29/08/2024
Episode 2 Pendaftaran
Lima bulan sebelumnya, di sebuah ruang pertemuan di Hotel Pangeran, Kota Pahlawan, Ustadz Cahyo berdiri dengan penuh percaya diri. Ia mengenakan gamis hitam, berkacamata, dan berjenggot tipis, senyumnya ramah namun meyakinkan.
"Nah, bapak-ibu sekalian, tunggu apa lagi? Pendaftaran haji mandiri ini hanya dibuka sampai minggu depan, 31 Januari 2024. Dimana lagi ada kesempatan daftar haji, bonus umroh, dan berangkat tahun ini juga?" kata Ustadz Cahyo sambil menatap jamaah di depannya.
Junaedi, yang duduk di barisan depan, mengangkat tangannya. "Ini benar, Ustadz? Pasti berangkat tahun ini?"
"Insya Allah, Pak," jawab Ustadz Cahyo tegas. "Sudah sepuluh tahun kami memberangkatkan haji, semuanya lancar, nggak ada masalah," tambahnya dengan penuh keyakinan.
Seorang jamaah lain yang duduk di belakang, seorang bapak berbadan besar, tiba-tiba berdiri dan bertanya, "Jaminannya apa, Ustadz?"
"Jaminannya ya saya ini," jawab Ustadz Cahyo sambil tersenyum. Ia kemudian menunjukkan beberapa foto di ponselnya. "Ini saya tahun lalu, di apartemen saya di Mekkah, tahun 2023. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan baik."
Si bapak tadi masih ragu. "Dengan biaya seratus sembilan puluh lima juta itu, apa kita dapat maktab, penginapan?"
Ustadz Cahyo mengangguk mantap. "Iya, pasti. Ada tenda, makan, penginapan apartemen yang dekat dengan Mina. Nyaman, dan tidak perlu repot-repot pindah tempat lagi."
Junaedi menggenggam tangan istrinya, Melati, yang duduk di sampingnya. "Dek, sepertinya ini cocok buat Ibu ya?"
Melati menghela napas, ragu. "Biayanya lumayan, Mas. Apa Mas yakin?"
Junaedi tersenyum tipis. "Penjelasan Ustadz Cahyo tadi jelas, kan? Ada jaminannya, lagi p**a beliau teman dekat Mas Anto. Mas Anto sudah berkali-kali haji, pasti dia paham."
"Tapi uangnya dari mana, Mas?" tanya Melati pelan.
"Insya Allah, kita berdoa dan berusaha. Allah pasti kasih jalan," jawab Junaedi penuh keyakinan.