Loney Andini

Loney Andini Bu Guru Update

20/05/2026

Bertindak sebagai guru profesional, penyusun asesmen pendidikan, dan ahli evaluasi pembelajaran Kurikulum Merdeka yang memahami penyusunan soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) secara mendalam.

Buatkan KISI-KISI PENULISAN SOAL HOTS yang lengkap, sistematis, profesional, detail, dan sesuai standar pendidikan Indonesia.

Gunakan pendekatan:
- Kurikulum Merdeka
- Pembelajaran Deep Learning
- Taksonomi Bloom Revisi
- Penilaian autentik
- Soal berbasis literasi dan numerasi
- Kontekstual dan berbasis kehidupan nyata

Susun kisi-kisi dalam format tabel profesional dengan komponen berikut:

1. Identitas Kisi-Kisi
- Nama sekolah
- Mata pelajaran
- Fase/Kelas
- Semester
- Tahun ajaran
- Kurikulum
- Materi pokok
- Alokasi waktu

2. Capaian Pembelajaran (CP)
Tuliskan CP sesuai Kurikulum Merdeka secara lengkap dan relevan.

3. Tujuan Pembelajaran (TP)
Buat TP:
- spesifik,
- terukur,
- menggunakan kata kerja operasional,
- dan mengarah pada kemampuan berpikir tingkat tinggi.

4. Materi Pembelajaran
Tuliskan:
- materi inti,
- konsep penting,
- fakta,
- prinsip,
- prosedur,
- dan keterkaitan dengan kehidupan nyata.

5. Indikator Soal HOTS
Buat indikator yang:
- mengukur analisis,
- evaluasi,
- kreasi,
- pemecahan masalah,
- pengambilan keputusan,
- berpikir kritis,
- dan penalaran logis.

Gunakan level kognitif:
- C4 (Menganalisis)
- C5 (Mengevaluasi)
- C6 (Mencipta)

6. Level Kognitif
Tuliskan level:
- LOTS
- MOTS
- HOTS

Sertai alasan klasifikasinya.

7. Bentuk Soal
Variasikan:
- pilihan ganda HOTS,
- pilihan ganda kompleks,
- benar salah,
- menjodohkan,
- isian,
- uraian,
- studi kasus,
- berbasis stimulus.

8. Stimulus Soal
Buat stimulus:
- kontekstual,
- aktual,
- menarik,
- berbasis kehidupan nyata,
- literasi data,
- tabel,
- grafik,
- infografis,
- narasi kasus,
- artikel pendek.

9. Kisi-Kisi Soal
Susun tabel berisi:
- No
- CP
- TP
- Materi
- Indikator soal
- Level kognitif
- Bentuk soal
- Nomor soal
- Kunci jawaban
- Aspek HOTS

10. Kaidah Penulisan Soal HOTS
Jelaskan:
- ciri soal HOTS,
- prinsip penyusunan,
- kesalahan umum,
- dan tips membuat soal berkualitas.

11. Rubrik Penilaian
Buat rubrik:
- analitis,
- objektif,
- jelas,
- sesuai indikator HOTS.

12. Analisis Soal
Tambahkan:
- tingkat kes**aran,
- daya pembeda,
- validitas,
- reliabilitas,
- efektivitas pengecoh.

Tambahkan juga:
- Bahasa formal akademik
- Tabel rapi dan profesional
- Contoh nyata soal HOTS
- Penjelasan mendalam
- Narasi realistis seperti dokumen guru profesional
- Format siap Word/PDF

Gunakan pendekatan:
- pembelajaran bermakna,
- pemecahan masalah,
- studi kasus nyata,
- dan keterampilan abad 21.

Data yang dapat disesuaikan:
Mapel: [isi]
Kelas/Fase: [isi]
Materi: [isi]
Semester: [isi]
Jumlah soal: [isi]

Hasil akhir harus:
- lengkap,
- siap pakai,
- profesional,
- tidak kaku seperti AI,
- dan sesuai standar penyusunan asesmen HOTS terbaru.

