarkan investasi di Indonesia dalam dua deka...
09/12/2014

Model Investasi Cakra Group Limited

Banyaknya perusahaan-perusahaan yang menawarkan investasi di Indonesia dalam dua dekade terakhir ini, baik itu investasi disektor riil, pasar modal atau bahkan penipuan berkedok investasi, dinilai merupakan suatu perbaikan di dunia investasi Indonesia dikarenakan meningkatnya animo masyarakat terhadap dunia investasi, namun hal ini sekaligus juga sebagai salah satu kerugian akibat maraknya praktek penipuan publik berkedok investasi yang pada akhirnya hanya mengeruk keuntungan pribadi saja.

Pemerintah dalam hal ini sebetulnya telah mencoba mengantisipasi dengan penerapan regulasi kepada setiap perusahaan yang menawarkan suatu bentuk investasi di luar investasi perbankan. Akan tetapi regulasi yang telah diatur dalam Undang-Undang tersebut tetaplah mempunyai celah yang dapat disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dan hal ini pun telah coba diatasi oleh pemerintah dengan pendirian Otoritas Jasa Keuangan yang berfungsi mengawasi arus keluar masuk dana investasi di luar sektor perbankan.

Fungsi pemerintah disini sekaligus juga sebagai institusi penjamin dari setiap dana peruntukan investasi yang teregulasi di lembaga terkait dari pemerintah. Namun terlepas dari legalitasnya, cakupan pengelolaan dana investasinya terbatas hanya di sektor-sektor riil dan pasar modal yang dijalankan di Indonesia, dan ini tentu saja membatasi ekspansi dari investasi itu sendiri.

Untuk pengembangan cakupan dari investasi tersebut, perusahaan yang menawarkan jasa pengelolaan investasi tersebut harus mempunyai regulasi dan legalitas yang bersifat internasional. Adapun salah satu bentuk regulasi tersebut adalah Sertifikasi International Business Corporate, yang mana sertifikasi ini biasanya dikeluarkan oleh negara-negara di dunia yang sedang menerapkan kebijakan moneter yang moderat guna menyeimbangkan perekonomiannya.

Sertifikasi ini menjadi bentuk legalitas yang diakui oleh sektor investasi global. Tidak banyak perusahaan lokal Indonesia yang memiliki sertifikasi ini, dikarenakan syarat dan ketentuan yang sangat ketat, yang diatur oleh Undang-Undang yang mengatur hal tersebut. Dari pengamatan kami, ada satu perusahaan jasa investasi yang telah memiliki sertifikasi bertaraf internasional tersebut, tentunya dengan cakupan pengelolaan yang lebih luas dan lebih beragam.

Dengan kata lain, Cakra Group Limited telah memenuhi syarat sebagai salah satu perusahaan pengelola dana investasi bersertifikasi internasional dengan cakupan penempatan dana pengelolaan investasi yang lebih luas. Melalui perusahaanstrategic marketingnya di Indonesia yaitu, PT Cakra Pelita Investa, perusahaan investasi tersebut menawarkan beberapa produk instrumen investasi yang telah dijalankannya dalam beberapa waktu terakhir ini yang bekerjasama dengan sejumlah institusi ataupun lembaga investasi bertaraf internasional seperti HSBC, Fidelity, Merril Lynch dan lainnya sebagai lembaga penjamin dari penempatan dana investasi yang dikelolanya.

http://blog.cakrapelitainvesta.com/model-investasi-cakra-group-limited/

Property Fund, Produk Investasi Yang Menarik, Tahukah Anda?Property Fund, di klaim lebih menghasilkan pendapatan tahunan...
09/12/2014

Property Fund, Produk Investasi Yang Menarik, Tahukah Anda?


Property Fund, di klaim lebih menghasilkan pendapatan tahunan yang jauh lebih baik daripada deposito di rekening bank dan menawarkan kesempatan yang layak terhadap ‘capital gain’ untuk masa depan, bila dilihat dari risiko dan manfaat.

