24/12/2015
[Articles//Ghazwul Fikr] :
KAOS DAN JIHAD GLOBAL
Dalam dunia mode, memakai kaos sebagai pakaian luar merupakan perlawanan terhadap dunia fashion oleh karena telah mengalih fungsikan kaos yang awalnya hanya sebagai pakaian dalam namun dikenakan sebagai pakaian luar. Pada masa music heavy metal mulai digemari kalangan muda, kaos dipilih untuk dijadikan seragam sebagai bentuk penolakan terhadap konvensi arus utama mode dunia. Bahkan oleh komunitas punk, sebagian kaos sengaja disobek sebagai bagian dari gaya subkultural bahwa fashion adalah unfashion.
Seiring perubahan dalam bahan dan teknologi, kaos turut beralih fungsi disamping sebagai sarana untuk menginterpretasikan pemakainya, kaos juga dipakai sebagai agen perubahan dan media social offline yang fleksibel, karena sifatnya yang nyaman untuk dipakai sehari-hari dan bisa bisa dengan mudah di lihat di banyak tempat.
Dalam era jihad global, peran Islamic Clothing dalam mendukung langkah mujahidin untuk melakukan tahridh (mengobarkan semangat jihad), dan membuat marah musuh melalui obyek yang ditampilkan, merupakan bagian dalam mengamalkan syariat (berkaitan dengan tahridh lihat QS. An-Nisaa’ : 84, QS. Al-Anfal : 65, dalam hal membuat marah musuh lihat QS. At-Taubah : 120) jika diniatkan untuk hal tersebut dan selama hal itu tidak memancing musuh untuk mencela Allah Ta’ala.
Tidak berlebihan jika saya berharap bahwa apa yang telah dilakukan oleh para penggiat Islamic Clothing dan orang-orang yang berpartisipasi dalam hal semacam ini termasuk orang yang telah disabdakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Sungguh, Allah akan memasukkan tiga orang dalam surga karena satu buah anak panah, yaitu pembuatnya yang mengharapkan kebaikan dari karyanya tersebut, orang yang melemparkannya dan orang yang mengambilkannya” (HR. Abu Dawud, Nasa’I, Al Hakim dan beliau menshohihkannya)
Oleh karena itu, mari kita luruskan niat hanya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala bukan untuk kepopuleran seni yang akan basi, karena jihad ini bukan hanya tanggung jawab para mujahidin akan tetapi tanggung jawab umat Islam dalam menghadapi peradaban yang kita wajib memotivasi orang-orang yang berada di dalamnya agar masing-masing ikut ambil bagian.
Dengan izin Allah, kami akan menghidupkan benih-benih perlawanan, menciptakan cuaca perlawanan dan iklim revolusi bagi pejuang dan para pembelanya dan tahridh untuk mendukungnya…Allahu Akbar!!
--------------------------------------------------------------
Writted by: Muhammad Ikhwan (Pesyawar)
Source : https://screamvolz.wordpress.com
Photography By: Ahmed Mesleh