MENERUSKAN INFORMASI *Referensi Latihan Soal Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Jabatan Fungsional (JF) Guru Tahun 2...
08/05/2026

MENERUSKAN INFORMASI
*Referensi Latihan Soal Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Jabatan Fungsional (JF) Guru Tahun 2026*

*Jenjang Jabatan Fungsional :*
*🔴 Guru Ahli Pertama ➜ Guru Ahli Muda*
🌐 s.id/UKKJJF-Pertama-Muda

*🟢 Guru Ahli Muda ➜ Guru Ahli Madya*
🌐 s.id/UKKJJF-Muda-Madya

🟠 *Guru Ahli Madya ➜ Guru Ahli Utama*
🌐 s.id/UKKJJF-Madya-Utama

_Mari hadapi UKKJ JF Guru Tahun 2026 dengan penuh percaya diri dan semangat belajar tanpa henti._

silakan belajar dan saya mau belajar👏👏👏👏

Referensi Soal UKKJ Guru Ahli Pertama ke Ahli Muda : Penguatan Kompetensi Dasar sebagai Praktisi Pembelajaran Profesional - Uji Kompetensi...

23/04/2026

*📢 Informasi Penyaluran TPG Non ASN dan PPPK PW Bulan April 2026*

Tunjangan Profesi Guru (TPG) Non ASN dan PPPK PW Bulan April 2026 telah masuk ke rekening penerima melalui mekanisme transaksi otomatis.

💱 *Potongan Pajak 5%*
- 2.000.000 x 5% = 100.000
- 2.000.000 - 100.000 = *1.900.000,-*

*💳 Diharapkan kepada seluruh penerima untuk:*
- Melakukan pengecekan rekening secara berkala
- Memastikan rekening dalam kondisi aktif dan tidak terblokir



23/04/2026

SIAP-SIAP dari sekarang
DOKUMEN UKKJ YANG AKAN DIUNGGAH DI SIMPKB

Dokumen Peserta Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang Jabatan (UKKJ)
1. hasil pindai (scan) SK jabatan terakhir
2. hasil pindai (scan) SK kenaikan pangkat terakhir
3. hasil pindai (scan) Pakta Integritas yang ditandatangani di atas materai
4. hasil pindai (scan) PAK terakhir
5. hasil pindai (scan) dokumen penilaian prestasi kerja (SKP) paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir (2025)

sambil menunggu di panggil🙏



20/02/2026

🌞 PANTUN PEMBUKA PELAJARAN

1. Ceria & Membangkitkan Semangat
Pagi cerah mentari bersinar,
Burung bernyanyi di dahan cemara.
Anak-anak hebat sudah siap belajar,
Mari kita mulai dengan hati gembira!

2. Motivasi Belajar
Buku dibuka penuh harapan,
Pensil rapi di atas meja.
Mari belajar dengan sungguh-sungguh kawan,
Agar masa depan cerah menanti kita!

3. Interaktif (Bersahut-sahutan)
Guru:
Pergi ke taman memetik melati,
Tak lupa membawa buku cerita.
Siapkah anak-anak belajar hari ini?
Siswa:
Siap Bu/Pak Guru, penuh semangat dan ceria!

4. Singkat & Mudah Diingat
Mentari pagi tersenyum cerah,
Tanda hari penuh semangat.
Ayo belajar jangan malas-malasan,
Agar ilmu bertambah hebat!

🌙 PANTUN PENUTUP PELAJARAN

1. Hangat & Menenangkan
Belajar hari ini terasa indah,
Ilmu bertambah hati pun senang.
Terima kasih anak-anak semua,
Sampai jumpa esok dengan semangat gemilang!

2. Motivasi
Buku ditutup bukan berarti berhenti,
Ilmu dipelajari terus setiap hari.
Rajin belajar sejak dini,
Agar cita-cita mudah diraih nanti.

3. Interaktif
Guru:
Awan putih berarak pelan,
Hari indah hampir usai terasa.
Apakah belajar hari ini menyenangkan?
Siswa:
Menyenangkan, Bu/Pak Guru luar biasa!

4. Singkat
Belajar hari ini sungguh seru,
Ilmu baru sudah bertemu.
Terima kasih anak-anakku,
Sampai jumpa di waktu yang baru!