Investasi Obligasi saat ini masih dalam masa “bubble”, menurut para pendapat kritikus, dan bahkan ekuitas setelah jatuh baru-baru ini masih dalam kategori mahal. Rekening deposito di bank, sementara itu masih membayar bunga yang lebih parah.

Apakah properti komersial, yang nilainya masih 40 % di bawah puncak harganya ditahun 2007 dan menghasilkan sekitar 5 % per tahun, apakah ini pilihan yang lebih baik ?

Investor kecil dapat memilih dari sejumlah produk ‘property fund’, sebagian besar dapat dimasukkan ke dalam dana bebas pajak. Fund manager mereka mengklaim bahwa mereka mampu menghasilkan pendapatan tahunan yang jauh lebih baik daripada deposito direkening bank, namun juga menawarkan kesempatan “capital gain” yang layak di masa depan.

Tapi mari kita perjelas : dana tersebut tidak berinvestasi di perumahan swasta atau sewa properti, bukan fokus pada blok perkantoran, pusat ritel, tempat industri dan bahkan apartement.

Risiko, sebagaimana banyak investor yang terkena imbas krisis tahun 2007 dan membebankan biaya yang banyak. Anda dapat membeli dan menjual saham di BP, Glaxo atau HSBC dalam hitungan milidetik, tetapi dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk menjual satu blok kantor, dan kejadian tahun 2007 memberi gambaran bahwa pada saat itu mereka hanya diberitahu bahwa mereka tidak bisa menarik uang mereka. Kata ” likuiditas ” mengambil makna penting dalam dana properti.

Namun, manajer investasi yang besar baru-baru ini mulai mengalihkan dana klien pribadi mereka ke properti komersial. Investec Wealth & Investment (IWI), manajer investasi privat terkemuka, mengalihkan portofolio senilai £ 500 juta dari kas investor ke properti komersial. Chris Hills, kepala investasi di IWI, mengatakan : ” Kami mengirimkan sinyal yang jelas kepada klien yang pada saat kenaikan harga aset, properti komersial merupakan nilai berharga yang harus mereka investasikan.

Nilai modal diluar London hampir tidak pulih dari kejadian jatuhnya pasar hingga nilai terendah ditahun 2009 … kami percaya beberapa uang yang masuk ke London dalam beberapa tahun terakhir akan meluas ke daerah-daerah di Inggris karena kepercayaan dalam meningkatkan pemulihan ekonomi.” Namun penasihat keuangan lainnya lebih berhati-hati. Brian Dennehy dari Dennehy Weller & Co mengatakan : ” Sulit untuk melihat bagaimana pasar akan mendorong imbal hasil atau nilai modal yang jauh lebih tinggi.” Jika properti komersial tidak menarik, investor kecil terlebih dahulu harus memilih antara ” batu bata dan mortir ” atau dengan kata lain antara dana dan “dana saham properti “.

Dana yang diinvetasikan kedalam saham perusahaan-perusahaan properti besar, seperti British Land dan Land Securities, berlaku serupa dengan investasi di pasar modal secara umum; dana dan dana saham propeti digunakan untuk membeli bangunan fisik dan penurunan nilai dapat mendatangkan masalah likuiditas tersendiri.

Untuk memperumit masalah, investor harus memilih antara REITs (dana trust investasi real estat), yang lebih seperti saham individu dan cukup stabil ; Properti unit trust, yang memiliki keranjang macam investasi ; dan dana trust investasi konvensional, yang memiliki biaya yang lebih rendah dan dapat “mudah naik “, tetapi juga bisa menderita “diskon” di mana harga trust lebih rendah dari aset yang telah diinvestasikan.

http://blog.cakrapelitainvesta.com/property-fund-produk-aset-manajemen-yang-menarik-anda-tahu/

Property Fund, di klaim lebih menghasilkan pendapatan tahunan yang jauh lebih baik daripada deposito di rekening bank dan menawarkan kesempatan yang layak...

