29/08/2017
Psikologi Tanpa Kata
Aktivitas fisik nggak perlu omongan. Ia bekerja dengan organ2 tubuh seperti tangan dan kaki, atau telinga dan mata tapi tanpa mulut.
Mulut atau kata bisa menghambat aktivitas fisik. Ketika seseorang bekerja dan dibarengi dengan kata, maka pekerjaannya akan terganggu dan mengulur waktu, terlebih bila kata itu panjang dan berlebihan, pekerjaan itu bisa terbengkalai.
Kata hanya digunakan bagi orang-orang yang kerjaannya ngomong seperti penceramah, guru, dosen, sales, motivator, pembaws berita, hakim dan lain sebagainya, dan tidak berlaku bagi tukang, sopir, teller bank, tehnisi, mekanik, ahli bedah, dan lain sebagainya. Mereka sangat pelit dengan kata tapi sangat fokus dengan mata, telinga, kaki dan tangan mereka
Psikologi yang identik dengan perilaku menurut kaum aliran perilaku adalah perilaku yang terlihat dengan mata dan bukan dengan mulut, Perilaku disebut perilaku bila perilakunya kelihatan, maka perilaku yang tidak terlihat bukanlah perilaku.
Berpikir bukanlah perilaku karena berpikir nggak kelihatan, begitu p**a dengan perasaan; motivasi; persepsi dan lain-lain. Perilaku terjadi karena adanya stimulus, Semakin kuat stimulus baik berupa kata, benda; perilaku itu sendiri ataupun simbol simbol akan semakin kuat p**a perilaku itu terjadi, Sedangkan stimulus pikiran, petasaan dan motivssi serta persepsi dianggapnya tidak ada, karena tidak kelihatan.
Respon dari suatu stimulus adalah perilaku. Respon bisa saja dalam bentuk kata, tapi kata adalah sesuatu yang tidak kelihatan dan simber munculnya kata adalah pikiran dan persaan yang juga tidak kelihatan, maka kata bukanlah sebuah perilaku.
Bagi aliran psikologi perilaku, kata hanyalah sebatas kump**am pengetahuan ataupun sebagai petunjuk perilaku; tapi bukan perilaku.
Perilaku harus dalam bentuk aktivitas yang melibatkan fisik, dan tidak melibatkan kata ataupun pikiran dan persaan. Maka sesungguhnya psikologi atau perilaku tanpa kata itu hanya berlaku bagi yang beraliran perilaku saja,, sedangkan aliran lain nerpendapat bahwa perilaku itu bisa dalam wujud maupun tidak berwujud.