15/02/2026

Tugas waka kesiswaan
Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bidang Kesiswaan merupakan salah satu unsur pimpinan sekolah yang memiliki peran strategis dalam mengelola kehidupan peserta didik.

Bidang kesiswaan tidak hanya berfokus pada aktivitas siswa di luar kelas, tetapi juga berperan besar dalam pembentukan karakter, penegakan disiplin, pengembangan bakat dan minat, serta pembinaan kepribadian peserta didik.

Keberhasilan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan berkarakter sangat bergantung pada efektivitas peran wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

---

✅Kedudukan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan

Waka kesiswaan berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah. Dalam menjalankan tugasnya, waka kesiswaan bekerja sama dengan wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), pembina OSIS, pembina ekstrakurikuler, tenaga kependidikan, serta pihak luar seperti orang tua dan instansi terkait.

Kedudukan ini menjadikan waka kesiswaan sebagai koordinator utama seluruh kegiatan dan pembinaan peserta didik di sekolah.

---

✅Peran Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan

Peran waka kesiswaan mencakup berbagai aspek penting, antara lain:

✔️Sebagai Perencana Program Kesiswaan
Waka kesiswaan berperan merancang program pembinaan siswa yang terstruktur dan berkelanjutan, mulai dari program orientasi peserta didik baru hingga pembinaan siswa kelas akhir.

✔️Sebagai Pembina Karakter dan Disiplin
Waka kesiswaan berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, dan kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan sekolah.

✔️Sebagai Koordinator Kegiatan Siswa
Seluruh aktivitas siswa, baik organisasi, ekstrakurikuler, maupun kegiatan insidental, berada dalam koordinasi waka kesiswaan agar berjalan tertib dan sesuai aturan.

✔️Sebagai Mediator dan Fasilitator
Waka kesiswaan menjadi penghubung antara siswa, guru, orang tua, dan pimpinan sekolah dalam menyelesaikan permasalahan kesiswaan secara edukatif dan manusiawi.

✔️Sebagai Pengarah Prestasi dan Pengembangan Potensi
Waka kesiswaan berperan mendorong dan memfasilitasi siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

---

✅Tugas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan

Tugas waka kesiswaan dilaksanakan secara operasional dan teknis, meliputi:

📍Perencanaan dan Pelaksanaan Program
-Menyusun program kerja kesiswaan tahunan dan semesteran.
-Menyelaraskan program kesiswaan dengan visi, misi, dan budaya sekolah.
-Mengkoordinasikan pelaksanaan program kepada seluruh pihak terkait.

📍Pengelolaan Organisasi Siswa
-Membina dan mengawasi kegiatan OSIS dan organisasi siswa lainnya.
-Membimbing pengurus OSIS dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.
-Menanamkan nilai kepemimpinan dan demokrasi kepada siswa.

📍Pembinaan Disiplin dan Tata Tertib
-Menyusun dan mensosialisasikan tata tertib siswa.
-Mengawasi pelaksanaan disiplin siswa di lingkungan sekolah.
-Menangani pelanggaran tata tertib secara bertahap dan edukatif.

📍Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler
-Mengkoordinasikan seluruh kegiatan ekstrakurikuler.
-Menentukan pembina dan jadwal kegiatan ekstrakurikuler.
-Mengevaluasi efektivitas kegiatan ekstrakurikuler secara berkala.

📍Pembinaan Prestasi Siswa
-Mengidentifikasi potensi dan bakat siswa.
-Membina dan memfasilitasi siswa dalam kegiatan lomba dan kompetisi.
-Mendokumentasikan dan mempublikasikan prestasi siswa.

📍Penanganan Permasalahan Siswa
-Bekerja sama dengan guru BK dan wali kelas dalam menangani masalah siswa.
-Melakukan pendekatan persuasif dan pembinaan berkelanjutan.
-Menjalin komunikasi dengan orang tua terkait perkembangan siswa.

📍Pengelolaan Kegiatan Khusus
-Mengkoordinasikan kegiatan MPLS, upacara bendera, peringatan hari besar nasional dan keagamaan.
-Mengatur kegiatan kepramukaan dan kegiatan pembentukan karakter lainnya.

