Alwi Rahmat

Alwi Rahmat Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Alwi Rahmat, Finance, Kutablang, Bireuen, Aceh.

19/11/2019

KHALIFAH

Khalifah adalah pergantian kepimimpinan nabi Muhammmad SAW untuk mengurus kemeslahatan umat.
Dan masa kekhalifahan hanya berdurasi 30 tahun saja, sebagaimana kanjeng nabi pernah bersua

‎قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْخِلَافَةُ فِي أُمَّتِي ثَلَاثُونَ سَنَةً ثُمَّ مُلْكٌ بَعْدَ ذَلِكَ

Rasulullah saw bersabda: “Khilafah pada umatku ada tiga puluh tahun setelah itu para raja (sebagai penguasanya). HR. Turmudzi.

Nah, kopi dan camilan kali ini sedikit menawarkan berupa draf berikut ini.
Mari kita mengkalkulasikan bersama;

1. Abu Bakar.
Masa kepemimpinan 2 tahun 3 bulan 10 hari.
2. Umar bin Khatab.
Masa kepimimpinan 10 tahun 6 bulan 8 hari.
3. Usman bin Affan.
Masa kepemimpinan 11 tahun 11 bulan 9 hari.
4. Ali bin Abi Thalib.
Masa kepemimpinan 4 tahun 9 bulan 7 hari.

Jumlah lama dari keseluruhan nya adalah
29 tahun 6 bulan 4 hari. Setelah itu
5 bulan 26 hari di lanjutkan oleh Saidina Hasan anak dari Ali bin Abi Thalib atau cucu Rasulullah sendiri.
Jadi, genap 30 tahun masa kekhalifahan.

Waba’da zalik kepemimpinan itupun langsung dimahkotakan oleh pemuka-pemukanya. Diantaranya.
1. Thalhah bin Ubaidillah.
2. Zubair bin Awwal
3. Abdurrahman bin Auf
4. Saad bin abi Waqas
5. Said bin zaed
6. Abu Ubaidillah Amir bin Jarrah.

Jadi genaplah 10 sahabat nabi yang di jamin masuk surga.

Date : 20. 05. 2019
Kajian kitab : Abi Jamarah.

19/11/2019

Menyucikan najis besar dengan sabun

Bolehkah "Najis Berat" (Mughalladzah) Disucikan Pakai Sabun?

Dalam madzhab Syafi'i ada istilah najis Mughalladzah. Yakni najisnya anjing (berdasarkan hadis di bawah) dan babi (berdasarkan Qiyas/ disamakan dengan anjing).

Mughalladzah ini berdasarkan hadis:

‎ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا شَرِبَ الكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سبعا»

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Jika anjing minum dalam wadah kalian maka basuhlah 7 kali" (HR Bukhari)

Penjelasan lebih detail terdapat dalam hadis:

‎عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ، أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بالتراب»

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Wadah kalian bisa suci jika diminum oleh anjing adalah dengan dibasuh 7 kali, (salah) satu basuhan (dicampur) dengan tanah" (HR Muslim)

Apakah harus dengan tanah? Bagaimana dengan sabun maupun deterjen (seperti mama lemon, mama genit dan mama muda)? Ada sebuah pendapat yang membolehkan:

‎(ﻭاﻷﻇﻬﺮ ﺗﻴﻘﻦ اﻟﺘﺮاﺏ) ﺟﻤﻌﺎ ﺑﻴﻦ ﻧﻮﻋﻲ اﻟﻄﻬﻮﺭ، ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ ﻻ، ﻭﻳﻘﻮﻡ ﻏﻴﺮﻩ ﻣﻘﺎﻣﻪ ﻛﺎﻷﺷﻨﺎﻥ ﻭاﻟﺼﺎﺑﻮﻥ

"Pendapat yang kuat adalah benar-benar menggunakan tanah, sebagai upaya menggunakan 2 alat bersuci (air dan tanah). Pendapat kedua boleh dengan selain tanah seperti kayu Asynan (di Arab) dan Sabun" (Al-Mahalli, Syarah Minhaj, 1/84)

Meskipun ini pendapat dlaif dalam madzhab Syafi'i namun boleh diamalkan khususnya saat darurat. Misalnya, menjadi dokter spesialis hewan yang menangani anjing sakit, atau yang pernah dialami oleh pekerja Muslim di tempat kerjanya bersentuhan dengan hewan tersebut setiap hari dan tidak mungkin alat-alat masaknya dibasuh dengan tanah, atau petugas keamanan yang ditugasi bekerja dengan anjing pelacak

Date. : 30 Oktober 2019
Ustazd Fadhil Lc

19/11/2019

Sumber-sumber Hukum Islam.
Sumber hukum islam dalam mazhab kita syafi’i terbagi kepada 4.
1. Alquran (nash)
2. Hadist (nash)
3. Ijma’
4. Qiyas.

