11/10/2020
PASSION, PERLUKAH?
Satu hal yang harus kita ingat, menafkahi keluarga itu wajib, mengikuti passion ngga wajib. Jd menafkahilah dgn Bertanggung-jawab. Jangan sampai kita kehilangan arah atau salah langkah.....
Bisnis sesuai passion, bolehkah? Boleh aja. Silakan. Tapi nggak harus. Tentu, sangat menyenangkan kalau kita bisa melakukan sesuatu yang kita s**ai, kita kuasai, dunia butuhkan, dan kita dibayar. Konsep ikigai juga ngebahas itu. Tapi, jujur aja, nggak semua orang sampai di tahap itu.....
Kembali soal passion. Apakah kamu sudah menemukan passion-mu? Yakin itu memang passion-mu, bukan kesenangan sesaat? Apakah publik menghargai passion-mu dan mau membayar dengan layak? Apakah output dari passion-mu lebih baik daripada yang lain? Think again....
Misal, ada satu bidang yang awalnya kita anggap biasa-biasa aja. Tapi dari situ, kita menghasilkan Rp 100 juta sebulan. Saya yakin, pelan-pelan passion kita akan muncul di bidang itu. Ya kan??
Nah bagi teman-teman yang sudah berkeluarga, ingat, anak dan istri perlu makan setiap hari. Argo kehidupan jalan terus. Belum tentu kesibukan di passion-mu itu bisa menghasilkan dengan layak. Sementara, tanggung-jawab sebagai penafkah adalah mutlak. Coba pikirkan lagi.....
YANG SAYA SARANKAN, mending cari bisnis yang bisa langsung menghasilkan, mudah untuk dibesarkan, dan nggak terlalu repot utk di jalankan. Mulai aja dulu. Bantu share ya kalau setuju.....
Mungkin sebagian kita dulu pernah pacaran. Mungkin pernah menemukan (katanya) cinta sejati. Tapi kalau sekarang kita sudah menikah, maka jadikan istri dan keluarga kita sebagai cinta sejati kita.....
Demikian juga dengan sebuah bidang atau bisnis yang jelas-jelas menghasilkan. S**a atau nggak s**a, passion atau nggak passion, ada baiknya kita mulai mencintai bidang atau bisnis tersebut. Letakkan passion kita di sana..... Beda lho hasilnya klo kita sdh cinta dgn bisnis kita ๐
InsyaAllah Segala ikhtiarnya bernilai ibadah
Mendapat Rezeki yg berkah & Berlimpah ๐
artis