---

✅Tanggung Jawab Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan

Dalam menjalankan peran dan tugasnya, waka kesiswaan bertanggung jawab atas:

✔️Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif.
✔️Terlaksananya seluruh program kesiswaan sesuai rencana dan ketentuan.
✔️Pembinaan karakter dan perilaku siswa yang selaras dengan nilai-nilai pendidikan.
✔️Pencegahan dan penanganan kasus pelanggaran siswa secara adil dan edukatif.
✔️Peningkatan prestasi siswa di bidang akademik dan nonakademik.
✔️Penyusunan laporan kegiatan kesiswaan kepada kepala sekolah secara berkala.

---

✅Kompetensi yang Harus Dimiliki Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan

Agar mampu menjalankan tugas secara optimal, waka kesiswaan perlu memiliki:

-Kompetensi kepemimpinan dan manajerial.
-Kemampuan komunikasi dan problem solving.
-Pemahaman tentang psikologi perkembangan peserta didik.
-Keteladanan dalam sikap dan perilaku.
-Kemampuan bekerja sama dalam tim.

---

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan memegang peran vital dalam pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik.

Melalui perencanaan yang matang, pembinaan yang konsisten, serta tanggung jawab yang tinggi, waka kesiswaan berkontribusi besar dalam mewujudkan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang aman, berprestasi, dan berkarakter.

11/02/2026

Amanat Pembina Upacara
“Bahaya di Balik Kata Nanti bagi Seorang Pelajar”

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Anak-anakku yang Bapak/Ibu banggakan,

Hari ini Bapak/Ibu ingin mengajak kalian memikirkan satu kata yang kelihatannya sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Kata itu adalah “nanti.”

Coba kalian ingat-ingat, berapa kali dalam sehari kalian mengatakan:
• “Nanti saja belajarnya.”
• “Nanti PR-nya dikerjakan.”
• “Nanti saja baca bukunya.”

Kelihatannya sepele, tapi hati-hati. Kata nanti sering kali bukan berarti menunda sebentar, melainkan tidak jadi sama sekali.

Anak-anakku,

Pelajar yang sering menunda akan terbiasa hidup tanpa persiapan. PR menumpuk, belajar sistem kebut semalam, tugas dikerjakan asal jadi. Awalnya mungkin masih bisa dikejar, tapi lama-lama akan kewalahan sendiri.

Yang lebih berbahaya, kebiasaan berkata nanti bukan hanya merugikan nilai, tapi juga merusak karakter. Kalian jadi:
• kurang disiplin
• kurang bertanggung jawab
• dan terbiasa mencari alasan

Padahal masa sekolah adalah waktu terbaik untuk belajar disiplin dan bertanggung jawab. Kalau sekarang sudah terbiasa menunda, nanti saat dewasa—saat tidak ada guru yang mengingatkan—kalian akan kesulitan.

Ingat baik-baik, anak-anakku,
orang sukses bukan orang yang paling pintar, tapi orang yang tidak s**a menunda.

Mulailah dari hal kecil:
• Ada tugas → kerjakan hari ini
• Ada waktu luang → gunakan untuk belajar
• Ada kewajiban → selesaikan sebelum bermain

Ganti kata “nanti” dengan:
• “sekarang”
• “segera”
• “saya coba dulu”

Bapak/Ibu yakin, kalian semua punya potensi luar biasa. Jangan biarkan masa depan kalian tertunda hanya karena satu kata: nanti.

Mari kita biasakan menjadi pelajar yang sigap, disiplin, dan bertanggung jawab. Karena masa depan tidak menunggu orang yang s**a menunda.

Terima kasih,
Salam🙏

11/02/2026

PRAKTIK SESAT ARISAN JAM MENGAJAR
copas ya
dan yang tulis ini sangat kren🤣

Entah siapa profesor di balik ide ini. Tapi yang jelas ia layak mendapatkan penghargaan dalam kategori Guru Paling Kreatif tingkat sekolah menengah pada acara puncak hari guru November nanti.
Di saat orang-orang sibuk arisan panci atau emas, para guru kreatif kita justru menciptakan tren yang jauh lebih mendebarkan : yaitu Arisan Jam Mengajar.

Praktiknya begini.