Contoh Nash daripada hadist
Nash : Nabi pernah mengqadha salat sunat rawatib yaitu sunat sesudah dhuhur sesudah shalat ashar karena Rasul ada tamu.
Rawahu syaikhaini.

Ijma’ : Boleh shalat sunat jenazah atau sunat lainnya sesudah shalat ashar dan subuh atau dalam waktu makruh karena ada sebab.

Qiyas : Boleh shalat sunat dalam waktu makruh apa bila ada sebab. Karena di qiyaskan nabi pernah mengqadha shalat sunat dhuhur sesudah shalat ashar. Berarti boleh shalat sesudah subuh dan istiwak jika ada sebab.

Date : 13, 09, 2019

19/11/2019

Kembali kita menopang mata berkait untaian kata yang keluar dari mulut insan paling mulia yang pernah di lahirkan dan sesempurna ciptaan yang telah di cipta.

‎قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا أَوْ مُحِبًّا وَلَا تَكُنْ خَامِسًا فَتَهْلِكَ (رواه بيهقى)

Nabi SAW bersabda ;
1. Jadilah engkau orang berilmu, atau
2. Orang yang menuntut ilmu, atau
3. Orang yang mau mendengarkan ilmu, atau
4. Orang yang menyukai ilmu. dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka” (HR. Baihaqi).

Dalam untaian hadist kali ini kembali kita dipertemukan bukti yang kiranya kita mesti jadi bagian dari yang kian tertera.
Dalam hal ini jelas tak terbantahkan bahwa ilmu menempati kedudukan paling tinggi dan musabbab dengan mendapatinya tidak se enteng hanya dengan mengusap layar gawai.
Bahkan dalam memahami dari kalimat
ًطَلَبُ العِلمِ ً
Yakni “menuntut” itu tidak semudah yang kita angan-angankan, pikirkan dan kita hayalkan hanya dengan modal paket dan satu kitab persegi panjang ajaib itu. Sampai- sampai menjelma sebagai kebutuhan paling pokok pada zaman kiwari.
hingga tanpanya kita merasa lapar dan gerah.
Namun, ya “La budda min” sudah masa di mana kita mesti membutuhkan sepetak benda tersebut.
Bahkan kita tidak bisa mencekal menuntut ilmu lewat barang itu.
Aah.. rasanya agak berat mengatakan sedemikian. Terlalu menganggap gampang bagi penuntut, terlalu instan mendapatkannya.
Tapi, penuntut itu mesti menyebrangi dalamnya kepayahan melawati duri tajam yang penuh rintangan juga dibutuh mendurasikan diri yang tidak begitu singkat, membutuhkan fase yang sekian lama.
Hingga apa yang diperoleh menjadi nikmat dan keberkahannya.
Bahkan kita ditolak lupakan dengan kaidah ini
ًألجزاء بقدار العمل ً
“Pembalasan itu sejauh mana yang kita usaha”

Lalu, dalil mana lagi yang akan kita berdalih untuk mensepelekan, mengabaikan, menganggap tidak penting? Tidak ada! Dengan ayat mana lagi kita berargumen menuntut itu di tidak di nomor satukan dalam agama? Tidak ada!

Maka, kejelasan dari itu semua dapat dipahamkan agama begitu jelas secara terang-terangan menyuruh pemeluknya untuk menuntut ilmu.

