10/01/2025
Halo Sobatku, Ike Cahya
Sering kita mendengar atau mendapati banyak orang yang mengaitkan rejeki Tuhan dengan rejeki duniawi semata yaitu yang pada kesempatan ini saya mengangkat topiknya adalah uang.
Banyak kita dengar Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang itu menurunkan Kasih dan Sayangnya kepada manusia berupa uang, kejayaan, sukses dalam usaha. Sehingga seoalahnya semakin Sayang Tuhan kepada kita, maka semakin jaya dan kayanya manusia itu. Dan bila mendapat rejeki besar berupa uang/kekayaan, maka itu semua berkat ibadah seseorang yang lebih baik dari biasanya atau lebih baik dari orang lain. Maka sering p**a saya menerima keluhan dan pertanyaan dari orang/teman, yang bertanya, "Apakah Tuhan sedang membenci saya? karena saat ini saya sedang bangkrut?’" Apakah saya sedang jauh dari Tuhan sehingga saya sedang susah karena terlibat hutang besar?’
Mari kita telaah lebih dalam;
Uang itu ciptaan manusia. Ini jelas. Termasuk implikasi dari uang itu sendiri seperti kekayaan, hutang, dan kemiskinan. Semua itu ciptaan manusia. Saya berpendapat, Tuhan tidak berkaitan dengan itu semua secara langsung. Tidaklah bisa kau kaitkan kekayaan sebagai rejeki Tuhan. Dan tidaklah kau bisa kaitkan kemiskinan sebagai bentuk hukuman Tuhan
Rejeki dari Tuhan tidak sebatas pada apa yang diciptakan manusia, seperti uang. Masalah yang timbul seputar uang adalah masalah yang dibuat oleh manusia sendiri. Manusia sudah sangat terbiasa menghubungkan Tuhan dgn kebahagiaan dan keriaan yang menjadi standard manusia, dibuat oleh manusia. Implikasinya sudah sangat jauh, sampai ada orang yang kerap memberikan uangnya kepada banyak orang dengan harapan akan berlipat p**a rejeki (uang) yang nanti akan didapat dari Tuhan.
Itu adalah kesalahpahaman manusia terhadap Tuhan. Dan mereka terjebak dalam kepahaman yang salah seumur hidup mereka. Saya hanya bisa merasa kasihan pada mereka dikala mereka jatuh miskin dan sangat berkekurangan di usia mereka yang sudah sangat lanjut (tua). Dan sebagian dari mereka pun bertanya-tanya sendiri; “Kemanakah orang2 yang dulu pernah saya bantu yang dengan harapan akan kembali rejeki berlipat-lipat?"