Misalkan di sebuah SMP Ada dua guru matematika, tapi lahan yang tersedia cuma 24 Jam Pelajaran (JP). Aturan sekarang pun makin saklek, dimana tidak boleh lagi mengemis jam di sekolah lain. Mau tak mau, dua guru ini terjebak dalam satu ring yang sempit. Pilihannya cuma dua: sama-sama tidak cair TPG-nya, atau main sulap data. Maka muncullah skema arisan: “bulan ini kamu yang ambil 24 JP di Dapodik, bulan depan giliran saya. Setidaknya kan TPG kita sama-sama cair. Walau tidak tiap bulan.”

Kedengarannya seperti solusi solidaritas yang jenius. Tapi mari kita bedah mengapa praktik ini tetaplah jalan sesat yang dibungkus rapi dengan pita darurat.

1️⃣ Membangun pertentangan Dapodik vs Realita

Meski di lapangan guru tetap mengajar di kelas masing-masing demi kestabilan siswa, secara administratif kita sedang menciptakan skizofrenia data. Di dunia digital, Guru A dilaporkan mengajar penuh, padahal nyatanya dia cuma masuk separuh rombel. Berarti Kita sedang melatih kemampuan akting tingkat tinggi. Jika pendidikan saja dibangun di atas pondasi "asal sistem senang", lantas apa yang tersisa dari nilai kejujuran yang kita ajarkan ke siswa. Cukuplah sifat tak berintegritas itu menjadi milik anggota dewan. Jangan kita guru juga begitu.

2️⃣ Antara Hak dan Sedekah

Arisan ini secara tidak langsung mengubah tunjangan profesi menjadi semacam uang kas sosial antar teman. TPG yang seharusnya adalah penghargaan atas beban kerja nyata, kini berubah fungsi jadi bantuan finansial gantian.
Masalah bisa saja muncul jika salah satu guru tiba-tiba pindah tugas, pensiun, atau (amit-amit) ada selisih paham. Jika sudah begitu, Siapa yang menjamin giliran kita bulan depan tetap aman jika hubungan pertemanan sedang retak? Arisan ini tidak punya payung hukum, hanya berdasar pada janji manis di ruang guru yang rawan ingkar. Alih-alih bertujuan untuk mempererat solidaritas, malah memperlebar jurang konflik.

2️⃣ Bom Waktu di Masa Audit

Jangan salah, sistem verifikasi kini makin canggih. Bayangkan jika ada audit mendadak yang menuntut bukti fisik daftar hadir siswa atau jurnal mengajar yang ditandatangani guru bersangkutan. Ketika nama di jurnal kelas tidak sinkron dengan nama di Dapodik karena jadwal arisan, di situlah drama dimulai. Alih-alih TPG cair, yang ada malah kewajiban mengembalikan dana ke kas negara. Niatnya bantu ekonomi, malah jadi investasi rugi.

4️⃣ Menormalkan Kebohongan Putih demi Bertahan Hidup

Kita semua tahu, mencari jam di sekolah lain sekarang sudah diputus jalurnya. Guru dipaksa makan di piring sendiri yang isinya makin sedikit. Namun, mengakali sistem dengan arisan jam adalah bentuk normalisasi kebohongan. Jadi Ini sebenarnya adalah kritik keras bagi pembuat kebijakan. Ketika aturan dibuat terlalu ketat tanpa solusi, orang-orang jujur pun terpaksa belajar jadi penipu demi dapur tetap ngebul.

——

Lantas, Apa Solusinya?

Kita tidak bisa hanya menyalahkan guru yang terdesak. Perlu ada jalan keluar yang lebih elegan.

1️⃣ Optimalisasi Tugas Tambahan Resmi

Maksimalkan tugas tambahan yang diakui Dapodik untuk menambal kekurangan jam secara legal. Sebagaimana kita tahu, sekarang ada banyak tugas tambahan yang bisa dijadikan wadah menambah jam. Bahkan dalam hitungannya, guru mapel cukup mengajar tatap muka 16 JP. Karena bisa ditambah dengan tugas Guru Wali (2 Jp) dan tugas tambahan lain (6JP).
Maka sebenarnya kepala sekolah dan guru perlu duduk bersama untuk mengoptimalisasikan ini.