19/11/2019

Hadist ke 49 Abi Jamarah

عن أبى بكر الصّدّيق رضي الله عنه. أَنّه قال : لرسوله اللهِ صلّى الله عليه وسلم علِّمني دعاءً أدعُو بهِ فى صَلاَتهِ.
قال: قُلِ اللَّهُمَّ إِنّي ظَلَمتُ نَفسِي ظُلمًا كَثِيراً، وَلَا يَغفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنتَ، فَاغفِرلِى مَغفِرَةً مِن عِندِكَ، وَرحَمنِى إِنَّكَ أَنتَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Dari Abu bakar As-siddiq ra. Berkata pada Rasulullah SAW. “Ajari aku satu doa yang aku baca dalam shalat.
Rasul bekata “bacalah

‎اللَّهُمَّ إِنّي ظَلَمتُ نَفسِي ظُلمًا كَثِيراً، وَلَا يَغفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنتَ، فَاغفِرلِى مَغفِرَةً مِن عِندِكَ، وَرحَمنِى إِنَّكَ أَنتَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Di ceritakan dari hadis 49 pada suatu ketika abu bakar pernah meminta satu doa pada Rasulullah dan kemudian doa tersebut dibacakan dalam shalat Abu bakar. Dan doa ini lansung dari Rasul kepada Abu bakar. Juga merupakan sebaik-baik doa yang dibaca kutika akhir shalat sesudah tasyawud akhir sebelum salam.

19/11/2019

Hamba Pelupa

Aku pelupa
Akhir waktu menjelang malam
hingga pagi kunjung menyapa.
Aku lupa.
Melupakan bahwa aku binatang
yang ber-manusia.
Aku lupa.
Bahwa jiwa yang masih tertimbun dalam
lobang dina yang tak kunjung kubebaskan.
Jiwa masih terantai juga tak kunjung kulepaskan.
Pun, aku lupa
Bahwa Tuhan maha membuka dekapan
bagi sesiapa yang hendak berpelukan
denganNya.

Tuhan.
Kala jiwa ingin membebaskan dari histori kenangan dina, mencoba daki dari lobang jurang kelam.
Namun, kasihan.
Hamba terjungkal kembali.

Tuhan.
Semoga dekapanMu selalu menerima
pelukan dari hamba pelupa Mu ini.

19/11/2019

Qalbun (hati) terbagi tiga:

1. Qalbun mayyiz (hati yang mati)
Hati yang mati di sebabkan
1. Durhaka kepada orang tua.
2. Durhaka kepada guru.
3. Sering memakan harta yang haram.

2. Qalbun maridh (hati yang berpenyakit).
Hati yang mati dan berpenyakit ditakutkan mati dalam keadaan tidak selamat iman Na’uzubillah.

3. Qalbun shalim.
Yaitu hati yang sejahtera hati hati yang selamat, hati yang selalu di dambakan oleh orang orang yang beriman.

GURULangkah kakimu mulai melambat.Raut mu pun kian mengerut.Usiamu yang semakin lanjut.Namun, engkaulah pemberi paling s...
19/11/2019

GURU

Langkah kakimu mulai melambat.
Raut mu pun kian mengerut.
Usiamu yang semakin lanjut.
Namun, engkaulah pemberi paling setia,
Tiap akar ilmu yang engkau punya.
Kesetianmu sembari memberi nasehat,
Moga menjadi bekal kekal terpahat.
Wahai insan yang terkasih, Guru.
Tanpa kehadiranmu, entah lorong mana aku berdamping,
entah selokan jijik mana aku terbaring.
Mungkin di jalan hitam diri ini berkelana.
Sesat di jurang kelam tak tau arah kemana.
Lebih pedih sepanjang hidup bersaksi durjana.
Dan pergi diri ini untuk dihina.
Guru..
Kalimah ajarmu pencetus paradigma baru,
agar hidup ini tak kian buntu.
Hatimu yang terlalu lembut tersebabkan diri ini cukup setia mengabdi.
Jerih payahmu sungguh terbalas pada rabbil ‘Izzati.
Semoga ilmu yang engkau hidangkan kelak
berbuah bahagia kekal abadi.


Salam penuh kasih sayang. Guru.

19/11/2019

Orang dengan posisi duduk sambil melihat ke kanan atas sambil tersenyum, cenderung sedang berfikir hal yang indah.

19/11/2019

‎وَلَيْسَ الذِّئْبُ يَأْكُلُ لَحْمَ ذِئْبٍ [1]
‎ وَيَأْكُلُ بَعْضُنَا بَعْضًا عِيَانًا

Serigala tidak makan daging serigala
Dan sebagian kita makan sebagian yang lain secara telanjang.

[1] Al-Syair, Diwan al-Imam al-Syafi’i , h. 98.

Address

Kutablang, Bireuen
Aceh
24356

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Alwi Rahmat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category