04/01/2020
Tahun ke 2 merantau di pulau DEWATA ini Banyak S**A & DUKA nya... Ketika pertama kali merantau ke bali untuk hidup π
(bukan untuk Liburan) hanya dengan membawa modal EKAT .
dan saya blm tau suasana bali sebelumnya seperti apa.saya hanya berpikir "NEKAT" . Mngkn beberapa teman2 tidak ada yg pernah mau melakukan seperti saya, Dpt SK tugas ke luar pulau jawa.. Hidup di rantau orng tdk semudah hidup di tempat sendiri, saya sudah mengalaminy entah di ibukota jakarta,bogor,dan sekarang dibali.dan saya berusaha sekuat mungkin utk tidak menyusahkan keluarga,dan orng lain.saya bukan orng kaya, namun saya percaya kesulitan itu akan bisa di lalui jika bisa bersabar & berusaha buktinya saya sekarang dan mudah2an ini langkah awal hidup saya.
Pokoknya saya percaya benar perbedaan saya dan mereka adl jalan hidup yg tak mudah antara daerah sendiri dan daerah orng..
satu hal" kebanggaan tersendiri juga akan didapat ketika kita bisa bersaing di di daerah orng".. Salahnya orng kebanyakan melihat saya berada di bali " enak y km bisa di bali,dpt jabatan lah,ini lah itu lah".pokoknya yg bikin kuping panas π©.
mereka hanya melihat seseorng dr sisi luarnya saja.
mereka tidak melihat dr sisi lainya bersusah payah berjuang untuk HIDUP & BERhASIL.. sisi lain lain tinggal di BALI :
Hidup di bali tidak ada yg namanya membosankan. Keluar jalan2 sudah banyak orng2, turis2 dr segala penjuru dunia. Dan orng bali tdk seperti kota2 besar lainya yg sewot sama hidup orng lainπ. Jd selama kita mematuhi peraturan di bali dan menghargai mrka,mrka juga akan menghargai kita.
bali aman,tentram,& damai ββ Bali sekarang adl tempat tangis & senyumku, sedih & tawaku. Dan jalanku utk Berjuang.
Saya berharap kedepany saya bisa lebih berhasil. Mudah2an kedepany semua lancar.π€²π€². Tak perlu bermimpi jika tak ada usaha dan perjuangan.
LEGIAN, 4 januari 2020