2️⃣ Kolaborasi Kokurikuler

Manfaatkan jam Kokurikuler yang memungkinkan kolaborasi lintas mapel. Ini adalah lahan jam pelajaran sah yang seringkali belum tergarap optimal.

3️⃣ Redistribusi Guru oleh Dinas

Pemetaan ulang oleh Dinas Pendidikan harus menjadi solusi utama. Jika satu sekolah kelebihan guru mapel tertentu, mutasi ke sekolah yang kekurangan harus dilakukan, bukan membiarkan guru saling sikut dalam skema arisan tadi.

4️⃣ Revisi Aturan "24 Jam"

Pemerintah perlu mengevaluasi aturan 24 jam wajib linier di daerah yang jumlah rombelnya terbatas, atau memberikan ekuivalensi jam untuk tugas-tugas literasi dan numerasi lainnya. Sebenarnya ada banyak solusi untuk ini. Dengan memperhatikan situasi dan kondisi di setiap sekolah.

——

Mengakali Dapodik mungkin terasa seperti kemenangan kecil, tapi secara perlahan kita sedang menggadaikan integritas profesi demi satu-dua kali transferan. Dan melupakan resiko ancaman yang lebih serius di kemudian hari.

Mari kita kembalikan marwah ruang kelas sebagai tempat berbagi ilmu, bukan tempat berbagi slot pencairan. Karena keberkahan gaji itu bukan dilihat dari seberapa lancar cairnya, tapi dari seberapa jujur kita menjemputnya.

Sambil kita berdoa, semoga pemerintah segera menemukan solusi jitu untuk masalah rebutan jam demi TPG.

copas tulisan ini dari fb sebelahdan ternyata sabgat betul sekalipendidikan fulu vd pendidikan sekarang1. Sisi Kiri: Pen...
09/02/2026

copas tulisan ini dari fb sebelah
dan ternyata sabgat betul sekali
pendidikan fulu vd pendidikan sekarang

1. Sisi Kiri: Pendidikan Zaman Dulu (Era Penuh Keberkahan)
​Sisi ini didominasi oleh warna krem dan cokelat yang memberikan kesan hangat dan tradisional.
​Murid Mengabdi: Digambarkan seorang murid membantu gurunya mencari kayu bakar. Teks menjelaskan bahwa tindakan membantu guru di luar urusan akademik dianggap sebagai bentuk pengabdian, bukan eksploitasi.
​Orang Tua Hormat: Menunjukkan orang tua yang bersikap santun kepada guru. Mereka memberikan kepercayaan penuh dan tidak memprotes metode disiplin guru, termasuk hukuman fisik.
​Murid Menjaga Nama Baik Guru: Terdapat ilustrasi murid yang terluka namun tetap menutupi kesalahan gurunya di depan orang tua agar tidak timbul masalah.
​Hasilnya: Keberkahan turun. Sikap hormat dan kesabaran dianggap mengundang rahmat Tuhan bagi semua pihak.
​2. Sisi Kanan: Pendidikan Zaman Sekarang (Era Hilangnya Keberkahan)
1.​Sisi ini menggunakan warna biru dingin dan abu-abu dengan ilustrasi tanah yang retak, melambangkan perpecahan hubungan.
​Murid Melawan: Digambarkan murid yang membangkang dan memutarbalikkan fakta. Saat diberi teguran atau hukuman ringan, mereka melapor sebagai tindakan kekerasan atau penganiayaan.
​Orang Tua Menyalahkan Guru: Ilustrasi menunjukkan orang tua yang melaporkan guru ke polisi. Sikap terlalu protektif ini dianggap merusak hubungan pendidikan.
​Teori Canggih, Esensi Hilang: Meskipun teknologi dan teori pendidikan sudah modern (digambarkan dengan tumpukan buku dan gawai), rasa hormat yang hilang membuat proses belajar terasa hambar dan kehilangan "berkah".
​Hasilnya: Keberkahan terhalang. Sikap curiga dan permusuhan dianggap menghambat turunnya rahmat dalam proses pendidikan.





Address

Lahurus
Atambua
85772

Telephone

+81296443987

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Loney Andini posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share