Krisis Keuangan Selanjutnya Dimulai Dari ChinaHal ini akan menjadi kejadian luar biasa di pasar keuangan ketika terjadi....
05/12/2014

Krisis Keuangan Selanjutnya Dimulai Dari China

Hal ini akan menjadi kejadian luar biasa di pasar keuangan ketika terjadi. Artikel ini akan memberitahu anda mengenai poin-poin permasalahan dan efek yang ditimbulkan.
Silahkan baca terus…..

“Permasalahan ada di perbankan hasil merger antara negara barat dan cina” menurut berita utama salah satu jurnal Wall Street. “Sejumlah kasus kesalahan sistem Dan problem pinjaman menyandera Pemberi Pinjaman Asing, ketika Pemerintah Beijing menginvestigasi para eksekutif bank-bank tersebut dan menyita aset-aset mereka ” kutipan kolom utama.

Dan beberapa dari bank-bank besar dari Eropa saat ini mengalami kerugian mendekati nilai $475 juta dari produk pinjaman.
Terdapat banyak bukti kenekatan di Cina.

“Hal ini adalah kejutan bagi semua bank. Kami tidak tahu” kata salahsatu eksekutif western bank yang mengetahui langsung masalahnya.

” Kami tidak tahu sebelumnya..” Tentu saja mereka tidak tahu sebelumnya. Bagaimana bisa semua tersangka dapat menyalahi sistem di Cina? Mari kita perhatikan, disana hanya ada setengah lusin pemberi pinjaman yang terlibat dikasus kesalahan sistem di Pelabuhan Qingdao. Mereka pemberi pinjaman yang berada dalam dan untuk satu miliar dolar. Ada juga kasus Dari Nomura. Ini meminjamkan $ 60 juta untuk sebuah perusahaan sepatu Cina hanya beberapa bulan sebelum CEO menghilang … bersama dengan uang.

Sarkasme dikesampingkan, ada beberapa kasus akhir-akhir ini. Namun cerita saya mulai dengan sebuah cerita C4 yang terkubur di tengah The Wall Street Journal. Saya ingin membuat kasus ini kepada Anda bahwa jenis-jenis cerita akan bekerja dengan cara mereka terbit di halaman depan pada tahun 2015 – dan mengapa itu penting.

Untuk menjelaskan kasus ini, ada gambaran utama daripada dua saksi ahli. Yang pertama adalah Yan Liang, seorang profesor di Universitas Willamette. Dia memberikan presentasi yang menarik pada Konferensi Post-Keynesian

Fokusnya adalah pada sistem perbankan bayangan. Anda mungkin pernah mendengar istilah “shadow banking” terombang-ambing dan bertanya-tanya apa tentang semua itu. Definisi dapat bervariasi, tetapi umumnya, bank bayangan adalah lembaga pinjaman yang tidak memiliki pagar publik sebagaimana bank-bank yang normal lakukan. (Baca: sebuah kelangsungan hidup dari bank sentral.) Mereka juga dapat menggunakan pengaruh yang lebih besar dan menghindari peraturan tertentu.

Di Cina, bank bayangan telah tumbuh dan berkembang 4 Kali lipat sejak 2008. Pinjaman bukanlah bisnis yang berkembang secepat itu kecuali dijalankan dengan Cara yang nekat. Banyak bukti-bukti kenekatan di Cina. Masalahnya adalah orang cenderung berpikir ini adalah aman seperti deposito bank. Bahkan, memiliki mereka seolah seaman menelan sekotak paku.
Produk Trust, misalnya, produk ini menggunakan banyak leverage. Rata-rata adalah sekitar 40 kali untuk trust terbesar, Liang mengatakan.

Untuk menunjukkan betapa rapuhnya rasio leverage yang 40-kali adalah, membiarkan saya menggunakan analogi. Bayangkan Anda memiliki rumah Anda di 40 kali leverage. Itu berarti untuk setiap $ 100 dari nilai rumah Anda, Anda hanya memiliki $ 2,50 dari uang Anda sendiri di dalamnya. Dalam kasus seperti itu, bila terjadi penurunan dan hanya turun 2,5% dalam nilai rumah berarti Anda menderita kerugian 100% dari ekuitas Anda.

Dan ini tidak seperti perusahaan trust yang diinvestasikan dalam aset-aset super-aman. Mereka membuat pinjaman berisiko dalam infrastruktur, real estate dan industri dengan kapasitas yang berlebihan. Liang mengatakan bahwa ” hanya 29 dari 66 trust terdaftar mengungkapkan modal, dan sebagian besar (kecuali untuk dua trust publik ) gagal untuk melaporkan kembali.” Saya membayangkan yang tidak melaporkan tidak bangga dengan hasil.
Produk wealth management (WMP) yang sama buruknya. Untuk investor, mereka terlihat seperti deposito berjangka. Tapi mereka membayar tarif yang lebih tinggi karena mereka mengambil uang Anda dan berinvestasi dalam pinjaman berisiko untuk usaha kecil. Lebih buruk lagi, Liang mengatakan bahwa bank bayangan sering mengeluarkan WMP baru untuk melunasi yang lama dan menghindar melaporkan kredit macet. Ini seperti skema Ponzi besar.

Bahkan, regulator China, Xiao Gang, memang menyebut mereka “skema Ponzi ” tahun lalu di depan umum. (Menakjubkan bahwa ia masih memiliki pekerjaan. Orang yang mengatakan hal-hal seperti ini cenderung berakhir di balik jeruji besi.) Sangat mudah untuk menyembunyikan hal-hal ini di Cina. Bank “sering bertindak sendirian dalam mendistribusikan, custodying dan mengelola WMP , ” kata Liang. Tidak ada pihak independen yang memantau hal-hal ini.

Periode WMP juga semakin pendek. Jadi pada tahun 2007, hanya 10 % dari WMP jatuh tempo dalam waktu kurang dari 90 hari. Lebih dari setengah setidaknya satu tahun keluar. Pada akhir tahun 2010, sekitar 40% jatuh tempo dalam waktu kurang dari 90 hari . Dan kurang dari 20 % memiliki jatuh tempo lebih dari satu tahun. ” Tapi dana yang dihimpun bisa diinvestasikan dalam proyek-proyek jangka panjang, seperti real estate, ” kata Liang. ” Jadi sekali lagi, risiko likuiditas berlebihan. ”

Dengan kata lain, banyak WMP memiliki aset jangka panjang seperti real estate pembiayaan 90 hari. Gila.
Pada titik ini, untuk lebih memperdalam kasus, Charlene Chu bersaksi pada saat berbicara di konferensi Grant Fall. Gelarnya adalah “Crash, Boom atau Muddle ? Casting Masa Depan China. ” Charlene Chu adalah kepala Otonomi Research Asia, dimulai di Hong Kong pada bulan September 2014.

Sebelum itu, dia adalah seorang direktur di Fitch di Beijing, di mana ia bekerja selama delapan tahun. Bank-bank China yang mengalahkan dia di lembaga pemeringkat. Dan sebelum itu, ia bekerja untuk Federal Reserve Bank of New York. ” China saat ini bukan Cina sebelum krisis keuangan , ” Chu mulai bicara.

Jika Anda kembali ke awal 2000-an , China hanya terfokus di sektor perbankan dan hampir tidak ada alternatif investasilainnya. Semua orang menaruh uang mereka di bank, kata Chu. Setiap bank menawarkan tingkat bunga yang sama. Anda tidak memiliki insentif untuk memindahkan uang dari satu bank ke bank lain.

Dan tidak ada pasar properti. Ada hampir pasar saham. Bank-bank China telah hampir tidak ada kewajiban. Itu semua berubah saat ini . Bergema Liang, Chu menunjukkan bahwa Cina memiliki masalah utang. Dalam analisisnya, Chu tidak peduli terhadap pertumbuhan PDB, yang kebanyakan orang fokus pada hal itu. Dia mengatakan itu adalah ” yang paling nomor satu dipolitisasi di dunia ekonomi sekarang, dan itu tidak informatif . “

Sebaliknya, ia fokus pada pertumbuhan kredit yang besar di Cina. Selama enam tahun berturut-turut, bank-bank China telah menambah kredit baru bersih. Jumlahnya adalah “jumlah yang menakjubkan.” Jika dimasukkan dalam dolar AS, “kita sedang berbicara sekitar $ 5 triliun kredit yang diperpanjang selama enam tahun berturut-turut.

“Dalam keadaan yang bermacam-macam tesebut, saya pikir setiap negara di dunia akan tumbuh pada tingkat yang sangat cepat,” katanya. “Pertanyaan sebenarnya kita harus bertanya tentang China adalah mengapa tidak tumbuh kuat?”, lanjutnya.

China melambat, meskipun pertumbuhan kredit besar-besaran. Dia mempertanyakan perbedaan besar dan lebar antara gambar dalam data keuangan dari bank dan apa yang terjadi di lapangan.
“Saya berada di Beijing beberapa minggu yang lalu,” lanjutnya. “Di seluruh papan, semua orang mengharapkan perlambatan.”
Untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dalam presentasinya, “Crash, ledakan atau kekacauan?” Dia cepat kirim satu skenario. “Saya tidak melihat hal apapun untuk booming.” katanya.

Chu mengatakan Cina akan berantakan. Dalam Tanya jawab, dia membiarkan itu jika memang terjadi dan benar-benar buruk, otoritas China mungkin harus membuat pilihan tentang siapa yang harus mereka bail out. Mungkin saja klaim dari bank-bank asing di Cina.
Sementara itu, orang asing bodoh (kebanyakan bank) telah meminjamkan uang di China seakan booming itu diberikan. Pinjaman naik 47% dalam 12 bulan yang berakhir pada bulan Juni, pernyataan dari Bank for International Settlements. China juga merupakan pasar berkembang peminjam terbesar sejauh ini.

Liang juga berlaku untuk skenario kekacauan-through. “Bank-bank BUMN mendominasi China,” katanya, “dan pemerintah pusat memiliki kapasitas untuk menulis utang buruk dan rekapitalisasi bank. Pikirkan akhir 1990-an. “

Saya akan berbeda pendapat dari para pengamat pasar Cina yang terhormat. Pasar tidak bekerja begitu rapi. Masalah kredit macet besar tidak akan pergi diam-diam ke dalam malam. Pihak berwenang, bahkan yang di Cina, tidak memiliki tongkat ajaib untuk membuat masalah pergi dalam sekejap. Pasar akan meledak dan terjadi kekacauan finansial yang tidak bisa terhindarkan.

Saya melihat ide investasi China seolah-olah mereka memiliki Ebola. Beberapa investor seharusnya pintar (ini berarti Anda, GMO!) Yang bullish pada bank-bank China. Mereka mengutip, antara lain, rasio harga terhadap nilai buku rendah. Tapi saya setuju dengan Chu: “Rasio harga-to-book untuk bank-bank Cina tidak rendah ketika Anda menyadari bahwa 50% dari modal dapat terganggu dalam jumlah yang sangat singkat.”

Tinggal jauh dari Cina. Tinggal jauh dari perusahaan pinjaman uang di Cina. Itu adalah langkah mudah. Lebih sulit adalah untuk memprediksi riak krisis keuangan di China yang akan tercipta. Pembelian besar-besaran Komoditas China – seperti bijih besi, minyak, tembaga dan kalium – tampaknya akan menjadi rentan terhadap menghilangnya permintaan.

Saya tidak ragu China akan menjadi ekonomi yang jauh lebih besar dalam waktu 10 tahun. Tapi itu bukan berarti investor harus membuat uang, terutama yang asing.

Disadur dari tulisan : Chris Mayer , The Daily Reckoning

http://blog.cakrapelitainvesta.com/krisis-keuangan-selanjutnya-akan-dimulai-dari-cina/

Address

Jalan K. H. Abdullah Syafe'i, No. 1
Jakarta Selatan
12840

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cakra Pelita Investa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Cakra Pelita Investa:

Share